MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
52


__ADS_3

Pagi itu suasana meja makan tampak hening, meskipun anna dan zen sarapan bersama tapi keduanya memilih diam dan fokus pada sarapannya masing masing.


Anna yang merasa jenggah karena didiamkan oleh zen sejak bangun tidur akhirnya memulai pembicaraan.


"Hari ini aku akan kekampus untuk meminta cuti melahirkan" ucap anna sambil terus menikmati sarapanya .


"Tak perlu, pang pang sudah mengurusnya" ucap zen tenang.


"Baguslah, aku tak perlu repot repot kekampus!!" ucap anna dengan nada sedikit jengkel karena tidak puas mendengar jawaban zen.


"Aku berangkat dulu!!!" ucap zen berdiri kemudian mengecup kening anna sebentar sebelum akhirnya ia melenggang pergi keluar mansion.


Anna sedikit jengkel dengan sikap zen yang terasa dingin, seharusnya ia yang marah bukan ??? kenapa malah sebaliknya !!! apa susi kemarin mengadukan pada zen jika ia memasuki ruangan zen, batin anna kemudian pergi kekamarnya tanpa menghabiskan sarapannya.


Didalam kamar anna mengomel tak jelas, ia dia kesal sangat kesal.


"Sabar anna, bukannya malah bagus jika seperti ini ia bisa bebas menggeledah seisi mansion agar ia bisa mengetahui segalanya!!" batin anna kemudian tersenyum smirk.


Anna keluar kamar dan melihat susi tampak sudah rapi.


Sepertinya ia akan keluar batin anna.


"Mau kemana kamu??" tanya anna.


"Saya mau kepasar nona, membeli bahan untuk makan hari ini, apakan nona mengingginkan sesuatu???" tanya susi.


"Tidak perlu" ucap anna kemudian meninggalkan susi dan duduk didepan televisi.


Susi hanya mengeryit heran melihat tingkah nonanya itu, sejujurnya susi masih enggan meninggalkan mansion, ia takut jika anna menggeledah ruangan zen lagi, walaupun susi masih belum tau apa maksud anna tapi ia benar benar tak ingin anna melukai zen nantinya.


Sementara itu anna duduk didepan televisi cukup lama dan dilihatnya susi sudah tak ada, mungkin dia sudah berangkat.


"Ini waktunya!!" batin anna bergegas keruangan zen.


Ceklekkkk...


Anna membuka pintu ruangan zen perlahan, keberuntungan bagi anna karena zen tak pernah mengunci pintu ruang kerjanya jadi ia bisa memasuki dengan mudah.


Karena anna masih penasaran dengan isi dari amplop yang ia lihat kemarin, anna segera bergegas menuju laci kecil tempat zen menyimpan amplop kemarin.


Kunci laci pun masih disimpan ditempat kemarin anna menaruh, dengan senyum mengembang anna segera menyambar kunci dan segera membuka laci.


Mata anna berbinar melihat amplop yang masih utuh ditempatnya kemarin, segera anna mengambil sebelum ia ketauan lagi.


Dibukanya amplop warna coklat itu dengan hati hati agar tak merusak amplop sekaligus isinya.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran dan ketidaksabaranya akhirnya ia bisa melihat isi dari amplop itu.


Raut wajah anna yang tadinya sumringah sekarang menjadi sedikit kecewa melihat isi dari amplop itu.


Dibacanya satu satu isi amplop itu dan ternyata hanyalah surat perjanjian antara perusahaaan zen dan perusaan lain yang bekerja sama dengan zen, padahal anna sempat yakin ia bisa menemukan sesuatu disini.


Anna menutup lagi amplop itu dan segera mencarinya tapi nihil dilaci ia tak mendapatkan apapun selain surat surat perjanjiaan perusahaan zen.


Tak menyerah, anna kembali mencari ditempat lain dan masih diruang kerja zen dan hampir satu jam anna mencari ia tak menemukan apapun.


Lelah dan bertambah kesal karena ia sudah mendengar suara susi dibawah yang artinya susi sudah kembali dari pasar.


"Aaarggggghhhhhhh" geram anna jengkel kemudian keluar dari ruangan zen sebelum susi mengetahuinya dan mengadukanya pada zen.


Ditempat lain tampak zen sedang duduk dan tersenyum melihat sebuah video kejengkelan wanitanya yang berusaha mengobrak abrik ruanganya.


Ya zen memang sudah menempatkan cctv dibeberapa bagian diruang kerjanya dan langsung tersambung pada laptop yang zen gunakan.


Setelah zen mendapatkan kabar dari susi jika anna menggeledah ruang kerjanya zen memang langsung mengutus anak buahnya untuk memasang cctv dan semalam setelah ia pulang dari kantor zen langsung memasuki ruang kerjanya untuk menyimpan beberapa dokumen penting terkait dengan keluarganya anna.


Ya amplop yang anna lihat kemarin berisi paspor keluarga anna yang disita oleh zen agar keluarga anna tak bisa pergi kemana mana apalagi untuk menemui anna.


Zen menyimpan semua berkas yang terkait dengan keluarga anna dibrangkas miliknya yang hanya diketahui oleh zen dan hanya bisa dibuka dengan sidik jari zen.


Semua demi anna dan calon buah hati mereka.


Dan untuk masalah pagi tadi ia yang sedikit dingin dengan anna , sejujurnya zen tak tega bersikap seperti itu tapi mau bagaimana lagi, jika ia berbaik hati pada anna dan bersikap ramah mungkin anna akan merenggek pada zen untuk meminta penjelasan tentang keluarga anna lagi dan zen tau zen belum siap melakukan itu.


\*\*\*\*\*


"Maaafkan aku lisa jika untuk sementara ini aku akan jarang menemuimu" ucap roni tampak memelas duduk disebuah kursi taman.


Siang ini roni memang menghubungi lisa untuk datang menemuinya ditaman biasa mereka bertemu.


"Kenapa kak??? apa kakak harus keluar kota lagi???" tanya lisa tampak cemas.


"Bukan , aku sedang dihukum oleh tuan zen" ucap roni lirih.


"Apaaa??? apa yang kakak lakukan hingga mendapatkan hukuman dari tuan zen???" tanya lisa mulai khawatir .


"Aku menelepon tuan zen dan ternyata yang mengangkat nona anna, dan aku sudah mengatakan banyak hal pada nona anna padahal seharusnya nona anna tak boleh mengetahui ini!!" aku roni tampak lesu.


"Ya ampun kenapa bisa gitu sih kak??? trus kakak dikasih hukuman apa ??" tanya lisa.


"Aku tak boleh menemui mu selama satu bulan" ucap roni lirih .

__ADS_1


"hahahhaaha" seketika tawa lisa meledak membuat roni sedikit kesal.


"Kok malah dketawain sihh" ucap roni sebal.


"maaf kak, reflek, lagian hukumanya gitu aja aku pikir kakak bakalan disuruh pindah dari kota ini" ucap lisa sambil merasa geli.


"Ya ampun lisa satu minggu enggak ketemu aja udah kangen banget gimana kalau sebulan, emang kamu enggak kanget gitu sama aku " ucap roni manja.


"Ya kangen kak, tapi mau bagaimana lagi, seegaknya hukumanya cuma kayak gitu kak, aku malah mikirnya kakak dihukum kayak aku dulu, " ucap lisa masih geli.


"Padahal aku berharap bisa dihukum kayak kamu dulu, " ucap roni sambil terkekeh membuat lisa tampak cemberut.


"Maksudnya dihukumnya sama kamu" ucap roni sambil tersenyum nakal dan reflek lisa memukul lengan roni.


"Aduhhhh , sakit sayang, dicium kek malah dipukul" keluh roni sedikit cemberut .


"Terus kalau satu bulan nggak boleh ketemu , kamu bakalan ditugasin kemana??" tanya lisa.


"Aku masih belum tau, semoga saja tuan zen berbaik hati enggak sampai satu bulan bisa nemui kamu ya sayang" ucap roni lembut sambil mengelus rambut lisa membuat lisa merona.


"Iya, kamu jaga diri baik baik ya" ucap lisa.


" Iyaa sayangku, yukk aku anter pulanh sebelum tuan zen pulang, nanti kalau ketauan malah ditambah hukumanya" ucap roni membuat lisa terkekeh.


Keduanya tampak berjalan meninggalkan taman menuju mansion zen yang jaraknya tak jauh dari taman itu.


🍂🍂🍂🍂


Bersambung....


hay semua....


maafkan author yang sekarang jarang menyapa hehe...


kadang author sedih melihat komen yang minta up banyak , dan author masih belum bisa mengabulkan itu...


maaafkan authormu ini readersss...


terimakasih buat yang masih setia baca cerita aku..


dan semoga kita semua diberikan kesehatan dan terhidar dari penyakit corona yang sekarang sedang mewabah diseluruh dunia termasuk indonesia yang sudah terkena wabah itu.aamiiin ya allah.


dan jangan lupa pula like vote dan koment yaaa....


thankyouuu readerssss 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2