MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
68


__ADS_3

Aku hanya takut jika bayi yang dikandung mantanmu tadi adalah anakmu juga" ucap anna lirih.


Seketika tawa zen menggelegar seisi kamar membuat anna sedikit jengkel.


Apa segitu lucunya ucapannya hingga membuat zen tertawa seperti itu batin anna.


"Apa yang membuatmu berfikir seperti itu sayangg ??"tanya zen masih terkekeh.


"Ya karena dia mantanmu" ucap anna kesal.


"Bahkan dia sudah menikah sayang" ucap zen tersenyum membuat anna sedikit terkejut.


"Tapi bukankah kamu masih sering berkomunikasi dengan nya ??" tanya anna penasaran.


"Kapan??" tanya zen tampak mengeryit binggung.


"Malam sebelum hubungan kita sebaik ini bahkan kamu pernah meninggalkanku diruangan mu gara gara mendapatkan telepon darinya" ucap anna kesal.


"Ahh itu....apakah itu membuatmu cemburu sampai kamu masih mengingatnya ???" tanya zen tersenyum nakal.


"Tidak... aku hanya kebetulan menginggatnya saja" ucap anna menggelak.


"Baiklah baiklah, aku akan menjelaskanya karena sekarang tidak ada yang perlu disembunyikan lagi" ucap zen.


"Setelah apa yang kamu ketahui aku harap ini tidak menjadikan beban untukmu sayang" ucap zen lagi.


Anna tampak mengangguk mantap.


"Aku menjalin hubungan denganya karena aku ingin membalaskan dendam karena orangtua tania lah penyebab orangtua mu meninggal anna" ucap zen tampak kesal.


"Apa maksudnya ???" tanya anna masih binggung.


"Ya dulu orangtua tania bekerja menjadi pembantu dirumahmu, ibunya menjadi pembantu dan ayahnya menjadi tukang kebun dirumah orang tuamu , bahkan sewaktu kita kecil kita dan tania sering bermain bersama, sayang sekali kamu tidak bisa mengingat masa kecilmu, jika saja kamu tidak ada dalam kecelakaan itu mungkin kamu tidak akan melupakan masa kecil kita sayang" ucap zen sambil mengusap kepala istrinya.


"Jadii... mereka..." ucap anna tak bisa menahan tangisnya.


"Ya , mereka gila harta mau diajak kerja sama dengan hendra sebagai imbalan akan diberi sedikit harta orangtuamu jika berhasil membuat mobil yang orangtua dan kamu tumpangi mengalami kecelakaan" ucap zen.


Terlihat anna sesegukan menahan tangisnya, zen kemudian memeluk anna.


"Sudah sayang, setidaknya aku sudah membalaskan rasa sakit kita pada mereka, aku bahkan membuat mereka kembali miskin lagi" ucap zen mencoba menenangkan istrinya.


"Aku hanya tidak menyangka zen kenapa mereka bisa sejahat itu dengan keluargaku" ucap anna masih menagis.


"Sudahlah sayang, sekarang ada aku yang akan selalu menjaga kamu sampai kapanpun, " ucap zen masih memeluk anna.


"Apa ada kemungkinan aku bisa sembuh dari lupa ingatanku zen??" tanya anna.


"Aku tidak yakin itu, tapi jika kamu benar benar ingin sembuh , kita bisa mencari dokter untuk merawat mu setelah kita melahirkan baby kita , bagaimana??" ucap zen kemudian mendapatkan anggukan penuh senyum dari anna.


"Aku ingin pergi ke makam orang tuaku zen" ucap anna.


"Bahkan kamu sudah pernah kesana" jawab zen tersenyum.

__ADS_1


"Kapan??" tanya anna heran.


"Apa kamu ingat sewaktu aku mengajakmu keluar kota dan mampir disebuah makam??" tanya zen.


"Bukankah itu orangtuamu??" tanya anna.


"Memang itu orangtuaku tapi lebih tepatnya mereka mertua ku " ucap zen.


"Jadi mereka orangtuaku??" tanya anna lagi.


"Iya sayang, dan rumah bercat putih dimana kita pernah berhenti dulu itu rumah kedua orangtuamu, hendra memang menjualnya dan aku beruntung bisa membelinya karena mau bagaimana pun, tempat itu penuh kenangan untuk kita" ucap zen .


Anna kembali.menghambur kepelukan zen, ia benar benar tak menyangka zen ternyata setulus ini padanya.


"Terimakasih zen, terimkasih" ucap anna tampak menangis lagi.


"Sudah kewajibanku sayang, seharusnya aku yang berterimakasih karena berkat kamu dan keluargamu aku bisa merasakan bahagianya memiliki keluarga" ucap zen tulus membuat anna menangis lebih kencang.


"Berhentilah menangis, hmm... aku tak ingin besok pagi wajah istriku membengkak gara gara tangisan ini" goda zen yang langsung mendapat cubitan dari anna.


"Sakit sayang... cium kek, malah dicubit" ucap zen pura pura kesal membuat anna terkekeh.


"Dah sekarang tidur , kasian pasti baby kita kecapekan didalam perut karena seharian mamahnya banyak pikiran" ucap zen sambil mengelus perut anna.


"Dedeknya pengen bobo sambil dipeluk papahnya" ucap anna tersenyum nyengir.


"Duh alesan aja nih mamahnya yang minta peluk, dedeknya yang buat alesan" ucap zen membuat bibir anna cemberut.


Zen terkekeh kemudian memeluk anna hingga tertidur.


"Jadi bagaimana??" tanya zen.


"Mereka menyetujui untuk kembali ketempat semula tuan, tapi mereka ingin bertemu anna lagi sebelum pergi , lebih tepatnya hendra yang sangat ingin bertemu anna lagi " ucap roni.


"Ya ... tadi dia juga memintaku !! entahlah, aku harap anna baik baik saja jika menemuinya" ucap zen.


"Dan untuk rio..."


"Jangan ambil tindakan dulu, aku ingin lihat apa yang akan ia lakukan lagi" perintah zen.


"Baiklah tuan" ucap roni.


"Pulanglah, aku pikir kamu perlu istirahat" ucap zen kemudian meninggalkan roni keluar dari ruangannya.


......


Pagi itu anna tampak semangat bangun pagi dan memasak untuk sarapan zen, ya kapan lagi ia bisa memasak untuk zen jika ada susi pasti zen akan melarang anna memasak.


Setelah selesai menyiapkan dimeja makan, zen datang dari arah kamar dan terlihat sydah rapi dengan kemeja dan jas yang masih ditangan, anna segera menghampiri zen untuk memasangkan dasi zen.


"Terimakasih sayang" ucap zen kemudian mengecup bibir anna.


Setelah selesai memasangkan dasi, keduanya tampak duduk untuk menikmati sarapan mereka.

__ADS_1


"Aku harap setelah susi kembali, kamu tidak harus melakukan ini sayang" ucap zen sambil memasukan satu sedok nasi goreng kemulutnya.


Anna tampak menghela nafas.


"Padahal aku baik baik saja dengan ini semua, bukankah memang sudah kewajiban istri menyiapkan sarapan untuk suaminya" ucap anna tampak kesal.


"Jangan lupakan tugas istri juga diranjang" goda zen langsung mendapat delikan dari anna, membuat zen terkekeh.


"Emm anna, jika hendra ingin bertemu denganmu , apakah kamu mau menemuinya??" tanya zen hati hati.


Seketika anna menghentikan makan nya dan diam.


"Tapi jika memang masih sulit tak perlu menemuinya" ucap zen.


"Aku akan menemuinya" ucap anna membuat zen terkejut.


"Apa kamu yakin sayang??" tanya zen tampak memegang tangan anna.


"Tentu saja , setidaknya aku harus mendapatkan permintaan maaf darinya bukan??" ucap anna.


"Iya sayang" jawab zen tersenyum.


"Aku akan menemanimu" ucap zen lagi.


"Tak perlu zen , aku akan menemuinya sendiri" ucap anna.


"Harus ada aku atau tidak sama sekali" ucap zen tegas.


"Oke baiklah baiklah tuan" ucap anna membuat zen terkekeh.


Selesai sarapan anna mengantarkan zen sampai depan mansion.


Tampak mobil zen melaju meninggalkan mansion.


Setidaknya aku harus mendapatkan penjelasan darinya batin anna mantap untuk menemui hendra.


BERSAMBUNG.....


Hay readerss.....


jujur aku malu banget buat nyapa kaliaan, karena banyk yang komen kapan up hehehee


.


Maafkan author ya readersss...


akhir akhir ini author kerja siang malam ngejar target sampai.nggak smpet update...


Dan makasih juga buat kalian yang masih setia nunggu...


jangan lupa like vote dan komen yaa...


dan jangan lupa baca cerita kontes aku wanita kedua ...

__ADS_1


thankyouu reeadersss 😘😘😘😘


__ADS_2