MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
67


__ADS_3

Anna dan zen berjalan berdampingan menyusuri lantai rumah sakit.


Sore ini zen pulang kerja lebih awal agar bisa menemani anna mengecek kandungannya.


Setelah menemui hendra , zen sempat kekantor sebentar untuk mengontrol pekerjaannya setelah itu pulang kemansion dan sekarang ia menemani anna kerumah sakit.


"Apa kamu tak lelah??? seharian bekerja dan masih harus mengantarku kerumah sakit" ucap anna disela sela perjalanan mereka.


"Tentu saja tidak!! aku justru bahagia bisa menemani momen momen seperti ini yang jarang sekali terjadi " ucap zen sambil mengandeng tangan istrinya itu.


Terlihat anna tersenyum bahagia mendengar ucapan zen.


Ya memang seharusnya anna sudah bersyukur memiliki zen , itulah yang sekarang anna pikirkan.


Sampailah mereka di tempat pemeriksaan dan disana sudah ada dokter kandungan yang biasanya memeriksa anna.


Setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan bahkan anna dan zen melihat calon babynya dilayar usg, keduanya pun beranjak pergi meninggalkan rumah sakit.


"Nanti kamu tunggu di mobil sebentar ya, biar aku yang ambil obatnya diapotik" ucap zen pada anna.


"Hmm ya" jawab anna.


Keduanya berjalan dan tampak tak sekali pun zen melepaskan genggaman tangan anna hingga ia tak sengaja menabrak seseorang.


"Maafkan saya nona" ucap zen kemudian melihat wanita didepannya yang tampak memeganggi bahunya.


"Lain kali kalau jalan hati .... ehh zen" ucap wanita itu yang tak lain adalah tania.


"Tania...." ucap zen dingin saat tau yang ia tabrak adalah tania mantan kekasihnya.


"Tania??" batin anna, iia tampak mengingat ingat siapa tania itu yang sepertinya tak asing dengan nama itu.


"Aku sedang memeriksakan kandunganku, dan mimpi apa semalam aku bisa bertemu dengan mu hari ini" ucap tania yang membuat zen sedikit geram dengan tingkah tania yang mungkin akan menyebabkan kesalahpahaman antara dirinya dan anna.


"Hmm ... aku sedang menemani istriku mengecek kandungannya " ucap zen tampak merangkul mesra istrinya.


"Wahh... selamat atas kehamilan istrimu ... aku juga sedang hamil"ucap tania tampak mengelus perutnya .


Wajah sumringah anna mendadak jadi padam setelah mendengar tania hamil apalagi melihat ekspresi zen suaminya yang tampak sedikit terkejut dan canggung.


Anna yakin pasti ada sesuatu diantara mereka.


"Ya sudah aku duluan " ucap zen tampak mengajak anna pergi tapi ditahan oleh tania.


"Apa kau tak mengenalkan aku pada istrimu zen?? " ucap tania tampak melihat anna.

__ADS_1


"Perkenalkan aku tania mantan kekasih zen" ucap tania yang semakin membuat zen geram.


"Anna " jawab anna tampak mengulurkan tangannya .


"Hmmm ya sudah sana , sepertinya istrimu lelah" ucap tania , dan tanpa menjawab zen langsung mengandeng anna pergi dari situ.


Tania terlihat tersenyum licik, setidaknya ia bisa membuat zen dan anna bertengkar karena kesalahpahaman yang ia buat.


Memang tak ada yang berubah dari tania.


"Maaf lama, sepertinya tadi kamu mengobrol dengan seseorang??" tanya kai yang baru saja datang .


"Ya hanya teman lama, apa kamu melihatnya???" tanya tania.


"Tidak terlalu jelas, ya sudah ayo... dokternya mungkin sudah menunggu kita" ucap kai menggandeng tangan tania.


Sementara itu setelah memasuki mobil anna dan zen tampak hanya membisu tak ada yang memulai obrolan.


Zen tau sepertinya anna sedikit bete karena ucapan tania tadi, jujur zen ingin menjelaskan pada anna karena ia tak ingin salahpaham lagi dengan anna tapi ia merasa percuma karena saat seperti ini anna pasti tak ingin mendengar apapun.


Ya zen cukup tau dengan sikap istrinya itu.


"Apa kau tak menginginkan sesuatu sayang??" tanya zen mencoba memulai obrolan.


"Ya sudah sepertinya dedek bayi kita sedang ingin diet" ucap zen memberikan lelucon dan benar saja anna sedikit tersenyum walaupun langsung ia kembali berwajah datar.


Sedikit lega hanya melihat sedikit senyuman anna itulah yang zen rasakan kali ini.


"Bagaimana dengan dinner??" tanya zen lagi.


"Aku ingin segera pulang zen" ucap anna.


"Hmm bukanya dirumah sedang tidak ada susi?? aku hanya tak ingin kamu kerepotan karena harus memasak untukku sayang" ucap zen memcoba membujuk istrinya itu.


Barulah anna ingat jika susi tak ada dan mungkin ia harus memasak makan malam untuk suaminya itu.


Dalam keadaan mood yang hancur, anna benar benar tak ingin merusak rasa makanannya.


"Sebenarnya aku tak nafsu makan, tapi ya sudah lah ayo kita cari makan malam diluar" ucap anna cuek.


Senyum bunggah zen langsung terpancar mendengar anna mau dinner dengannya.


Keduanya sampai disebuah restoran yang terkenal dengan masakan western nya.


Anna dan zen duduk berhadapan disebuah meja yang menyuguhkan pemandangan kota dimalam hari yang terlihat sangat indah.

__ADS_1


"Aku pesan spaghetti lettuce with salmon dan wine " ucap zen pada salah satu pelayan yang memberikan daftar menu makanan.


"Baiklah tuan , dan nona mau pesan apa??" tanya pelayan itu tampak memberikan daftar menu pada anna.


"Emm aku ingin beef american grill, spaghetti saus bolognesse dan salmon steak trus minumnya juice lemon saja tak usah diberi es" ucap anna tampak mengembalikan daftar menu.


"Baiklah nona" ucap pelayan itu beranjak pergi.


Mendengar apa yang dipesan anna membuat zen terkekeh, ya siapa yang tadi bilang tak nafsu makan dan sekarang lihat apa yang anna pesan sungguh membuat orang terkagum kagum.


Zen penasaran apakah anna sanggup menghabiskan makanan yang ia pesan.


"Apa ada yang lucu ???" tanya anna melihat kekehan zen.


"Tidak sayang, aku hanya bahagia saja melihat porsi makan mu yang sepertinya naik" ucap zen .


"jangan salahkan aku, aku kan tidak memakan nya sendirian" ucap anna tampak ketus.


"iya sayang aku tau" ucap zen kembali terkekeh.


Pesanan mereka datang dan benar saja anna tampak menikmati makanan yang ia pesan tanpa tersisa sedikit pun dipiring anna.


"Sepertinya baby ayah benar benar kelaparan " ucap zen mengelus perut anna saat keduanya sudah dimobil dan akan pulang.


Anna hanya diam tak mengubris ucapan zen dan malah sibuk melihat arah luar.


Zen yang mengerti sikap cuek anna akhirnya melajukan mobilnya kembali kemansion.


sampai dimansion pun anna langsung keluar dan memasuki mansion sendirian tanpa menunggu zen.


Sepertinya anna benar benar marah kali ini.


Setelah melakukan rutinitas malamnya anna langsung merebahkan badannya diranjang dan tentu saja sudah ada zen disana yang terlihat zen sudah tidur.


Anna menghela nafas sambil melihat wajah zen, tak sadar jika zen hanya pura pura tidur bangun melihat anna belum bisa memejamkan matanya.


"Apa yang kamu pikirkan???" tanya zen membuat anna terkejut melihat zen bangun saat anna memandangi wajahnya.


"Tidakk...aku hanya..." ucap anna gugup.


"Hanya apa?? hanya cemburu" ucap zen tersenyum.


"Aku hanya takut jika bayi yang dikandung mantanmu tadi adalah anakmu juga" ucap anna lirih.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2