MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 3


__ADS_3

Setelah acara sureprize lamaran berhasil tak menunggu waktu lama untuk keluarga aidan datang ke keluarga allea untuk lamaran resmi karena aidan ingin segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


Pernikahan aaidan dan allea akan diadakan satu minggu lagi, dihotel mewah yang sudah dibooking oleh zen dan anna serta wedding organizer, agar acara mereka lancar mewah dan meriah karena aidan adalah putra satu satunya pastilah anna dan zen akan membuat kenangan dipesta putranya itu.


Aidan terlihat mondar mandir sambil memengangi ponselnya.


"Kamu ngapain sih nak??" tanya anna yang melihat putranya tampak gelisah.


"Allea kok susah banget dihubungi ya mah, " ucap aidan sambil terus mengontak atik ponselnya.


"Mungkin lagi sibuk sayang, lagian kan bentar lagi pernikahan pastilah allea perawatan dulu biar besok pas hari H pernikahan kalian dia terlihat cantik" ucap anna mencoba memberi pengertian pada putranya itu.


"Iya mungkin ya mah, tapi kan harusnya bilang dulu biar aku nya nggak khawatir" ucap aidan.


"Duhh... anak mamah udah besar udah bisa khawatirin ceweknya deh, mama jadi cemburu" ucap anna mengoda aidan.


"Mamah, apa sih,!!! mama itu tetap nomer satu buat aidan" ucap aidan menghibur mamanya.


"Duhhh makasih sayang, bagi mama yang penting aidan bahagia hmm" ucap anna memeluk putranya itu yang tak terasa sudah dewasa dan sebentar lagi akan memberikanya cucu.


....


Satu minggu berlalu, hari ini adalah hari pernikahan aidan dan allea.


Rencana ijab kabul akan diadakan hari ini pukul 9 pagi disebuah masjid dekat dengan mansion zen dan pesta pernikahan akan diadakan malam hari pukul 7 sampai selesai.


Pagi ini aidan beserta keluarganya tampak sibuk mempersiapkan diri mereka.


Begitu juga dengan aqilla dan roni yang juga ikut mempersiapkan diri karena mau bagaimana pun mereka sudah menjadi bagian dari keluarga zen.


"Kamu baik baik saja sayang, ayah liatin dari tadi kok putri cantik ayah ini murung terus ???" tnya roni melihat aqilla yang terasa berbeda.


"qilla baik kok yah, seneng aja akhirnya ayah pulang, jadi besok kita bisa ke makam bunda, udah lama yah kita nggak kesana" ucap aqilla pada roni.


"Iya sayang, besok pagi kita kesana, udah ahh jangan cemberut lagi nanti jadi nggak cantik lagi putri ayah ini" goda roni pada putrinya.


"Hmm ayah pinter banget ngombalnya" ucap qilla membuat keduanya terkekeh.


...

__ADS_1


Tepat pukul 9 pagi acara ijab kabul akan dimulai, terlihat zen dan keluarganya sudah berkumpul dimasjid akan diadakanya ijab kabul.


Tak lupa beberapa rekan dan juga penghulu yang sudah hadir disana.


Sudah pukul 9 lewat tapi allea beserta keluarganya belum nampak.


Beberapa kali zen sibuk mendial nomor kai karena ia merasa tak enak pada penghulu yang sedari tadi sudah menunggu.


Tepat pukul 10 pagi , kai dan tania datang kemasjid tanpa allea dan keluarga yang lain membuat orang orang yang sudah menunggu menjadi heran, kemana allea???


Kai terlihat sedikit pucat dan tampak putus asa mencoba mendekati zen yang bertanya tanya kemana allea.


Segera kai membisikan sesuatu pada zen dan langsung membuat zen geram tanpa sadar memukul pipi kai membuat semua orang yang disana menjerit histeris.


"Apa kau tak bisa mendidik putrimu !!! , bisa bisanya dia mempermalukan keluargaku!!!"ucap zen yang lantas membuat semua orang binggung dan langsung mendekati zen dan kai.


Kai sendiri jatuh dan langsung dihampiri oleh tania istrinya yang terlihat menangis.


"Pah , ada apa ini, apa yang terjadi??" tanya aidan kebingungan melihat papahnya memukul calon mertuanya.


"Apa yang terjadi zen hingga membuatmu semarah ini??" tanya anna.


"Sudah sudah... " ucap anna tampak memeluk zen untuk meredakan amarah zen.


Sedangkan aidan sedari tadi masih terlihat binggung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Aidan pun menghampiri kai papa mertuanya.


"Apa yang terjadi om??" tanya aidan yang sudah rapi dengan balutan baju pengantin warna putih itu.


"Maafkan om aidan, om tak bisa mendiidik allea dengan benar hingga membuat malu seperti ini??" ucap kai tampak frustasi.


"Apa yang telah allea lakukan om??? mengapa ia tak datang kesini bersama om dan tante??" tanya aidan lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban.


"Dia hanya meninggalkan ini dikamarnya ". ucap kai sambil memberikan selembar kertas pada aidan.


Maafkan allea tak bisa melanjutkan pernikahan ini.....


7 kata dalam selembar surat yang ditinggalkan allea membuat dunia aidan seketika runtuh...

__ADS_1


Bagaimana tidak ??? wanita yang sangat ia cintai ... wanita yang sudah membuatnya tergila gila serta wanita yang sudah membuatnya berani melangkah kepelaminan sekarang sudah benar benar menghancurkan hidupnya.


Hanya dalam satu hari ya hanya dallam satu hari saja segala kebahagiaan aidan seakan akan sirna.


Mengapa allea tega melakukan ini semua itulah yang sedari tadi dipikirkan oleh aidan


Apa salah aidan hingga membuat allea meninggalkanya...


Aidan tampak menjambak rambutnya frusatasi.


"Maafkan om aidan, maafkan om..." ucap kai tampak menyesali.


"Lebih baik kamu dan istrimu pergi dari sini, aku benar benar sudah muakk!!!" ucap zen .


"Berikan kami kesempatan untuk mencari allea dan membawa pada kalian" mohon kai pada zen.


"Kesempatan kamu bilang??? bahkan hari ini akan banyak tamu yang hadir dan banyak dari mereka adalah klien kita, sekarang kamu meminta kesempatan ?? apa kau gilaa!!!" bentak zen penuh emosi.


"Maafkan aku zen, maafkan om aidan, aku benar benar tak menyangka allea akan berbuat sejauh ini" ucap kai sambil mengis sedangkan tania sedari tadi hanya membisu tak mengucapkan sepatah kata pun.


"Sudahlah lebih baik kalian pergi, dan mulai sekarang jangan datang lagi serta batalkan semua kerja sama kita" ucap zen yang membuat kai dan tania terkejut setengah mati.


"Aku mohon zen beri kami kesempatan" ucap kai memohon.


Zen tak menjawab dan tak memperdulikan ucapan kai , zen menyuruh satpam membawa keluar kai dan tania.


Kai dan tania hanya pasrah saja karena memang ini salahnya ya salah mendiidik allea, hingga membuat allea seperti itu.


Aidan hanya duduk tersimpuh dengan mata melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Bagaimana ini ??" tanya zen pada anna.


"Apa sebaiknya kita nikahkan aidan dengan wanita lain saja zen, untuk mengantikan posisi allea karena jika dibatalkan sudah tak ada waktu lagi" ucap anna.


"Lalu dengan siapa ???" tanya zen pada anna.


"Saya bersedia om" ucap suara wanita yang membuat anna dan zen terkejut.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yaaa ,😘😘😘😘😘


__ADS_2