
Aqilla berjalan lesu menuju apartemenya dan betapa terkejutnya ia melihat Aidan suaminya tertidur disofa dengan kondisi yang sangat berantakan, segera Aqilla masuk ke kamarnya untuk mengambil selimut dan menyelimuti Aidan.
Dilihatnya raut wajah Aidan yang terlihat sangat kusut dan lelah.
Apa Aidan mencarinya ??? ahh mana mungkin Aidan mencarinya batin Aqilla kemudian memasuki kamarnya dan mandi karena seharian ini Ia sangat lelah berjalan jalan menghibur dirinya sendiri.
Ya sejak bangun pagi tadi Aqilla memang berencana membolos kuliahnya untuk hari ini saja karena jujur ia masih merasa sangat sakit hati dengan perlakuan Aidan.
Ia hari ini pergi kemakam bunda nya walaupun tanpa sang ayah. Selesai ke makam bunda ia memang berjalan jalan ke kampung halaman bunda nya untuk sekedar silaturrahmi ketempat saudara bunda nya hingga terlalu asik disana sampai ia lupa jika ia harus pulang.
Hari ini Aqilla pulang cukup larut, karena ia pikir Aidan masih pergi untuk menemui mantan calon istrinya itu, jadi ia pikir Aidan tak akan mencarinya.
Selesai mandi Aqilla segera merebahkan badan nya ke ranjang. Ia mencoba memejamkam mata tapi hasilnya nihil, ia masih saja belum bisa tidur hingga sebuah suara mengejutkanya.
Suara seseorang yang tengah membuka pintu kamar Aqilla dan Aqilla tau itu pasti Aidan, segera Aqilla pura pura memejamkan matanya karena jujur Aqilla masih sangat sakit hati dengan Aidan.
Aqilla merasakan suara langkah kaki Aidan yang mendekatinya, dan kini Aidan sudah duduk disamping Aqilla yang tengah pura pura tidur membuat jantung Aqilla berlompatan karena ia tak tahu apa yang akan dilakukan Aidan padanya.
"Maafin aku Qilla " ucap Aidan yang bisa didengar oleh Aqilla membuat Aqilla sangat terkejut, apa yang baru saja ia dengar , Aidan meminta maaf padanya.
Hening setelahnya, Aqilla tak mendengar apapun lagi hingga sebuah bibir kenyal nampak mendarat di dahi nya.
Jujur saat itu juga Aqilla ingin membuka matanya dan memeluk Aidan , melupakan segala sakit hati yang ia rasakan, tapi tunggu, Aqilla masih ingin memberikan pelajaran pada Aidan.
"Good night my wife, sweet dream" bisik Aidan ditelingga Aqilla setelahnya Aqilla merasakan Aidan sudah pergi meninggalkan kamarnya.
Aqilla membuka matanya lebar lebar dan dia sangat sangat tak menyangka Aidan mengucapkan itu.
Jujur Aqilla sangat bahagia mendengar ungkapan dari Aidan tapi Aqilla juga harus ingat jika Ia hanya pelarian untuk Aidan.
Ya hanya pelarian saja, Aqilla harus menjaga hatinya, Aqilla tak boleh baper agar nantinya ia tak tersakiti lagi seperti kemarin.
Dengan senyum mengembang Aqilla pun memejamkan matanya menuju alam mimpi.
...
Pagi hari, seperti biasa Aqilla menyiapkan sarapan untuk Aidan, setelah kejadian semalam Ia memang sudah tak ingin menghindari Aidan lagi. Mau bagaimanapun Aidan tetap suaminya dan Ia juga harus menghormati Aidan sebagai suaminya.
__ADS_1
"Aqilla..." panggil Aidan yang baru saja memasuki dapur tempat Aqilla memasak, sudah lengkap dengan setelan kantornya.
"Hmmm, Qilla udah siapin sarapan buat kak Aidan, Qilla mau mandi dulu, kak Aidan nggak usah nungguin Qilla," ucap Aqilla kemudian meninggalkan Aidan yang nampak menghela nafas kecewa.
"mungkin Aqilla masih marah" batin Aidan .
....
Selesai bersiap siap, Aqilla keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan, dilihatnya Aidan masih duduk disana dan makanannya masih utuh.
"Aku nungguin kamu" ucap Aidan sambil tersenyum dam Aqilla tak mengubris ucapan Aidan malah langsung menyantap sarapanya.
"Kamu masih marah hmm??" tanya Aidan sambil mengenggam tangan Aqilla membuat Aqilla merasa kikkuk.
"Engg .. ennggak... ngapain Qilla marah ??" jawab Aqilla mencoba santai.
"Aku tau kamu marah, maafin aku yaa gara gara aku kemarin kita gagal nonton" ucap Aidan merasa bersalah.
"Nggak apa apa kak, lagi pula aku juga nggak penting juga buat kak Aidan kan ??" ucap Aqilla sambil tersenyum dan entah mengapa ucapan Aqilla itu membuat Aidan merasakan nyeri dihatinya.
"Enggak gitu Aqilla,..." ucap Aidan mencoba meyakinkan Aqilla.
...
Aidan berangkat dengan wajah lesu, Ia benar benar tak semangat pagi ini.
Apa yang harus ia lakukan agar bisa membuat Aqilla memaafkanya.
"Boosss..." panggilan salah satu detektif nya membuyarkan lamunan Aidan.
"Kami sudah menemukan nona Allea boss" ucap salah satu detektif itu karena sedari tadi tak ada jawaban dari Aidan.
"Dimana dia ??' tanya Aidan malas.
"Non Allea disebuah perkampungan kecil diluar kota boss, dan kami juga sudah mengetahui Alasan Non Allea meninggalkan hari pernikahanya boss" jelas nya.
"Tak perlu kau ceritakan padaku, aku akan menanyakan langsung padanya, yang penting berikan alamatnya padaku, aku ingin menemuinya" ucap Aidan tegas.
__ADS_1
"Baik boss... ini data alamat yang kini ditinggali oleh non Allea." ucap Sang detektif sambil memberikan sebuah amplop coklat.
"Baiklah, pergilah!! Aku akan mentransfer bayaranmu" ucap Aidan .
"Baik bosss terimakasih" ucap sang detektif kemudian pergi meninggalkan ruangan Aidan.
Aidan masih malas membuka isi amplop dan hanya membiarkan saja tergeletak di meja nya . Sekarang dipikiran Aidan hanya mencari tahu bagaimana Aqilla bisa memaafkanya itulah yang sedari tadi dipikirkan oleh Aidan.
....
"Mama kok tumben nyamperin ke kampus ??" tanya Aqilla yang terkejut melihat kedatangan mama nya kekampus.
"Mama kangen tau... kalian ini habis nikah malah nggak pernah nenggokin mama " ucap Anna cemberut.
"Maaf ma, akhir akhir ini Aqilla sibuk sama tugas kampus, kak Aidan juga sibuk sama kerjaan kantor" ucap Aqilla berbohong karena tak ingin Anna khawatir.
"Hmm gitu... apa hubungan kamu sama Aidan baik baik saja??" tanya Anna.
"Baik kok ma, " ucap anna .
"kamu nggak lupa kan sayang kalau besok Aidan ulang tahun ??" tanya Anna pada Aqilla.
"Enggak kok ma, tadi pagi Aqilla malah udah pesen kue buat kak Aidan" ucap Aqilla karena memang ia mengingat hari ulang tahun suaminya itu dan Aqilla memang berencana ingin memberikam kejutan suaminya walaupuan sebenarnya ia masih marah tetapi hari Istimewa Suaminya tak boleh dilewatkan.
"Syukur kalau kamu inget, duhh beruntung banget Aidan punya istri perhatian kayak kamu" ucap Anna bangga.
"Tapi kak Aidan nggak bahagia ma, sama Aqilla" batin Aqilla kembali merasakan perih hatinya.
Cukup lama berbincang bincang dengan Aqilla, Anna pun memutuskan untuk pulang.
"Jangan lupa besok ajak Aidan makan malam dirumah ya sayang, mama tungguin" ucap Anna sebelum memasuki mobilnya.
Aqilla nampak melambaikan tangan pada Anna yang kini mobilnya sudah melaju meninggalkan area kampus.
Aqilla menghela nafas lelah, bagaimana ia bisa melupakan hari spesial seseorang yang sejak dulu dihatinya itu...
**BERSAMBUNG....
__ADS_1
JAngan lupa like vote dan komen... makasih readerss**