
Anna berjalan melewati lorong lorong kampus, tiba tiba matanya ditutup dengan tangan oleh seseorang dibelakang.
"Coba tebak siapa???" ucap orang itu sambil terkikik.
Anna hanya menghela nafas , jelas lah anna langsung mengenali suara itu, siapa lagi kalau bukan rio.
"Rio apaaan sih , nanti diliatin orang gimana???" ucap anna berusaha melepaskan tangan rio yang masih menutupi mata anna.
"Biarinlah , mereka kan punya mata buat ngliatin kita " ucap rio dengan santainya kemudian melepaskan tangan nya dimata anna , dan tersenyum manis pada anna, anna hanya memutar bola matanya malas.
"Makan bareng yukkkk!!!" ajak rio.
"Nggak bisa deh , gue mau ketempat mama sama papa dulu" ucap anna sambil melirik jam tangan nya.
"Duh sayang banget padahal aku udah nungguin dari tadi " keluh tio tampak kecewa.
"Yaa maaf deh, besok aja ya kalau aku free" ucap anna menjanjikan.
"Bener nih besok???" tanya rio lagi.
"Enggak janji deh pokoknya, ya sudah aku balik dulu ya , byeee " ucap anna kemudian meninggalkan rio yang masih nampak kecewa.
Sesampainya diparkiran , anna memasuki mobilnya.
Menghela nafas lelah,
Lebih baik gue jauhin rio aja kali ya , gue takut kalau zen tau gue masih deket sama mantan , duhh bakalan kena hukuman lagi , batin anna bergidik ngerii membayangkan amarah zen.
Anna melajukan mobilnya menuju rumahnya yang dulu ia tempati dengan orang tuanya.
Anna membunyikan tlakson mobilnya , agar satpam nya membuka kan pintu gerbang.
Bukan pak giman satpam nya dulu tapi sekarng sudah berubah orang lain.
"Maaf nona nyari siapa ???" tanya satpam yang baru saja mendekati mobil anna.
"Bapak satpam baru ya disini, saya anak pemilik rumah ini, oh ya pak giman mana?? Apa dia mengundurkan diri ya " tanya anna yang membuat satpam itu binggung pasalnya majikanya masih pasangan muda dan belum memiliki putri sebesar anna.
"Maaf nona ini rumah milik tuan saya, tuan james dan nyonya firda , mereka pasangan baru menikah dan baru menempati ini satu minggu yang lalu " jelas satpam itu yang membuat anna shock seketika.
"Bukan pak ini rumah papa saya , hendra herawan" ucap anna masih ngeyel.
"Ahhh, nona ini ternyata anak pak hendra to pemilik sebelumnya , tapi maaf nona rumah ini memang sudah dijual" ucap satpam itu menjelaskan.
"Nggak mungkin" ucap anna masih tak percaya.
Satpam itu nampak mengeryit heran dengan sikap anna dan menganggap anna orang gila yang ngaku ngaku, tapi mobil yang dipakai anna sangat mewah, mana mungkin orang gila menyetir mobil mewah batin satpam tadi sambil memandangi anna yang terlihat sangat shock.
"Ya sudah nona , hanya itu yang bisa saya katakan , saya permisi" ucap satpam itu kemudian meninggalkan anna .
Anna tampak pusing memikirkan apa yang sudah terjadi, kemana orangtuanya???.
__ADS_1
Bukankan harusnya orang tua nya sudah terbebas dari hutang, mengapa papa nya sampai menjual rumah nya??? Seketika kepala anna terasa pusing.
Anna kemudian mencari ponselnya dan mendial nomer papa nya , tapi sayang tak aktif , tak menyerah anna mendial nomer mamanya , masih sama tak aktif.
Zenn... Ya dia pasti tau kemana papa dan mama, aku harus tanya dengan zen batin anna kemudian anna melajukan mobilnya menuju kantor zen karena anna tau jam segini pastinya zen masih dikantor.
Sesampainya dikantor anna langsung menuju receptionis kantor zen.
"Mbak saya mau ketemu sama tuan zen " ucap anna pada sang receptionis.
"Maaf nona, tuan zen hari ini tidak masuk " ucap receptionis itu.
"Apaa ??? Coba mbak dicek dulu" ucap anna tak percaya.
"Maaf nona memang tuan zen hari ini tidak masuk" ucap receptionis terlihat kesal dengan ngeyelnya anna.
"Ya sudah terima kasih " ucap anna kemudian meninggalkan kantor zen.
Anna terlihat frustasi didalam mobilnya.
Sepertinya anna harus menunggu zen dirumah, semoga zen tidak pulang larut.
Kemana zen ??? Bukankah tadi pagi dia dijemput pang pang batin anna .
Akhirnya anna melajukan mobilnya pulang ke mansion zen.
Sesampainya dimansion anna langsung disambut oleh lisa.
"Nona pulang pulang kok cemberut???" tanya lisa pada majikanya yang terlihat murung.
Karena dengan coklat mungkin bisa meredakan kegelisahan hati anna.
"Baik nona, tunggu saja dikamar" ucap lisa kemudian diangguki oleh anna.
Sesampainya dikamar anna merebahkan tubuhnya diranjang.
Kepalanya masih terasa sangat pusing.
"Papa sama mama kemana sih, anna kangen " ucap anna kemudian meneteskan air matanya.
Tiba tiba pintu kamarnya terbuka , anna sedikit kaget dan langsung mengusap air matanya.
Ahhh lisa...Batin anna melihat lisa masuk membawa satu gelas es coklat beserta 3iris bolu rainbow sebagai kudapan.
"Ini nona" ucap lisa meletakan di meja.
"Terimakasih lisa , bisa tinggalkan aku sendiri???" ucap anna.
"Baiklah nona saya permisi." ucap lisa meninggalkan kamar anna.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Zen tampak melirik ke arah jarum jam, bukankah waktunya ia pulang batin zen.
Saat zen akan berdiri tangan nya ditahan oleh tania yang zen pikir tania sudah tidur.
"Mau kemana???" tanya tania.
"Spertinya aku harus pulang" ucap zen dingin
"Apa kamu begitu merindukan istrimu sampai harus meniggalkan aku yang sedang sekarat!!" ucap tania ketus.
"Bukankah kamu juga sudah bersuami??? Seharusnya suami kamu yang ada disini bukan aku" ucap zen yang sudah mulai jenuh dengan sikap seenaknya tania.
"Hahaha benar dugaan ku , kamu sudah mulai mencintainya bukan???" ucap tania.
"Sudahlah , aku lelah berdebat, istirahatlah , aku harus pulang" ucap zen kemudian melepaskan peganggan tania dan keluar meminggalkan tania.
Tania menggepalkan tanganya ,
"Brengsekkk, kamu nggak bisa perlakuin aku kayak gini zen, kamu nggak bisa dan nggak boleh!!!!" ucap tania kemudian menjatuhkan air matanya.
🦌🦌🦌🦌🦌🦌🦌🦌🦌
"Apakah tuan belum pulang ???" tanya anna pada susi setelah makan malam.
"Belum nona, " ucap susi.
"Ahh ya sudah " ucap anna berjalan meninggalkan meja makan.
Anna harus bersabar , yaa ia harus menunggu zen pulang dan menanyakan pada zen.
Anna menunggu zen cukup lama di ruang kerja zen sambil merapikan buku buku cukup lama dan sedikit lelah akhirnya anna merebahkan tubuhnya tidur disofa hingga ia ketiduran disofa.
Anna merasa ada yang mengelus rambutnya dan menciumi bibirnya , dengan mata yang masih lengket ingin terpejam akhirnya anna membuka matanya dan ia melihat zen tersenyum kearahnya.
"Zen??!" panggil anna yang ternyata ia sudah pindah dikamarnya , seingatnya ia tadi diruang kerja zen, apa mungkin zen menggendongnya batin anna.
"Menungguku hmmm" tanya zen masih mengelus rambut anna.
"Zen aku tadi kerumah papa sama mama, mereka nggak ada , rumah mereka sudah dijual , kemana mereka , apa kamu tau???? " tanya anna pada zen.
Anna melihat raut wajah zen menjadi dingin dan sedikit terkejut.
Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan dari aku???? Batin anna.
🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺🐺
Bersambung.....
ngebosenin nggak sih ceritanya???
__ADS_1
jangan lupa like , vote dan koment yaaa.
muakasihhh 🐵🐵🐵