MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
70


__ADS_3

Rio duduk disebuah kafe yang terlihat sepi pengunjung.


Sesekali ia melirik jam tangan yang melingkar ditangannya.


Hingga seorang wanita yang sudah ditunggu rio datang dan terlihat terburu buru.


"Maafkan tante rio, tante kena macet jadi telat, nak rio sudah lama nunggu ya??" ucap wanita itu yang tak lain adalah riana.


"Tak apa tante, hari ini rio juga free ,nggak ada kerjaan" ucap rio yang sudah menyelesaikan bangku kuliah s2 nya dan kini telah memegang salah satu perusahaan sang papah.


Rio melihat raut wajah aneh dari riana seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Jadi gimana tante , ada perkembangan apa ?? kapan rio bisa bareng sama anna lagi ??" tanya rio pada riana yang membuat riana terlihat panik dan binggung.


"Anu rio, tante mintaa maaf banget" ucap riana yang membuat rio mengerutkan alisnya.


"Maksud tante ???" tanya rio.


"Om hendra sekarang sudah dipihak zen dan bahkan ia menceraikan tante karena dia tak setuju dengan rencana kita itu" ucap riana sedikit takut.


"Appaaaa!!!" ucap rio dengan nada marah.


"Maaaf nak rio, sekali lagi maafkan tante" ucap riana mulai ketakutan.


"Ya sudah kalau begini berarti rencana kita gagal dan harus tante inget , tante nggak bakal dapetin apapun dari riio" ucap rio tampak berdiri akan meninggalkan riana.


"Nak rio tante mohon, kita bisa melakukanya sendiri tanpa hendra, tante mohon jangan batalin rencana kita hmm " ucap riana tampak memohon.


"Maaf tante, rio sudah terlanjur kecewa dan sepertinya memang sudah tak usah dilanjutkan lagi" ucap rio hendak pergi tapi tangan nya ditahan oleh riana.


"Tante mohon rio jangan sepeeti itu, tante sudah tak punya apa apa lagi sekarang!! apapun akan tante lakukan , tante janji" ucap riana memohon.


"Apapun kan tante ??" tanya rio lagi seperti tertarik dengan ucapan riana.


"Iya apapun yang nak rio minta" ucap riana mantap.


"Baiklah , rio bakalan ngasih kesempatan tante lagi karena rio sudah punya rencana yang sangat bagus " ucap rio tersenyum smirk.


Riana bisa lega akhirnya rio memberikan kesempatan padanya lagi.


Dan sekarang riana bisa mengembalikan dan menikmati apa yang pernah hilang dulu.

__ADS_1


Ya tentu saja menikmati sediri karena hedra suaminya sudah pergi meninggalkanya membawa rian pergi bersamanya.


Riana hanya perlu memikirkan bagaimana menyingkirkan zen dikehidupan anna dan membuat anna kembali dengan rio.


Sedangkan itu anna sedari tadi sudah merasakan mulas mulas ringan, ia juga bolak balik pergi kekamar mandi karena tak tahan merasakan perutnya mulas.


"Nona apa perlu saya telepon tuan , nona sudah kelihatan pucat" ucap lisa nampak khawatir melihat wajah anna yang sedikit pucat dan anna juga mondar mandir masuk kamar mandi sedari tadi.


"Tak perlu, aku masih tak apa! aku tak ingin menganggu zen " ucap anna kembali masuk kekamar mandi lagi meninggalkan lisa.


Lisa yang khawatir akhirnya ia berinisiatif mengirim pesan pada roni agar tuan zen tau keadaaan anna.


Anna keluar lagi dan terlihat mengeluh sepertu merasakan sakit.


"Mungkin sudah waktunya nona, apa perlu saya memesan taksi untuk pergi kerumah sakit??" tanya lisa lagi.


Anna nampak menggeleng kepalanya kemudian duduk diranjanganya dengan wajah pucat.


""Tapi nona sudah pucat sekali" ucap lisa khawatir.


"apa perlu kita kerumah sakit sekarang??" tanya anna pelan.


15 menit berlalu, anna kaget mendengar pintu kamar tiba tiba terbuka dengan suara keras.


Siapa lagi kalau bukan zen.


"Apa yang terjadi ???, apa kamu baik baik saja sayang???" tanya zen cemas melihat anna yang duduk dipinggir ranjang dan terlihat pucat sambil sedari tadi nampak memeganggi perutnya.


"Aku tak apa zen , hanya merasa mulas sedari tadi" ucap anna lirih.


"mungkin sudah waktunya sayang, lebih baik kita kerumah sakit sekarang" ajak zen.


"Tapi kata dokter perkiraan melahirkan masih satu minggu lagi" ucap anna tampak kembali meringgis sambil memeganggi perutnya.


Tanpa kata apa lagi zen langsung mengendong anna ala bridal dan membawa memasuki mobil.


Lisa pun mengikuti zen dari belangkang dan tampak membawa tas cukup besar beisi perlengkapan melahirkan.


Anna hanya pasrah saja karena ia juga merasakan sakit.


Roni tampak membukakan pintu mobil untuk anna dan zen.

__ADS_1


"Kerumah sakit sekarang !! cepat!!!" ucap zen pada roni.


"Baik tuan" ucap roni dengan lisa disampingnya.


Dibelakang zen tampak khawatir dan sesekali mengelus perut anna yang kadang terdengar merintih.


Sesampainya dirumah sakit anna segera dibawa zen ke IGD agar segera ditangani.


Tak berapa lama ada dokter yang datang menanggani anna.


"Nyonya anna masih mengalami kontraksi, tapi belum pembukaan, jadi kita tunggu sampai pembukaan baru bisa ditangani untuk melahirkan, bisa jadi ini masih kontraksi palsu " jelas dokter itu pada zen yang sedari tadi menunggu disamping anna.


"Tapi sedari tadi sudah pucat dan kesakitan , apa nggak ada cara lain dok??" tanya zen tampak khawatir.


"Memang seperti itu prosedurnya pak" ucap dokter itu sambil tersenyum melihat kekhawatiran zen pada istrinya.


Setelah dokter keluar , anna terlihat tersenyum melihat zen yang menghkawatirkan dirinya.


"Bagaimana sayang?? dedek maaih belum bisa keluar" ucap zen pada anna.


"Aku sudah tak apa zen , tadi memang merasakan sakit dan mulas tapi hanya sebentar trus hilang " ucap anna.


"Tapi tadi kamu terlihat pucat" ucap zen.


"Aku bolak balik kamar mandi itu yang mungkin bikin pucat" ucap anna.


"Apa benar sudah tak apa??" tanya zen lagi.


"Iya syaang" ucap anna sambil tersenyum.


Zen tampak menghela nafas lega.


"Besok lagi jika merasakan sesuatu segera hubungi aku, jangan seperti tadi " ucap zen kesal.


Anna hanya tersenyum nyengir.


Mau bagaimana pun zen ingin menjadi suami siaga untuk anna.


Selalu disamping anna disaat saat dibutuhkan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2