MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
62


__ADS_3

Zen memasuki mansion sambil mengandeng tangan anna.


Diruang tamu sudah ada empat orang yang terlihat pucat dan sedikit panik.


Mereka adalah susi, pang pang dan kedua satpam zen yang duduk berdampingan.


"Tuan.... nona..." sapa susi tampak berdiri diikuti oleh pang pang dan kedua satpam zen.


Zen melirik keempat karyawan mereka yang tampak takut melihat kedatangannya dan anna.


Kemudian zen tersenyum jail.


"Sayang.... masuklah kekamar lebih dulu aku ada urusan dengan mereka sebentar" ucap zen sedikit keras dan didengar oleh keempat orang itu membuatnya semakin pucat.


"Tapi zen ... kamu berjanji akan menjelaskan padaku??" protes anna.


"Istirahatlah lebih dulu , aku akan menjelaskan besok pagi hmmm" ucap zen lembut.


"Nggak... pokonya sekarang!!!" protes anna sedikit kesal.


"Hmm baiklah baiklah ... kalian aman malam ini... tapi tidak untuk besok" ucap zen pada keempat karyawannya itu sambil menyerigai.


Zen kemudian mengandeng anna lagi memasuki kamar mereka.


Susi tampak terjatuh dilantai sambil memeganggi dadanya.


Ia takut benar benar takut jika sampai zen memecatnya.


"Sudahlah ... lebih baik kita istirahat dulu dan menghadap besok pagi!!" ucap pang pang mengeluarkan suaranya.


"Aku takut jika tuan zen memecatku, bagaimana nasib keluargaku" keluh salah satu satpam tampak sedih.


"Nggak, ... gue nggak mau dipecat" ucap susi tampak memeganggi kepalanya.


"Udahlah nggak usah dipikirin dulu, belum tentu tuan zen memecat kita" ucap pang pang sedikit menghibur.


Kedua satpam zen hanya megangguk sedangkan susi masih saja duduk lemas dilantai.


Tampak roni keluar dari arah dapur kemudian mendekati keempat orang yang sedang dilanda cemas itu.


"Wah apa tuan zen belum pulang kok kalian terlihat santai sekali" ucap nya sambil terkekeh membuatnya keempat orang itu spontan mendelik tajam kearah roni.


"Oke oke santai ... gue balik duluan yaa... selamat menikmati sarapan kalian besok pagi, pastikan sekarang kalian tidur nyenyak terlebih dahulu" ucap roni sambil terkekeh kemudian berlari karena melihat pang pang yang geram dan hendak melayangkan jitakan pada roni.


Sementara itu dikamar, anna tampak masih menunggu zen yang sedang mengambil sesuatu dibrangkas kamar mereka.

__ADS_1


Anna tau jika zen memang memiliki brangkas dikamar mereka tapi anna juga tak mengetahui password brangkas itu, jadi anna tak mengetahui apa isi dari brangkas itu.


Zen mendekati anna dan tampak membawa sebuah album foto.


Anna sedikit heran untuk apa zen membawa album foto yang terlihat sudah lama tapi masih terawat itu.


"Kamu janji dulu sama aku, kalau kamu tau semuanya , jangan banyak pikiran dan kamu harus tetep fokus sama kehamilan kamu ya sayang" ucap zen lembut .


"Iya , aku janji zen " ucap anna tampak tak sabar.


"Jujur aku masih takut cerita segalanya sama kamu, tapi aku lebih takut jika kamu tidak mengetahui kebenaranya malah kebalikanya dari orang lain yang mungkin membuat hubungan kita rusak!!" ucap zen.


"Maka dari itu ceritakan sekarang zen biar aku lebih tenang" ucap anna.


"Hmm... apa kamu ingat siapa mereka ??" tanya zen memperlihatkan satu lembar foto lama yang terlihat sepasang suami istri dan anak kecil perempuan dengan rambut ponytailnya sementara itu tampak anak laki laki yang tampak tersenyum bahagia.


Anna tampak menginggat foto itu, anna merasa sangat dekat dengan mereka tapi anna sediri tak tau mereka siapa.


Anna menggelengkan kepalanya tanda tak mengingat apapun.


"Mereka orangtuamu anna, dan gadis kecil ini kamu sementara anak laki laki ini aku" ucap zen dan terlihat raut terkejut diwajah anna.


"Dan ini, dokter vano yang memeriksamu dulu, ini susi pembantu kita, mereka teman temanku sewaktu aku tinggal dipanti"ucap zen lagi tampak memperlihatkan sebuah foto lain.


"Ya anna, hendra itu adalah adik dari papahmu, dia om mu " ucap zen.


"Tapi kenapa aku tak menginggat semuanya zen???" tanya anna tampak suaranya ingin menangis.


"Karena kamu mengalami amnesia anna," ucap zen merasa kacau.


"Amnesia???" tanya anna tambah binggung.


"Ya sewaktu kamu kecil, kamu mengalami kecelakan mobil bersama kedua orangtuamu, hanya kamu yang selamat tetapi kamu mengalami amnesia sedangkan kedua orangtuamu meninggal ditempat kejadian" ucap zen dengan nada berat.


"Jadi selama ini aku tinggal bersama om dan tante ku bukan papah dan mamah kandungku??" tanya anna masih tak percaya.


"Ya anna, dulu aku hanyalah anak panti yang sering dibully oleh teman teman disekitar panti dan kamu menolongku waktu itu, sejak saat itu kita berteman dan aku sering main kerumahmu, orangtua mu dulu sangat menyanyangi ku dan makam yang kita datangi kemarin adalah makam kedua orangtuamu" ucap zen sedikit berkaca kaca.


"Tapi mengapa papah dan mamah tak menceritakan ini semua padaku??" tanya anna sudah mulai menangis.


"Karena mereka yang menyebabkan orangtuamu meninggal anna" ucap zen dengan tangan terkepal.


"Nggak ... nggak mungkin mereka sejahat itu, mereka menyanyangi ku zen.. nggak mungkin mereka ngelakui hal sekotor itu!!" ucap anna tak percaya.


"Anna percayalah padaku, apapun yang aku ceritakan ini benar adanya !!! setelah kecelakaan kamu dibawa om hendra untuk pindah keluar kota dan sejak saat itu aku tak pernah bisa menemuimu, sampai akhirnya aku diangkat oleh orang kaya yang membuatku bisa menjadi sekarang ini, dan aku menyewa detektif untuk menyelidiki kasus kecelakaan itu hingga aku mendapatkan jawaban dari semua kecurigaan ku!! percayalah anna" ucap zen tampak frustasi.

__ADS_1


"Enggak mungkin!!" ucap anna masih tak percaya.


"Inilah yang membuatku ragu untuk menceritakan segalanya padamu anna!!., kamu mungkin menganggapku pembual.. tapi memang ini kenyataannya" ucap zen frustasi.


"Maafkan aku zen , aku hanya masih tak percaya dengan kenyataanya" ucap anna menghentikan tangisnya.


"Istirahatlah sayang.. dan kapanpun kamu ingin mendengar segalanya lagi akan aku ceritakan padamu" ucap zen yang kemudian diangguki oleh anna.


Anna tampak berbaring disamping zen kemudian dengan hati hati zen menyelimuti anna.


"Aku harap jangan membuatmu menjadi rapuh sayang, aku benar benar tak ingin sesuatu terjadi pada mu dan anak kita" ucap zen kemudian mengecup dahi anna.


Zen kemudian memeluk anna hingga keduanya tertidur.


......


Paginya tampak roni sudah memasuki ruang kerja zen.


Terlihat zen sudah menunggunya dikursi kebesarannya.


"Jadi bagaimana ??" tanya zen ketika melihat roni mendekati zen.


"Seperti yang sudah kita duga sebelumnya tuan, memang dia yang membuat kedua satpam tertidur dan hendra bisa memasuki mansion " ucap roni .


"Wah aku tak menyangka mereka secerdik itu" ucap zen tampak menyerigai.


"Jadi siapa dalang dibalik ini semua??" tanya zen lagi.


"Rio adik dari kai tuan, dia adalah mantan kekasih nona anna" jelas roni pada zen .


"Woow... dunia sesempit ini ternyata" ucap zen tampak terkekeh.


"Jadi apa rencana kita tuan???" tanya roni.


"Hmmm aku kupikirkan dulu dan sepertinya sekarang waktunya kita untuk bermain main sedikit untuk hiburan pagi kita" ucap zen tampak menyerigai.


"Baiklah tuan saya mengerti, sepertinya sebentar lagi mereka akan masuk" ucap roni.


Dan seperti dugaan, baru saja roni selesai mengatakanya pintu ruangan zen terdengar diketuk.


Masuklah keempat tersangka yang terlihat pucat ketakutan membuat zen dan roni yang melihatnya menjadi terkekeh.


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen readers....

__ADS_1


__ADS_2