MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 27


__ADS_3

Sudah 3 hari Aqilla berbaring dirumah sakit dan kini Aqilla sudah diperbolehkan untuk pulang.


Dengan penuh hati hati dan perhatian Aidan nampak menuntun istrinya yang kini tegah berjalan menuju mobil yang sudah terparkir didepan rumah sakit.


"Gimana kalau sementara Aqilla sama Aidan tinggal di mansion dulu biar mama bisa ngerawat Aqilla kalau ditinggal kerja Aidan ???" ucap Mama Anna yang sedari tadi ikut berjalan dibelakang mereka.


"Maa... bukanya tadi kami udah bilang kalau nggak apa apa diapartemen ??? aku cuma nggak mau ngebuat Anna ngerasa nggak nyaman kalau di mansion" ucap Aidan mencoba menjelaskan pada Mama Anna.


"Ya kali aja kalian berubah pikiran gitu" ucap Anna yang sedari tadi ngeyel membujuk Aqilla dan Aidan agar mau tinggal di mansion tapi gagal lagi karena Aidan dan Aqilla sudah kekeuh tinggal di apartemen mereka.


"Mama ini ... maaaf ya Maa... bukanya Aqilla nggak mau tinggal dimansion, Aqilla cuma nggak mau ngrepotin Mama aja , lagi pula Aqilla udah bener bener sehat Ma" ucap Aqilla mencoba menyakinkan Mama mertua nya itu.


"Iya nggak apa apa sayang, Mama ngerti... besok kalau kamu butuh apa apa sama Mama , pokonya harus hubungin mama yaa..." ucap Anna pada menantunya sebelum memasuki mobil.


"Iya Mama, Mama yakin mau pulang sendiri??? nggak mau dianterin sama aku sama Kak Aidan ???" tanya Aqilla yang langsung mendapatkan gelengan dari Anna.


"Tuh supir kesayangan mama udah jemput" Ucap Anna sambil menunjuk mobil dibelakang mobil Aidan.


"Mama ... jangan macem macem deh ntar Aidan aduin sama papa" ucap Aidan mengoda Anna membuat Anna terkekeh karena memang Zen tidak bisa ikut menjemput Aqilla karena harus mengantikan pekerjaan yang ditinggalkan Aidan.


"Ya udah kalian hati hati ya pulangnya, kamu juga Aidan, jagain Aqilla baik baik" ucap Anna.


"Siap Ma... kita duluan yaa..." ucap Aidan mencium telapak tangan Mama Anna begitu pula Aqilla.


Aidan nampak melajukan mobilnya pelan pelan karena ingin menjaga keselamatan istri dan calon buah hatinya.


"Kamu bobok aja kalau ngantuk!!" ucap Aidan yang nampak melihat Aqilla hanya terdiam merenung.


"Hmm enggak ngantuk kok, Qilla cuma ngerasa nggak enak aja perasaanya, kenapa ya bee??" ucap Aqilla .


"Udah nggak usah mikirin macem macem sayang, aku nggak mau nanti bisa berpengaruh sama anak kita" ucap Aidan mengingatkan.


"Iya sayang" ucap Aqilla sambil tersenyum.


Sesampainya di apartemen Aqilla segera menuju dapur untuk mengambil minum karena ia merasa haus sedari tadi perjalanan pulang.


Pyaaaarrrrrrr.....


Suara gelas terjatuh membuat Aidan segera berlari menuju kedapur dan cukup shock melihat istrinya yang tengah membereskan serpihan gelas yang pecah.


"Sayang... kamu nggak apa apa ??? sini biar aku aja yang beresin" ucap Aidan dan melihat tangan Aqilla bergetar.


"Aku nggak tau tapi tadi tiba tiba gelasnya jatuh padahal aku ..." ucap Aqilla yang menjeda ucapanya.

__ADS_1


"Udah sayang biar aku beresin, kamu duduk yaa nanti aku ambilin lagi minumnya" ucap Aidan yang tengah membersihkan serpihan kaca.


"Iya sayang..." ucap Aqilla menuruti suaminya.


Entahlah Aqilla merasa pikiranya sangat kacau dan perasanya tidak enak, ia sendiri juga binggung ada apa dengannya.


"Aku udah cari asisten yang bakalan bantu bantu beresin apartemen mulai besok jadi kamu nggak perlu capek capek lagi ya sayang" ucap Aidan yang kini tengah memberikan segelas air pada Aqilla.


"Makasih sayang, sebenernya aku nggak apa apa kalau pun cuma beres beres rumah aku juga masih kuat " ucap Aqilla.


"Enggak... kamu nggak usah aneh aneh sayang, pokonya kamu cuma harus istirahat dan fokus sama kehamilan kamu aja sayang" ucap Aidan sambil membelai rambut istrinya lembut dan Aqilla hanya memgangguk.


"Kamu mikirin apa sih sayang ???" tanya Aidan yang melihat Aqilla seperti banyak pikiran.


"Aku nggak apa apa sayang, nggak tau kenapa sedari tadi perasaanku nggak enak banget" ucap Aqilla dengan raut sedih.


"Sini peluk biar nggak sedih lagi" ucap Aidan yang membuat Aqilla tersenyum malu.


....


Selesai makan malam, Aqilla hendak mencuci piring tapi langsung saja diambil alih oleh Aidan karena Aidan tak ingin Aqilla kecapekaan jadi Aqilla langsung disuruh istirahat dikamar.


Aqilla nampak sibuk membaca novel sambil duduk diatas ranjang, sementara itu Aidan memasuki kamar dan mendengar ponselnya berdering.


"Siapa sih yang telepon malem malem" ucap Aidan dan membuat Aqilla nampak menggedikan bahu tak tahu.


"Ya..." jawab Aidan ditelepon dan tampak Aidan terdiam lama wajahnya terlihat shock kemudian mematika ponselnya.


"Kenapa sayang ???" tanya Aqilla yang melihat perubahan raut wajah Aidan.


"Sayang..." panggil Aqilla sekali lagi karena wajah Aidan masuh shock membuat Aidan tersentak.


"Eh..." jawab Aidan sedikit terkejut.


"Kenapa sih...???' tanya Aqilla yang semakin penasaran.


"Kita siap siap yukk... mama nyuruh kita kemansion sekarang" ajak Aidan.


"Malam ini ??? kok tumben ??? ada apa ????" tanya Aqilla sedikit heran.


"Iya sayang ... yukkk" ucap Aidan memaksakan senyum membuat Aqiilla heran setengah mati.


"Tadi yang nelpon mama??? ada apa sih kok tumben ???" tanya Aqilla sekali lagi karena merasa pertanyaanya tak dijawab oleh Aidan.

__ADS_1


"Kamu mau pake baju apa biar aku siapin" ucap Aidan nampak menuju lemari baju Aqilla.


"Enggak usah, biar aku sendiri nggak apa apa" ucap Aqilla sedikit kesal karena tak dijelaskan oleh Aidan.


Selesai bersiap siap keduanya pun segera menuju mansion Zen.


Selama perjalanan Aidan hanya diam membisu entah apa yang dipikirkan oleh Aidan membuat Aqilla sedikit jengkel karena ia melihat perubahan sikap Aidan tanpa kejelasan apapun.


Sesampainya di mansion Aqilla cukup terkejut melihat mansion sudah ramai banyak orang dan juga ada ambulance ??? sebenarnya ada apa ini dan juga siapa yang sakit mengapa ada ambulance didepan mansion dan juga banyak sekali orang.


Aqilla merasakan hatinya sesak dan ingin menangis tanpa ia tahu penyebabnya sedangkan Aidan nampak mengenggam tangan Aqilla dan memeluk Aqilla membuat Aqilla tambah binggung apalagi mendengar Aidan sedikit terisak.


Aidan menangis ????ada apa ini. batin Aqilla merasakan ada yang tak beres.


"Kamu harus ikhlas ya sayang... kamu harus kuat ..." ucap Aidan masih memeluk Aqilla .


"Sebenarnya ada apa ??? " tanya Aqilla dengan suara lirih.


"Ayah udah nggak ada..." ucap Aidan semakin mempeerat pelukanya.


"Nggak mungkin deh bee... nggak usah bercanda... nggak lucu" ucap Aqilla masih terkejut.


"Yukkk masuk... " Ajak Aidan dan benar saja mata Aidan memerah karena ia menangis.


"Ayah nggak mungkin ninggalin akuu bee... nggak mungkin...!!" ucap Aqilla masih shock.


Aidan nampak keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Aqilla serta menuntun Aqilla memasuki mansion.


Dan benar saja didalam sudah banyak sekali orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa dan Aqilla memandanggi sebuah mayat yang terbujur kaku didepan nya dan ia sangat mengenali siapa itu.


"Ayahh.... " ucap Aqilla lirih seketika Air matanya pecah dan ia terjatuh lunglai dilantai membuat semua orang terkejut.


Bersambung....


Selamat malam minggu readerss...


Maafin authormu ini yaa karena seminggu kemarin nggak update sama sekali karena emang kerjaan numpuk banget dan pulang malem terus jadi nggak sempet nulis hehehe...


pokoknya makasih banget buat yang masih setia nungguin cerita ini...


happy readers....


jangan lupa like vote dan komen yaa...

__ADS_1


maacihh readerss... 😍😍😘😘😘


__ADS_2