MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 16


__ADS_3

Aidan nampak bergegas keluar dari kantor, hari ini Aidan memang pulang lebih awal dari biasanya karena Ia ingin mengajak Aqilla jalan jalan ke mall sekedar menonton film dibioskop ataupun hanya jalan jalan makan saja. Apapun itu yang jelas Aidan ingin mengajak istrinya itu refresing dari penatnya kegiatan kampus Aqilla, karena Aidan sadar sejak keduanya menikah, Ia sama sekali belum pernah mengajak Aqilla honeymoon atau sekedar jalan jalan saja.


Aidan memasuki sedan mewahnya dan melajukan menuju kampus Aqilla. Aidan sudah memghubungi Aqilla, tentu saja sudah.


Ia mengirimkan pesan untuk Aqilla dan Aqilla pun sudah membalas pesan Aidan.


Sesampainya didepan kampus, Aidan langsung bisa melihat Aqilla yang sudah menunggunya didepan kampus Aqilla.


Mobil Aidan berhenti tepat didepan Aqilla berdiri dan menunggu.


Aqilla yang sadar Aidan sudah datang Akhirnya memasuki mobil Aidan.


"Kakak kok tumben ngajakin Qilla jalan jalan, emang kerjaan kak Aidan udah selesai ??" tanya Aqilla sesaat setelah memasuki mobil.


"Apa kamu lupa kalau suami kamu ini pemilik perusahaan, jadi bebas dong mau pulang kapan aja" ucap Aidan dengan sombongnya membuat Aqilla sedikit terkekeh.


"Ahh iya pak direktur..." cibir Aqilla sambil memanyunkan bibirnya membuat Aidan nampak gemas hingga tak sadar mencubit pipi Aqilla.


Degggg.....


Seketika jantung Aqilla berdegub kencang karena cubitan dari Aidan itu.


"Lhoo kok pipi kamu merah banget, sakit ya gara gara kakak cubit... duhh maaf sayang" ucap Aidan terlihat mengelus elus pipi Aqilla yang memerah karena malu membuat pipi Aqilla semakin merona, apalagi setelah Aidan mengucapkan kata sayang.


Rasanya membuat Aqilla panas dan gugup.


"Lho .. kamu sakit ya kok gini sih wajahnya" ucap Aidan khawatir menghentikan laju mobilnya dan memenganggi kedua pipi Aqilla segera Aqilla menepis tangan Aidan.


"Apa mau periksa dulu ??"tanya Aidan.

__ADS_1


"Aqilla nggak apa apa kak" ucap Aqilla nampak menunduk.


"Tapi kamu keliatan pucet banget sayang" ucap Aidan lagi memanggil Aqilla sayang lagi membuat Aqilla tambah salah tingkah.


"Duh jantung udah dong deg deg an nya " batin Aqilla tampak mengontrol nafasnya.


"Ehh enggak kak, Qilla nggak apa apa" ucap Aqilla kemudian menunduk, Aidan yang sedari tadi tak paham akhirnya mengerti jika Aqilla merasa malu dan Aidan menghentikan ucapanya.


Kedua pun telah sampai di Mall terbesar dikota mereka. Wajah Aqilla terlihat sumringah dan senang sekali, tentu saja Aqilla senang, Ia menganggap hari iini adalah hari pertama mereka kencan, meskipun Aidan tak menganggap seperti itu.


"Gimana kalau makan dulu abis itu nonton??" tanya Aidan pada Aqilla.


"Boleh kak, aku pengen seafoodd" ucap Aqilla manja membuat Aidan tersenyum pasalnya baru pertama kali ini Aqilla bersikap manja padanya.


"Ya udah yukk, disana ada menu seafood paling enak , kita cobain !!" Ajak Aidan nampak mengandeng tangan Aqilla membuat Aqilla benar benar gugup.


Keduanya telah sampai diresto yang dimaksud dan memesan beberapa menu yang disukai keduanya.


"Ya udah lah kalau nggak mau beli apa apa, langsung nonton aja" ucap Aidan kesal membuat Aqilla merasa tak enak, tapi mau bagaimana lagi ia tak ingin hidup boros.


Keduanya berjalan menuju bioskop yang dimaksud dan tangan Aidan masih mengandeng Aqilla hingga mata tak sengaja melihat seseorang yang tak asing bagi Aidan.


Seseorang yang pernah menjadi belahan jiwa Aidan. Seseorang yang pernah dicintai , bahkan sangat dicintai Aidan.


"Allea....." ucap Aidan lirih membuat Aqilla sedikit terkejut dan langsung melihat kearah dimana mata Aidan memandang.


Iya dia Allea, mantan calon istri Aidan, yang kini berdiri tak jauh dari mereka berdiri dan nampak terkejut melihat Aidan dan Aqilla.


Seketika Aidan melepaskan gengamannya pada Aqilla dan berlari menuju Allea, membuat tangan Aqilla tersetak, seketika Aqilla merasakan sakit didada nya karena Aidan lebih memilih mengejar mantan calon istrinya yang telah melukai Aidan.

__ADS_1


Mengapa rasanya sesakit ini batin Aqilla dan tanpa Ia sadari Aqilla sudah mulai meneteskan air mata.


Yang ia lihat Aidan nampak berlari kearah Allea setelah itu Aqilla tak melihat lagi karena Aqilla lebih memilih pergi dari tempat itu.


Kencan pertama yang sangat buruk dan menyakitkan bagi Aqilla dimana pasanganya lebih mengejar sang mantan dari pada terus mengandeng Aqilla sampai dibioskop dimana mereka akan berkencan.


Aqilla berjalan melewati para pengunjung Mall yang memang cukup ramai, tak peduli para pengujung yang melihat kearah Aqilla heran karena melihat Aqilla menangis sambil berjalan. Yang Aqilla pikirkan bagaimana ia harus sampai rumah dan tidur diatas ranjangnya karena jujur apa yang baru saja ia alami ini membuat kepalanya sedikit pening.


Keluar dari Mall, Aqilla langsung sana menghentikan sebuah taksi dan memasuki taksi itu.


"Apartemen citra indah" ucap Aqilla pada sopir taksi.


"Nona tidak apa apa ??" tanya sopir taksi karena Aqilla terlihat berantakan dengan mata memerah seperti habis menangis.


Aqilla tak menjawab hanya menggelengkan kepala saja pada sopir taksi, membuat sopir taksi itu paham dan segera mengantarkan Aqilla sampai ditujuanya.


Sesampainya diapartemen, Aqilla segera mengunci pintu kamarnya dan langsung tidur diatas ranjanganya, ia tak peduli dengan bunyi ponsel yang sedari tadi berdering, ia juga tak peduli jika Aidan mencarinya, mencarinya ??? mana mungkin Aidan mencarinya, mungkin sekarang Aidan sedang melepas rindu dengan mantan calon istrinya itu, jadi untuk apa Aqilla memikirkanya.. sekarang lebih baik untuk Aqilla tidur dan melupakan semuanya, ya semua kebahagiaan yang nyatanya semu baginya.


Sementara itu Aidan nampak frustasi mencari keberadaan Aqilla. Ia bahkan sudah mencari mengelilingi Mall nyatanya tak menemukan Aqilla, bahka sudah puluhan kali ia mendial nomer Aqilla namun tak ada jawaban dari Aqilla.


Apa Aqilla pulang?? batin Aidan yang merasa bodoh meninggalkan Aqilla hanya untuk mengejar Allea dan bodohnya lagi ia bahkan tak bisa mengejar Allea karena saat melihat Aidan berlari kearah Allea langsung berlari meninggalkan Aidan dan tak bisa ditemukan Aidan.


Aidan nampak kesal, tujuanya kesini hanya ingin membahagiakan Aqilla, mengajaknya nonton bioskop tapi nyatanya ia malah menyakitinya. Semoga Aqilla bisa memaafkanya Aidan itu yang sedari tadi dipikirkan oleh Aidan.


"Aku baru saja melihat Allea, kukirim alamatnya dan cari dia, mungkin dia masih disekitar sini" ucap Aidan didalam telepon kemudian Ia langsung menutup panggilanya dan membanting ponselnya di jok mobil.


Cukup lama Aidan frustasi di dalam mobilnya, Aidan melajukan mobilnya menuju apartemen nya, dan berharap Aqilla sudah pulang ke apartemen.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaa 😉


__ADS_2