
Hendra tampak mengemudikan mobilnya dan dilihatnya istrinya masih saja cemberut tampak kesal.
"Sayang... seharusnya kamu tak seperti itu tadi " ucap hendra memulai obrolan.
"Kok kamu jadi ngebelain anna sihh" ucap riana kesal.
"Bukanya ngebelain, tapi jangan terlalu keras saja" ucap hendra takut takut.
"Kita itu harus berhasil membujuk anna supaya cerai sama zen jadi kita nggak hidup susah lagi, lihat anna sekarang aja udah ngebangkang sama kita" ucap riana kesal.
"Kita harus sabar, dia mungkin lagi mikirin permintaan kita, nggak mudah buat anna, dia juga lagi hamil besar sayang" ucap hendra.
"Kok kamu jadi aneh gini,!!! bukanya kemarin kamu mengebu ngebu banget buat misahin mereka sekarang kok jadi gini!!" protes riana tambah kesal.
"sayang... aku cuma kasian sama anna, dia sepertinya sudah bahagia sama zen, biar gimanapun dia itu keponakan kita" ucap hendra dengan sabar.
"Keponakan kamu, bukan aku!!! jangan lupakan dulu orangtua anna udah ngehina kita kayak sampah!!!" ucap riana sedikit berteriak.
Benar, memang benar dulu orangtua anna atau kakak hendra pernah menghina hendra dan riana, sebenarnya bukan menghina, lebih tepat marah karena sewaktu itu riana dan hendra terlalu bergantung dengan orangtua anna .
Bahkan orangtua anna memberikan beberapa bisnis mereka untuk dikelola hendra dan anna tapi selalu saja mengalami kebangkrutan karena gaya hidup riana yang memang sangat mewah hingga membuat mereka terlilit hutang dan membuat usaha yabg dikelola mengalami kebangkrutan.
hingga akhirnya orangtua anna kesal dan memarahi hendra bukan riana, tapi riana mendengar amarah yang ditunjukan oleh hendra, membuat riana sakit hati dan mempunyai dendam pada orangtua ana.
Seketika hendra mengingat kejadian yang sudah berlalu sangat lama itu.
Hendra hanya diam saja karena ia rasa percuma mengajak riana berdebat , ia kemudian fokus melajukan mobilnya dalam keheningan.
Sesampainya dirumah riana langsung membanting pintu mobil kemudian memasuki rumah tanpa menunggu hendra, hendra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang sedang marah itu dan mengikuti riana dari belakang.
.......
Dikamar hotel anna tampak merenung sendirian.
Ia benar benar bingung memilih antara orangtua atau suaminya.
Dia sudah sangat mencintai zen, sangat.
Ia bahkan merasa tak sanggup jika harus kehilangan zen.
Dipikiran anna sekarang terbesit terbesit pertanyaan, sebenarnya apa yang terjadi diantara keluarganya dan zen???
Dulu orangtua anna menjodohkan anna dengan zen tapi mengapa sekarang mereka meminta anna berpisah ??
Dan juga mengapa zen tak memperlakukan orangtuanya dengan baik??
Anna pusing sendiri memikirkan semua itu hingga ia lupa , seharusnya ia menghubungi zen.
__ADS_1
Anna yakin zen sekarang sedang mengkhawatirkanya.
Anna bergegas menuju lobi hotel dan menuju receptionist untuk memijam teleponnya karena anna binggung ponselnya tak ada dan dikamar mewah yang ia tempati juga tak ada telepon, padahal biasanya hotel semewah ini menyediakan telepon dikamar.
"Permisi mbak, bolehkan saya meminjam teleponya sebentar , ponsel saya tertinggal dirumah" ucap anna ramah pada receptionis.
"Tentu saja nona, silahkan" ucap receptionis itu mempersilahkan anna.
Anna segera menekan tombol nomer zen, ya anna memang sengaja menghapal nomer zen, untuk mengantisipasi hal seperti ini terjadi.
Nomer zen tersambung , ia sedikit lega karena tadi sebelum ia berangkat kehotel nomer zen tidak bisa dihubungi.
"Zen ... ini aku anna" ucap anna ketika zen menjawab pertanyaan.
"Anna!!!! kamu dimana?? aku mengkhawatirkanmu!!! apakah hendra mencelakaimu, ??? aku sedang perjalanan pulang dan aku akan segera menjemputmu ahh tidak, beri tau aku dimana kamu sekarng biar pang pang memjemputmu!!!" ucap zen ditelepon tampak mengintrogasi anna..
"Ohh ayolah zen , aku baik baik saja!! jadi kau sudah ingin pulang??? bukankan harusnya kamu pergi 3 hari ???" tanya anna.
"Aku mengkhawatirkanmu baby, aku tau hendra mempunyai niat tak baik untukmu !!" ucap zen tampak kesal.
"Tidak zen, dia papahku, tidak mungkin mencelakaiku... percayalah!!" ucap anna.
"jadi katakan saja dimana kamu sekarang??" tanya zen tampak tak sabar.
"Aku akan kasih tau dimana aku sekarang, tapi kamu harus janji dahulu zen !!" ucap anna tampak menjeda ucapanya.
"Emm setelah aku pulang, kamu harus mau menceritakan segalanya padaku tentang apa yang terjadi diantara kamu dan orangtuaku !!" ucap anna dan terdengar zen menghela nafas kemudian diam tak memberi respon.
"Zen...." tanya anna sekali lagi.
"Baiklah ... aku akan menceritakan segalanya tapi berjanjilah kamu harus baik baik saja setelah mengetahui segalanya" ucap zen tampak pasrah.
"Tentu saja" ucap anna tampak sumringah.
"Baiklah , jadi dimana kamu sekarang???" tanya zen lagi.
"Hotel sentosa nomer 118 , sudah ya zen aku menelepon menggunakan telepon lobi hotel karena ponselku tertinggal " ucap anna yang merasa tak enak karena mengobrol cukup lama.
"Iya iya ... sudah kututup teleponya" ucap anna lagi kemudian menutup teleponya.
"terimakasih ya mbak, maaf kalau lama" ucap anna merasa tak enak.
"Tak perlu meminta maaf nona, tapi kenapa nona menelepon disini?? bukanya dikamar sudah disediakan??" tanya receptionis yang nampak binggung.
"Saya juga tidak tau, dikamar tidak ada makanya saya kesini" ucap anna tambah heran.
"Ahh maafkan kami, mungkin ada kesalahan, sekali lagi kami minta maaf"
__ADS_1
"Tak perlu, aku juga sudah menelepon, sekali lagi terimakasih" ucap anna kemudian meninggalkan lobi.
.....
"Jadi tuan zen akan pulang malam ini???!"tanya susi tampak ketakutan.
"Hmmm, entahlah , aku sudah pasrah !! Setidaknya kita sudah mencari " ucap pang pang tampak pasrah.
"Aku takut !!! aku takut dipecat" ucap susi dan terlihat kedua satpam zen juga terlihat pucat.
"Berdoa saja, semoga tuan zen memberikan kita kesempatan untuk tetap bekerja disini" ucap pang pang tampak menenangkan suasana yang terasa tegang.
Sementara itu tampak dari dapur alenna mendengar percakapan mereka dan terlihat tersenyum sinis.
"Kakak ngapain??" tanya lisa melihat alenna seperti menguping.
"Kepo banget deh jadi orang" ucap alenna kemudian meminggalkan lisa.
Lisa tampak bingung dengan sikap alenna, bukankah yang kepo itu alenna tapi mengapa dia yang disalahakan batin lisa heran.
.....
Bersambung....
hai readerss...
makasih buat yang masih setia nunggu dan baca cerita aku...
aku mau sedikit mengklarifikaasi kata kataku kemarin...
masalah hujatan kok kayak ada yang salah paham...
gini maksud aku ...
aku selalu welcome sama kritik dan saran kalian karena itu memotivasi aku buat bikin cerita ini lebih baik ..
tapi akhir akhir ini emng banyak yang ngomen bukan kritikan yang membangun tapi malah seperti hujatan itu menurut aku dan aku juga engga nuduh siapa ...aku berusah nggak memusingkan itu dan nggak peduli toh masih bnyk yang mau baca...
Its okey lah aku masih penulis abal abal.. masih banyak karya yang lebih bagus dari aku buat dibaca..
Tapi nulis emng udah hobi aku... jadi hargai apa yang aku tulis ini kalaupun memang nggak sesuai sama yang kalian pngen ya udah nggak usah dibaca..
karena nggak semua orang bisa setrong nerima setiap hujatan...
sekali lagi terimakasih buat yang masih setia baca...
aku sayang kalian readersss 😘😘😘
__ADS_1