
Allea berlari dan bersembunyi ditoilet wanita, ya ini lah salah satu cara agar bisa menghindari Aidan.
Bukan sekarang saat yang tepat untuk Allea bertemu Aidan.
Meskipun Allea sakit hati melihat Aidan mengandeng tangan Aqilla, anak dari pembantu di mansion Aidan. Allea mengenal Aqilla ??? tentu saja Allea mengenal karena ia dulu sering berkunjung ke mansion zen dan melihat Aqilla bekerja dimansion zen.
Apa gadis anak pembantu itu yang mengantikan posisinya ??? batin Allea sengit.
Hanya anak dari pembantu tidaklah sulit untuk Allea jika suatu saat ia kembali dan merebut Aidan kembali.
Jika memang dalam masalah ini neneknya yang bersalah, Allea memang berencana untuk kembali merebut Aidan.
Dan sekarang Allea tau siapa yang mengantikan posisinya membuat ia merasa sedikit tenang karena ia bisa lebih mudah untuk merebut Aidan kembali padanya.
....
Aidan berjalan memasuki apartemen, dilihatnya sepatu yang tadi dipakai oleh Aqilla sudah tergeletak dilantai membuat ia merasa lega karena Aqilla sudah pulang ke apartemen.
Aidan segera membuka pintu kamar Aqilla tapi sayangnya pintunya terkunci, sebenarnya Aidan memiliki kunci cadangan kamar Aqilla tapi melihat kodisi Aqilla yang sedang marah pada nya membuat ia mengurungkan niatnya untuk memasuki kamar Aqilla.
Mungkin sekarang Aqilla sudah tidur dan Aidan tak ingin menganggu istirahat Aqilla.
Dengan raut lesu, Aidan berjalan memasuki kamarnya.
Selesai membersihkan tubuhnya, Aidan kini sudah berbaring di ranjanganya.
Matanya masih belum bisa terpenjam karena memikirkan apa yang Allea inginkan?? mengapa ia kembali dan mengapa ia harus berlari saat Aidan mengejarnya.
Padahal Aidan hanya ingin mengetahui apa yang membuat Allea pergi dihari pernikahan mereka, itu saja.
__ADS_1
Aidan mengambil ponsel yang ia taruh dinakas dan melihat sebuah foto pernikahan nya dengan Aqilla.
Disana ia melihat Aqilla tersenyum bahagia bersanding denganya, berbeda denganya yang terlihat murung.
Bagaimana tidak murung jika ia menikahi wanita yang tidak ia cintai.
Tapi kini sudah berbulan bulan usia pernikahan Aidan dan Aqilla, kini Aidan sudah mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan Aqilla.
Dan setelah kejadian tadi siang di Mall, Aidan berharap tidak akan membuat Aqilla berubah sikap pada Aidan. Cukup lama memikirkan apa yang baru saja ia alami akhirnya Aidan memejamkan mata ke alam mimpinya.
....
Pagi hari Aidan bergegas bangun dan segera mandi, setelah selesai memakai setelan kantornya, ia buru buru keluar untuk menemui Aqilla, hari ini ia ingin meminta maaf pada Aqilla atas apa yang terjadi kemarin.
Betapa kecewanya Aidan melihat apartemennya sudah kosong dan tak menemukan Aqilla disana, ia hanya menemukan sarapan pagi kesukaan Aidan yang sudah disiapakan dimeja makan tanpa ada Aqilla disana.
"Mungkin Qilla ada jam pagi lagi" batin Aidan mencoba menenangkan pikiranya karena akhir akhir ini memang Aqilla sering berangkat lebih awal.
...
Dikantor Aidan nampak tak fokus dalam pekerjaanya dan terlihat uring uringan. Sedikit kesalahan yang dilakukan oleh para keryawanya menjadi target amuknya. Membuat para keryawanya sedikit heran melihat sikap bso tampan mereka yang kini tampak galak dan garang setelah menikah.
Karena hari ini ia merasa tak fokus akhirnya Aidan memutuskan pulang lebih awal agar bisa menemui Aqilla.
Entahlah ia merasa sangat bersalah pada Aqilla tentang apa yang terjadi kemarin.
Segera Aidan melajukan mobilnya menuju Apartemen. Sesampainya diapartemen sedikit kecewa karena Aqilla belum juga pulang dan di lirik arloji yang ada ditanganya masih pukul 4 sore padahal biasanya Aqilla pulang kuliah jam 3 sore.
Segera Aidan mendial nomer Aqilla tapi nihil nomer Aqilla tak aktif, Aidan pun memutuskan untuk mencari Aqilla dikampus dan sampai dikampus ia malah semakin terkejut karena mengetahui dari dosen jika hari ini Aqilla tak masuk kekampus, lalu kemana Aqilla pergi ??? batin Aidan nampak mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Aidan melajukan mobilnya menyusuri jalan jalan dikota itu, berharap bisa menemukan Aqilla hingga pukul 8 malam ia sama sekali tak menemukan Aqilla.
Apa Aqilla pergi kemansion mama ?? batumin Aidan tapi ia menggelengkan kepalanya cepat, tidak mungkin Aqilla pergi kesana disaat ia sedang marah karena Aidan yakin Aqilla bukan tipe wanita pengadu.
Cukup lelah akhirnya Aidan memutuskan untuk pulang ke apartemennya dan berharap Aqilla sudah pulang tapi keyataanya sampai diapartemen pun Aqilla belum pulang.
Frustasi akhirnya Aidan ambruk di sofanya dan tanpa ia sadari matanya sudah terpenjam karena saking lelahnya ia hari ini.
Dini hari Aidan terbangun dan terkejut melihat ia tertidur disofa dan masih dengan seragam kantornya.
Ia mengingat jika ia tadi sedang mencari Aqilla, segera ia terbangun hingga menjatuhkan selimutnya.
Selimut ? siapa yang menyelimutinya ??? batin Aidan.
Aidan bergegas membuka kamar Aqilla dan berharap ssudah terkunci tapi nyatanya pintu Aqilla tak terkunci membuat Aidan mendesah lelah karena jika pintu nya tak terkunci berarti Aqilla masih belum pulang tapi nyatanya Aidan melihat Aqilla sudah terlelap diranjang nya.
Aidan mendekati Aqilla dan merasakan lega yang luar biasa melihat istrinya pulang.
Aidan nampak duduk disamping Aqilla yang berbaring tidur.
"Maafin aku Qilla" ucap Aidan lirih sambil mengelus pipi Aqilla, melihat Aqilla tertidur memberikan kenyamanan sendiri bagi Aidan karena wajah Aqilla terlihat teduh dan sangat polos.
Setelah puas memandangi wajah istrinya Aidan mengecup dahi Aqilla tanpa ragu.
"Good night my wife, sweet dream" bisik Aidan ditelingga Aqilla kemudian Aidan bangkit dan meninggalkan Aqilla.
Diluar Aidan tersenyum menyadari jika yang menyelimuti ia tadi adalah Aqilla istrinya.
**Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaa** ,