MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
50


__ADS_3

Alenna memasuki mansion zen berjalan lenggak lenggok ala putri kerajaan dengan menenteng belanjaan yang tidak sedikit.


Susi yang melihat alenna sedikit penasaran karena alenna pulang dengan raut wajah yang bahagia dan dengan banyak belanjaan yang terlihat mahal.


"Abis dari mana lo, jam segini baru pulang!!!" tanya susi dengan nada membentak.


"Suka suka gue donk, hari libur gue juga,!!! mau gue pergi nggak pulang juga urusan gue , dah minggir !!!" bentak alenna mulai kesal karena susi menghadangnya padahal ini kan hari liburnya.


"Songgong lo ya !!, inget ya elo nggak nurut sama gue , bakalan gue aduin sama tuan zen!!!" ancam susi pada alenna.


"Gue kagak peduli, dah sekarang mendingan elo minggir deh !!!" ucap alenna mulai kesal kemudian berjalan melewati susi dengan menabraknya.


"Dasar ******!!! " ucap susi kasar tanpa digubris alenna yang berjalan memasuki kamarnya.


Tampak alenna memasuki kamar dan menutup pintunya.


"Kakak habis dari mana sih ???" tanya lisa tampak heran melihat alenna membawa banyak belanjaan dan terlihat mahal mahal.


"Abis shopping donkk!!!" ucap alenna meletakan paperbag yang dibawanya.


"Ini kan mahal mahal kak, !!! kakak punya uang dari mana bisa beli barang barang mahal sebanyak ini???" tanya lisa heran sambil terus melihat isi paperbag alenna.


"Bisa donk, elo tau nggak gue abis dapet gebetan kaya raya, dan dia yang udah beliin gue barang barang mewah ini!!! " ucap alenna pamer.


"Dan yang jelas sih lebih kaya dari roni pacar kamu itu!!!" ucap alenna sinis .


"Kakak kok percaya aja sih sama dia... kak dikota ini cowok cowok nggak ada yang bener!!! ntar kakak diapa apain gimana??" ucap lisa tampak khawatir.


"Hello lisa ... please deh , elo itu parno banget jadi orang !!! enggak mungkin lah dia jahat sama gue , buktinya gue dibeliin barang barang sebanyak ini!!" ucap alenna tampak memamerkan dress pendek yang terlihat elegant.


"Ya udah sih terserah kakak sajalah ... aku cuma mau ngingetin aja biar kakak nggak salah langkah dan nggak bikin hidup kakak nyesel!!!" ucap lisa sedikit kesal.


Alenna tampak mengacuhkan ucapan lisa malah sibuk melihat lihat lagi belanjaan yang tadi ia beli dengan rio, membuat lisa menggelengkan kepalanya.


\*\*\*


Anna tampak keluar dari kamar mandi dan terlihat sudah segar setelah ia digempur habis habisan oleh zen didalam kamar mandi.


Tentu saja tidak hanya 3ronde seperti yang dikatakan oleh zen , hampir 5ronde.


kalau saja anna tidak mengucapkan kata "aku lelah" entah mungkin akan berapa ronde lagi karena jika zen sudah meminta tidak akan pernah ada puasnya , selalu lagi dan lagi.


Tetapi anna juga memaklumi kebutuhan suaminya , selama ia mampu ia akan melayani zen dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


Anna tampak menggeringkan rambutnya menggunakan hairdryer dan mendengar ponsel zen berbunyi.


Karena penasaran untuk apa roni menelepon zen yang masih mandi , akhirnya anna mengambil ponsel zen dan mengangkat panggilan dari roni.


"Maaf tuan saya hanya ingin melaporkan bahwa tawanan kita mencoba kabur, saya takut jika ia menemui nona anna" ucap roni ditelepon membuat anna menggerutkan keningnya binggung karena namanya dibawa bawa dan siapa yang dimaksud tawanan zen.


Jangan jangan keluarganya yang ditawan oleh zen.


Tapi untuk apa ???


Semakin binggung akhirnya anna mulai bertanya " siapa yang kau maksud tawanan ron???" membuat roni tampak terkejut ternyata ia salah orang.


"Maaf nona, saya pikir tuan zen " ucap roni diseberang sana terdengar gugup.


"jelaskan padaku apa maksudnya??!!" tanya anna semakin penasaran.


"Telepon dari siapa sayang??!" tanya zen yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat anna menggunakan ponselnya.


"Roni..." ucap anna tampak melihat zen seperti ingin meminta penjelasan.


Tanpa menjawab ucapan anna , dengan segera zdn mengambil ponsel yang masih menempel ditelinga anna kemudian menempelkan ditelinganya dan berjalan menjauhi anna untuk mengobrol dengan zen.


Anna masih setia mematung berdiri ditempat dan mendengar suara zen sedikit berteriak memaki roni.


Rahasia untuk apakah keluarganya disembunyikan dari anna.


Entah apa yang dibicarakan zen lagi karena anna sudah tak bisa mendengar ucapan zen.


Zen keluar dan sudah memakai pakaiannya setelah tadi dia hanya menggenakan handuk saja.


"Aku akan keluar sebentar untuk menyelesaikan urusanku" ucap zen mendekati anna tapi anna tampak berjalan mundur menghindari zen.


"Apa kau tak ingin menjelaskan sesuatu padaku zen ????!" tanya anna lirih.


"Sayang ... aku mohon jangan sekarang, aku sedang tak ingin berdebat " ucap zen tampak frustasi.


"Aku tak ingin berdebat denganmu zen!! aku hanya meminta penjelasan apa maksud dari ucapan roni, siapa tawanan yabg dimaksud roni ?? apa mereka keluargaku ???? jawab zen. aku mohon???" ucap anna lirih dan terlihat sudah akan menangis.


"Aku mohon anna jangan sekarang!!!" ucap zen memelas.


"Trus kapan zen??? dan untuk apa zen menyembuyikan ini semua dari aku ??!!" ucap anna tampak meraung meminta penjelasan.


"Maaf anna aku tak bisa menjelaskan sekarang, tapi suatu hari nanti aku akan menjelaskan padamu jika memang waktunya sudah tepat!! aku harap kamu mengerti honey" ucap zen kemudian memeluk anna.

__ADS_1


"Percayalah anna apapun yang aku lakukan sekarang semua demi kebaikanmu, aku harap kamu bisa bersabar dan mengerti " ucap zen kemudian melepaskan pelukanya.


"Aku pergi sebentar sayang, jangan menangis lagi" ucap zen mengusap air mata anna kemudian mengecup kening anna dan pergi meninggalkan anna yang masih berdiri dengan isakan tangisnya.


"kalau sulit buatmu menjelaskan ini semua, aku akan mencari tau semuanya sendiri zen" ucap anna lirih.


Zen tampak keluar dari kamarnya dengan wajah kesal , ya akibat dari keteledoran roni yang tak bisa menjaga ucapanya ditelepon hampir saja anna mengetahui kenyataannya sekarang.


Bukan zen ingin menyembunyikan dari anna tapi memang zen ingin anna fokus dengan kandungannya karena zen tak ingin calon penerus perusahannya yang masih didalam perut anna terganggu karena anna yang shock jika mengetahuinya sekarang.


Dan sekarang yang harus dilakukan zen adalah keluar dari mansion untuk menghindari anna.


Bukan apa apa zen hanya tak ingin berdebat dengan anna dan segala kenggeyelan anna yang terkadang membuat zen sedikit emosi.


Padahal zen hari ini sangat lelah ingin istirahat lebih awal dengan istrinya dan berduaan dengan istrinya tapi sialnya malah mendapatkan masalah seperti ini .


"Memang dasar roni sialan , awas saja jangan harap kamu bisa berlibur mengajak lisa kali ini" gerutu zen kemudian memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya keluar mansion.


\*\*\*\*


Anna samar samar mendengar suara mobil zen yang sudah melaju meninggalkan mansion.


"Ini kesempatan!!!" batin anna tampak keluar dari kamarnya dan berjalan keruang kerja zen.


Dia harus mencari tau sendiri agar tak mati penasaran karena zen yang tak mau menjelaskan.


Hampir satu setengah jam anna membolak balikan dokumen yang ada dimeja zen tapi nihil ia tak menemukan apapun dan mencoba membuka laci meja tak bisa karena dikunci. Hingga anna melihat kunci kecil berada dibelakang album foto mini yang berada dimeja kerja zen.


Anna mengambil kunci itu dan mulai membuka laci dengan kunci itu dan berhasil !!! membuat anna tampak sumringah.


Didalam laci yang terlihat kecil ternyata terdapat banyak dokumen disana hingga anna mengambil sebuah amplop coklat yang tampak sedikit berisi dan membukanya.


dann........


Bersambung.....


🌹🌹🌹🌹


Dah dulu ya biar penasaran 😁😁😁


jangan lupa like vote dan komen ya ...


thankyou readers....

__ADS_1


__ADS_2