MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 23


__ADS_3

Aqilla nampak murung diatas bed klinik, tampak Aidan mencoba menghibur, mengetahui apa yang dirasakan istrinya.


"Sabar sayang, lagian kita ngelakuinya juga baru beberapa kali juga kan, masa iya secepet itu bisa langsung hamil" hibur Aidan pada Aqilla yang masih kecewa karena ternyata belum hamil.


"Aku pasti udah ngecewain Papah sama Mamah" ucap Aqilla lirih sambil menunduk.


"Apa sih sayang, enggaklah , mereka pasti ngerti juga, udahlah nggak usah mikirin itu, aku nggak mau kamu jadi tambah sakit ntar" ucap Aidan sambil mengelus rambut istrinya.


Aqilla hanya mengangguk paham. Sementara itu Anna sudah menyusul Zen memasuki mobil.


"Sudahlah sayang, jangan terlalu kecewa!! KAsian Aqilla pasti nanti dia tertekan" ucap Anna mencoba memberi pengertian pada Zen.


"Hmmm... " jawab Zen sambil melihat kearah luar.


"Maafin aku ya... pasti gara gara aku nggak bisa ngasih Adik buat Aidan dan kamu ngerasa kurang" ucap Anna lirih sambil menunduk membuat Zen terkejut dan merasa bersalah.


"Sayang.....udah ...." ucap Zen seketika membawa Anna dalam dekapanya.


"Aku ngerasa semua ini karena aku !!" ucap Anna tak terasa meneteskan air matanya.


"Enggak... ini bukan salah kamu!! Maafin aku, aku yang terlalu ingin segera menimang cucu tapi malah membuatmu berpikiran seperti ini, Maafin aku sayang" ucap Zen nampak mengelap Air mata Anna.


Anna hanya mengangguk saja, "Udah ya jangan dipikirin lagi ya sayang..." ucap Zen kembali mendekap Anna dan mencium kening Anna.


Tak berapa lama Aqilla dan Aidan nampak keluar dari klinik.


"Duh mama sama papa masih sweet aja" ucap Aidan yang tak sengaja melihat orangtunya berpelukan membuat Anna sedikit malu.


"Ya dong, emang kamu aja yang bisa kayak gini, mama sama papa juga bisa dong" ucap Zen mencemooh membuat Aidan terkekeh geli dan Aqilla hanya tersenyum simpul.


"Sayang ... emang dokter udah nyuruh kamu pulang ???" tanya Anna pada Aqilla.


"Udah kok Ma, Aqilla cuma kecapekan" ucap Aidan yang kemudian diangguki oleh Aqilla.


"Iya Mah... Aqilla udah nggak apa apa, maafin Qilla ya mah pah, udah bikin panik" ucap Aqilla merasa tak enak.


"Nggak apa apa sayang" ucap Anna.

__ADS_1


"Makanya kamu juga Aidan, jangan terlalu menforsir Aqilla, kasian kan " ucap Zen tiba tiba memarahi Aidan.


"Ahh Papa kayak nggak pernah muda aja" ucap Aidan mengoda Zen.


"Kamu ini... Dasar... " ucap Zen menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Aidan.


Aidan dan Aqilla pun memasuki mobil Alpard milik Zen dan kini mobil itu sudah meluncur meninggalkan klinik.


"Yakin mau langsung dianter ke apartemen?? engga nginep dimansion lagi aja???" tanya Anna.


"Iya ma, kapan kapan lagi nginep di mansion" ucap Aidan.


Sesampainya didepan Apartemen..


"Papa Sama mama yakin nggak mau mampir dulu ?!" tanya Aidan.


"Enggaklah !! papa sama mama juga butuh Qtime buat berduaan" ucap Anna .


"Mama nih... udah tiap hari juga berduaan terus" protes Aidan.


"Maafin aku sayang, aku janji setelah proyek aku ini selesai aku bakalan benar benar berhenti kerja" ucap Zen membujuk Anna.


"Haduh malah meloww gini, udah ahh mah pah Aidan sama Aqilla masuk dulu yaa... papah sama mama hati hati " ucap Aidan nampak salim dan memeluk kedua orang tuanya tak lupa Aqilla juga melakukan hal yang sama.


Sesampainya diapartemen Aidan nampak masih mengkhawatirkan Aqilla, saat Aqilla hendak kekamar mandi pun Aidan dengan setia menemani karena takut Aqilla kenapa napa. Dan saat Aqilla ingin mengambil air kedapur pun dengan sigap Aidan berlari lebih dulu mengambilkan air minum untuk Aqilla sambil sesekali mengomel karena Aqilla tak menyuruhnya saja.


Aqilla nampak bahagia dengan perhatian dan sifat posesif Aidan. ya Aqilla benar benar merasa bahagia dan bersyukur sekarang.


Malam tiba, setelah selesai makan malam, kini Aidan sudah tertidur lebih dahulu sedangkan Aqilla masih belum bisa memejamkan mata padahal besok ia harus menyiapkan sarapan untuk Aidan dan mulai berangkat kuliah, entahlah ia merasa perasaan nya sangat tidak nyaman, ia merasa takut akan terjadi hal buruk esok pagi.


Karena jenuh tidak segera memejamkan mata dan sendirian karena Aidan sudah tidur, Aqilla memutuskan mengambil ponsel yang ia charger dan sedikit terkejut karena ada hampir 15 panggilan tak terjawab dari roni ayahnya.


Serta 1 pesan dari ayahnya.


Aqilla sayang... kamu apa kabar ??? ayah kangen... jaga kesehatan ya ... jangan telat makan ... apapun yang terjadi Aqilla harus tetap jadi istri yang baik ... ayah sayang banget sama Aqilla.


Itulah pesan yang dikirimkan ayah Aqilla, sedikit heran karena tak biasanya Ayah roni mengatakan hal sedetail itu.

__ADS_1


Aqilla sadar karena akhir akhir ini sering bersama Aidan hingga ia jarang menghubungi sang ayah, Akhirnya Aqilla memutuskan untuk menelepon balik sang ayah namun sayang ponselnya tak aktif. Setelah mencoba berkali kali dan gagal akhirnya Aqilla memutuskan untuk menghubungi besok saja karena tiba tiba rasa kantuknya juga sudah datang.


....


Siang ini entah mengapa dikampus Aqilla merasakan perasaan yang tak nyaman, entah apa yang ia rasakan ia sendiri juga binggung.


Jam kelas berakhir dan masih ada jam kelas lagi tapi masih pukul 2 siang sedangkan kelas selanjutnya dimulai pukul 3 siang.


Aqilla memutuskan membaca novel dan duduk dibawah pohon rindang seperti biasa tak lupa ia membawa snack dan minuman sebagai pendamping.


"Kak Aidan ..." ucap Aqilla terkejut karena Aidan suaminya tiba tiba berada didepan nya dengan raut wajah yang tak bisa ditebak.


"Sayang... pulang yukk. aku udah ijinin kamu sama dosen selanjutnya" ucap Aidan nampak mengelus rambut Aqilla. Merasa aneh untuk Aqilla karena raut sedih yang terlihat dari wajah Aidan.


"Kakak kenapa sih kok tumben ???" Tanya Aqilla yang heran dengan tingkah suaminya.


"Nanti kamu juga tau sendiri kalau sudah sampai... yukk pulang" ucap Aidan .


karena tak ingin berdebat akhirnya Aqilla menurut saja dan mengikuti Aidan berjalan menuju parkiran kampus.


Banyak mata memandang dan rasa iri kala Aidan menggandeng mesra Aqilla saat berjalan, tak banyak juga yang merasa kagum dengan keromantisan Aidan pada Aqilla.


Aqilla memasuki mobil Aidan begitupun Aidan yang langsung melajukan mobilnya keluar kampus.


"Lhoo kok arahnya kesini .. kita mau kemana sih kak ???" Tanya Aqilla pada Aidan .


"Kita ke mansion sayang" ucap Aidan.


"Ada apa sih kak kok tumben ??" tanya Aqilla yang tak dijawab oleh Aidan.


Bersambung....


Hay hay... maff banget kalau up nya telat heheh ....


jangan lupa like vote dan komen gengskuu...


maaaciww

__ADS_1


__ADS_2