
"Apa kakak yakin mau berangkat kerja ???" tanya Aqilla pada Aidan yang sudah rapi dengan setelan kantornya.
"Hmm... aku sudah sembuh Qilla, lagi pula aku bosan di apartemen tak ada kegiatan" ucap Aidan yang sebenarnya masih terlihat pucat .
"Tapi kak Aidan masih terlihat pucat sekali, apa tak sebaiknya istirahat lagi satu hari??" bujuk Aqilla.
"Kakak udah nggak apa apa Qilla sayang..." ucap Aidan yang seketika membuat jantung Aqilla berdegub kencang. Baru saja Aidan memanggil nya sayang, ya ia dengar itu Aidan baru saja memanggilnya sayang batin Aqilla nampak sumringah.
"Kok malah senyum senyum sih dek???" tanya Aidan pada Aqilla yang terlihat tersenyum.
"Ehh ... masa sih kak" ucap Aqilla salah tingkah.
"Kakak dibuatin sarapan apa nih ???" tanya Aidan sambil melihat isi meja makan.
"Aku buatin kakak bubur lagi, engga tau kalo kakak udah sembuh, gimana dong???? apa Qilla ganti bikinin roti bakar apa nasi goreng ???" tawar Qilla pada Aidan.
"Enggak usah , bubur aja nggak apa apa Qilla, bubur bikinan kamu enak banget kayak bubur bikinan mama" ucap Aidan memuji Aqilla.
"Iyalah, itu kan resep yang bikin bunda sama mama nya kak Aidan" batin Qilla sambil tersenyum.
"Tuh malah senyum senyum lagi, keburu siang entar" ucap Aidan lagi .
"Ehh iya kak.... ya udah kakak sarapan dulu, Aqilla mau siap siap buat ngampus " ucap Aqilla terlihat menyiapkan semangkuk bubur dimeja makan dan berjalan meninggalkan meja makan menuju kamarnya untuk bersiap siap.
Selesai bersiap siap, Qilla kembali ke meja makan dan bubur Aidan masih terlihat utuh belum dimakan sama sekali.
"Kok enggak dimakan kak??? keburu dingin entar" ucap Qilla nampak menyiapkan bubur untuk dirinya juga.
"Nungguin istrinya kakak lah " ucap Aidan yang membuat Aqilla terlampau senang.
"Ehh .. maaf ya kak, Aqilla lama ya ," ucap Aqilla merasa tak enak.
"Enggak kok, kok kamu juga makan bubur ???" tanya Aidan .
"Kebanyakan tadi bikinya kak jadi ya sekalian aja sarapan bubur" ucap Aqilla.
Selesai sarapan, Aqilla dan Aidan segera menuju mobil untuk berangkat kekampus.
Didalam mobil keduanya hening tak ada yang membuka obrolan hingga sampai dikampus Aqilla.
__ADS_1
"Qilla berangkat dulu ya kak" ucap Aqilla sesampainya di kampus kemudian ia tampak mencium tangan Aidan.
"Iya ..." Jawab Aidan yang masih canggung tangan nya dicium oleh Aqilla.
Aqilla keluar dari mobil Aidan dan Aidan masih melihat Aqilla memasuki kampus hingga ia terlihat fokus melihat kearah Aqilla yang nampak di dekati oleh seorang pria ???
Yang membuat Aidan sedikit terkejut lagi saat Aqilla nampak tersenyum ramah pada pria yang cukup tampan menurutnya itu.
Tapi tentu saja masih tetap tampan dirinya batin Aidan sengit kemudian melajukan mobilnya kencang.
....
"Aqilla...." panggil seorang pria muda yang cukup tampan.
"Hay rom.... tumben berangkat pagi??" tanya Aqilla pada pria bernama Romy.
Romy adalah teman Aqilla sejak bangku sekolah menengah.
Aqilla dan Romy cukup dekat karena sejak bangku sekolah menengah mereka termasuk salah satu siswa yang cukup berprestasi disekolah mereka hingga membuat mereka sering bertemu di berbagai kegiatan sekolah.
"Iya soalnya ada kelas pagi..., kamu berangkat sama siapa ??'' tanya Romy .
"Ohh iya sampai lupa kalau kamu udah punya suami" ucap Romy dengan wajah kecewa.
Memang sejak Aqilla menikah dengan Aidan, berita pernikahan mereka langsung tersebar seluruh penjuru kampus.
Aqilla saja sampai heran , dari mana mereka tau secepat itu.
"Hmm... ya udah aku duluan ya .. bye..." ucap Aqilla nampak melambaikan tangannya pada Romy.
Romy pun menanggapi dengan anggukan dan senyuman.
Seperti biasa siang hari, sambil menunggu kelas selanjutnya Aqilla menunggu di taman dimana disana ada pohon dan sangat sejuk duduk dibawahnya.
Dengan bekal snack dan materi yang baru saja diberikan oleh dosen, Aqilla nampak fokus dengan bacaan dan bersantai dibawah pohon sambil menikmati snack yang ia bawa.
Dan seperti biasa juga ketiga wanita centil di kampus Aqilla selalu saja menganggu nya.
"Ehhh .. ada non kunti disini " ucap Kiky dengan gaya centilnnya.
__ADS_1
"Kok kunti sih ??? " tanya Sisy.
"Iyalah... yang suka jagain pohon siapa kalau bukan kunti hiii..." ucap kiky.
Ketiga nya pun nampak tertawa bersaamaan dan Aqilla sama sekali tak mengubris ucapan mereka.
"Kalian ini apaaan sih?? dari pada gangguin orang belajar mendingan belajar sendiri sana...!!!" ucap Romy kesal yang baru saja lewat dan melihat mereka membully Aqilla.
"Ehh ada Romy... duh makin ganteng aja" ucap sisy kecentilan tetapi Romy menanggapi dingin.
"Duh kaburr aja yukk gengs... pangeran bersayap nya Qilla udah dateng, bye bye kunti " ucap kiky kemuddian mengajak kedua teman nya pergi dari tempat itu.
"Kamu kok diem aja sih dikatain kunti???" tanya Romy yang kini nampak duduk disamping Aqilla.
"Ngapain sih ngladeni mereka ??? biarin aja nanti kalau capek juga pergi sendiri" ucap Aqilla cuek.
"Tapi nyatanya mereka masih aja ngangguin kamu kan ??" tanya Romy.
"Hmmm , ya mau gimana lagi, mau dilawan bikin tambah masalah juga... aku disini kan mau belajar jadi nggak mau terlalu musingin merekq, lagi pula mereka kan cuma gangguin pake omongan aja, kalau udah pake kekerasan baru deh dilawan" ucap Aqilla.
"Hmm bener juga ya ... tapi aku suka nggak tega ngeliatnya" ucap Romy.
"Hmm kamu ini aneh aneh aja" ucap Aqilla terkekeh.
""Kadang aku penasaran gimana respon suami kamu kalau tau kamu dikampus suka dibully kayak gini??" ucap Romy yang seketika membuat Aqilla termenung.
"Enggak tau.." ucap Aqilla sedikit sedih.
"Kok nggak tau ??? kalau sayang ya harusnya marah dong liat kamu diginiin, !! kok kamu jawabnya malah nggak tau ??" ucap Romy.
"Hmmm ...." Aqilla masih terdiam.
"Kalian menikah atas dasar cinta kan?????" tanya Romy yang membuat Aqilla sedikit tersentak.
Degggg.....
Mendadak Aqilla merasakan perih didadanya.
Bersambung........
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen ya readerss....