MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
54


__ADS_3

"Alenna ... aku tau mungkin ini terlalu cepat... aku tau mungkin kita baru saja mengenal tapi kamu harus tau sejak pertama aku melihat kamu waktu itu aku sudah merasakan sesuatu yang berbeda...." ucap Rio tampak menjerat ucapannya .


"Alenna maukah kamu menjadi pendamping hidupku ??? maukah kamu menjadi yang terakhir untukku??? dan maukah kamu menikah dengan ku???" tanya Rio tulus.


Seketika alenna meneteskan air matanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Seseorang melamarnya..


Ya melamarnya dengan cara yang sangat romantis ....


"Ya .... aku mau menikah denganmu " ucap alenna lirih karena tak kuasa menahan air matanya.


Seketika Zen memegang tangan alenna dan memasukan cincin dijari manis alenna.


Sangat indah dan pas sekali dijari manis alenna.


Alenna masih menunduk tak kuasa menahan tangisnya.


"Apakah aku boleh memelukmu???" tanya Rio tanpa ragu.


Alenna hanya mengangguk, kemudian Rio berjalan mendekati alenna dan segera memeluknya.


"Aku berjanji akan menjadi suami yang baik nantinya untukmu" ucap Rio sambil memeluk erat alenna.


Alenna hanya mengangguk saja karena tak kuasa menahan tangisnya.


Ya menangis bahagia tentunya karena sebentar lagi ia akan menjadi nyonya dan bukan pembantu lagi.


\*\*\*\*\*


Anna tampak memperhatikan dirinya dicermin sekali lagi, ya penampilan memang sudah cukup oke untuk mengoda Zen malam ini.


Dengan lingerie warna peach yang sangat cocok dipadukan kulit Anna , tampak membuatnya menjadi menganggumkan malam ini.


Setelah dirasa cukup berdandan, Anna kemudian memakai jubah tidurnya untuk menutupi lekuk tubuh seksinya.


Anna berjalan menuju ruang kerja Zen dengan membawa teh madu hangat kesukaan Zen.


Tanpa mengetuk pintu, Anna langsung memasuki ruangan Zen.


Dan terlihat Zen masih berkutik dengan berkas2nya yang tampak menumpuk dimeja, entah kapan Zen membawa berkas berkas itu karena seingat Anna, Zen pulang tak pernah membawa berkas dari luar.


"Sayang ... apa kamu tidak lelah bekerja seharian ini dikantor dan sekarang harus bekerja lagi dirumah???" tanya Anna lembut membuat Zen melihatnya dan tampak terkejut, entahlah apa yang membuat Zen terkejut, mungkin Zen terkejut karena perubahan sikap Anna.


"Maafkan aku masih belum bisa menemanimu , hari ini banyak yang harus diselesaikan" ucap Zen kemudian menfokuskan lagi matanya pada berkas berkas dimeja.

__ADS_1


"Biarkan aku yang menemanimu malam ini disini , hari ini aku tidak mengerjakan apapun jadi tidak merasa lelah" ucap anna.


Zen hanya mengangguk dan masih saja fokus pada berkasnya membuat Anna sedikit kesal.


Tapi Anna harus bersabar demi membebaskan Roni dari hukuman gila Zen.


"Ohh iya , aku membawa teh madu hangat kesukaanmu, minumlah untuk meredakan lelahmu" ucap Anna Kemudian meletakan secangkir teh madu buatanya didepan zen.


"Ya , terimakasih nanti akan kuminum" ucap Zen tanpa menatap Anna.


Sungguh Anna merasa sangat sangat kesal dengan sikap cuek zen.


Tapi Anna juga tak kehabisan akal.


"Sayang... apa kamu mau aku pijit untuk meredakan lelahmu??" tanya Anna dan tanpa menunggu jawaban dari Zen Anna langsung mendekati Zen dan memijat bahu kekar Zen.


Tampak Zen menghela nafas frustasi, sepertinya ia mencoba menahan godaan Anna .


"Apa kamu mencoba menggodaku hmmm??" tanya Zen kemudian menarik tangan Anna dan duduk dipangkuan Zen.


Anna tampak tersipu malu tapi sekaligus senang karena berhasil menjalankan aksinya.


"Dan jika kamu menggodaku , aku pastikan kamu tidak akan bisa mengakhirinya sebelum aku puas" ucap Zen tersenyum licik kemudian menggendong tubuh Anna disofa panjang yang terdapat diruang kerja Zen.


Dan mereka melakukan ya aktivitas suami istri yang memang Zen inginkan sedari tadi Anna memasuki ruangannya tapi Zen mencoba menahannya karena Zen tau Anna pasti menginginkan sesuatu darinya sampai harus mengodanya seperti ini.


Setelah cukup puas melakukan hingga beberapa ronde, akhirnya pergumulan berakhir , tampak Anna tidur menyamping dan memeluk tubuh Zen.


"Zen ....." tanya Anna tampak ragu.


"Hmmm???" balas Zen .


"Apa kau marah padaku??" tanya Anna.


"Tentu saja tidak..." ucap zen tegas.


"Tapi aku merasa kamu akhir akhir ini sedikit cuek " ucap Anna lirih.


"Maafkan aku sayang, karena banyak pekerjaan akhir akhir ini sampai aku melupakan mu" ucap Zen tampak mencium bibir Anna.


"Apa aku boleh minta sesuatu???" tanya Anna yang sudah bisa ditebak Zen dari awal.


"Jika aku bisa melakukannya , aku akan memberikannya untukmu" ucap Zen.


"Bisakah kamu tidak bertindak seenaknya pada karyawan mu???" tanya Anna membuat Zen nampak kaget, pasalnya Zen pikir Anna akan menanyakan perihal keluarganya lagi.

__ADS_1


"Apa maksudmu???" tanya Zen tampak tak paham.


"Jika kamu marah dengan bawahanmu, tidak bisakah kamu hanya menegurnya tanpa memberikan hukuman???" tanya Anna lagi.


"Memang aku sedang menghukum siapa??" tanya Zen tampak lupa.


"Bahkan kamu saja melupakan seseorang yang kamu hukum sediri Zen???" ucap Anna tampak menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Ya kamu tau sendiri kan Anna , aku kan tidak hanya mengurusi satu urusan saja!!" ucap Zen.


"Roni... bisakah kamu membebaskannya dari hukuman kekanakan mu itu???" tanya Anna tampak kesal.


"Ahhh , jadi dia mengadu padamu??" tanya Zen tampak mengerutkan alisnya.


"Kamu tak perlu tahu dia mengadu atau tidak yang penting sekarang aku hanya ingin kamu membebaskannya zen., apa kamu tidak kasihan??? mereka pasangan yang sedang bahagia dan sekarang kamu dengan santainya memberikan hukuman konyol itu" ucap anna.


"Ya itu kan salah dia sendiri tidak bisa menjaga ucapannya!!" ucap Zen cuek.


,"Zen itu salahku!!! aku mohon jangan bersikap kekanakan" ucap Anna semakin kesal.


"Wajjar jika aku marah, karena kecerobohannya , dia membuatmu marah padaku" ucap Zen menatap intens Anna.


"Aku tidak marah, aku hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi , itu saja " ucap Anna sedikit pelan.


"Dan aku tak ingin kamu tau sekarang Anna, mengertilah , apapun yang aku lakukan hanya demi kebaikanmu" ucap Zen .


"Baiklah baiklah aku mengerti dan aku tak akan memaksa mu lagi untuk menceritakan segalanya" ucap Anna lelah.


"Dan kamu mencari tau sendiri?? itukan yang kamu maksud ???" tanya Zen membuat Anna sedikit takut dan melonggarkan pelukannya.


"Anna aku tak meminta banyak darimu untuk saat ini, cukup percayai aku... itu saja ... suatu saat kamu akan tau segalanya jika memang sudah waktunya .. hmm." ucap Zen lembut kemudian mengecup kening Anna membuat Anna sedikit lega.


Pasalnya Anna sedikit takut jika Zen marah karena dia menggeledah ruangan Zen kemarin.


"Maafkan aku Zen " ucap Anna tampak menyesal.


"Sudahlah, kita lupakan apa yang terjadi kemarin dan maaf untuk sikap cuek ku akhir akhir ini padamu" ucap Zen dan Anna tampak mengangguk.


"Dan lagi, aku akan membebaskan hukuman Roni, sepertinya istri ini memang berhati malaikat yang tak menginginkan sesuatu terjadi pada sahabatnya" ucap Zen sedikit menyindir dan membuat Anna terkekeh geli.


"Terima kasih Zen , aku mencintaimu " ucap anna.


"Aku juga mencintaimu ... sangat , haruskah kita melakukan beberapa ronde lagi??" goda Zen dan langsung mendapatkan pukulan dari Anna.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Bersambung......


jangan lupa like vote dan komen nya yaa ....


__ADS_2