
Anna berjalan menyusuri sebuah lingkungan padat penduduk yang sangat elite.
Terlihat raut wajah sedih dan mata sembab sehabis menangis.
Dan anna sampai dirumah yang cukup besar dan mewah.
Anna memasuki gerbang rumah itu, dan sampai didepan pintu ia memencet tombol bel.
Cekleekkk.... Pintu terbuka dan muncul wanita paruh baya berusia sekitar 50 tahun.
"Intan ada bik???" tanya anna.
"Ada non, langsung kekamar aja" ucap bibik yang mempersilahkan anna masuk.
Anna segera memasuki rumah intan dan berjalan menuju kamar intan.
Ya satu satunya tempat ia bersandar adalah sahabatnya , karena keluarga nya saja ia tak tau ada dimana.
Ceklek.... Anna membuka pintu kamar intan dan nampak intan sedang berbaring diranjang sambil menyumpal kedua telingganya dengan earphone dan mata nya asyik membaca majalah fashion terkini.
Intan melihat siapa yang membuka pintu kamarnya dan cukup terkejut melihat anna yang datang dengan kondisi yang ya sangat buruk bagi intan.
"Anna???!!! Elo kenapa???" tanya intan kaget kemudian memeluk anna yang tiba tiba saja menangis.
Anna menangis sesenggukan dipelukan intan, ia benar benar binggung harus bersikap bagaimana.
"Udah udah , nggak usah sedih gitu" ucap intan sambil mengelus punggung anna.
"Gue nggak tau lagi harus kemana, makanya gue kesini" ucap anna sambil menangis.
"Udah , ada gue , jangan sedih lagi okey , sekarang lebih baik elo duduk sambil nunggu gue bikinin minum , abis itu baru elo ceritain ke gue , oke???!" ucap intan yang kemudian diangguki oleh anna.
Setelah anna duduk diranjang intan, segera intan bergegas keluar untuk mengambilkan minum anna.
Tak lama intan kembali dengan satu gelas jus jeruk dingin kessukaan anna.
Belum sempat intan memberikan pada anna, anna sudah menyambar gelas itu dan meneguknya hingga habis.
"Jadi elo nangis gara gara kehausan, ya elah !!!" ucap intan yang membuat anna terkekeh.
"Gitu donk, kalau ketawa gitu kan cantik" goda intan.
"Appaan sih " ucap anna.
"Jadi ceritain ke gue , apa masalah nya" tanya intan yang tau jika anna sedang galau.
"Gue tadi kekantornya zen" ucap anna.
"Terussss???" tanya intan penasaran.
"Gue liat dia selingkuh" ucap anna kembali matanya memerah ingin menangis.
__ADS_1
"Whatttt ????! Sialan banget tuh cowokkk" ucap intan emosi.
"Gue liat trus gue tinggal kabur aja" jelas anna.
"Kok elo bisa yakin kalau itu selingkuhanya " tanya intan lagi.
"Soalnya mesra banget , gue nggak sanggup buat liat" ucap anna kemudian menangis lagi.
"Udah udah, nggak usah sedih , kasian dedeknya nnati ikutan sedih" ucap intan sambil mengelus perut anna.
"Gue nggak tau lagi harus gimana , gue udah nggak punya siapa siapa lagi. , keluarga gue ninggalin gue , ntah sekarang mereka dimana, gue cuma punya elo , chika sama zen ," ucap anna sedih.
"Kalau saran gue sih , lebih baik elo dengerin penjelasan zen dulu deh, itu beneran selingkuh enggak siapa tau cuma salah paham" ucap intan mencoba menenangkan.
"Enggak mungkin salah paham , orang cewek nya aja duduk dipangkuan zen" ucap anna dengan nada kesal.
"Gini ya , bukanya gue mau ngebelain suami elo, cuma gue sih ngerasa ya wajarlah kalau laki elo digenitin banyak cewek , laki elo aja super duper perfect, udah tampan , tajir lagi ! Siapa coba yang bisa nolak" ucap intan.
"Iya juga sih , trus gue harus gimana donk" ucap anna .
"Ya mendingan elo tanyain baik baik, suruh dia jujur , ya kalau emang beneran selingkuh sih terserah elo sih maunya gimana, cuma saran gue sih jangan pisah lah , elo itu lagi hamil, lagi butuh dia disisi elo, jadi ya jangan lah maen kabur gitu, coba minta penjelasan baik baik " ucap intan
"Iya udah nanti gue coba tanyain" ucap anna sedikit lega.
"Gitu donk, jangan main kabur aja, kalau gue jadi elo sih bakalan gue singkirin tuh pelakor, enak aja main rebut suami orang" ucap intan membuat anna tertawa.
Melihat anna tertawa membuat intan sedikit lega.
Selama anna memiliki masalah memang selalu cerita pada intan karena intan cukup dewasa dan bisa memberi saran terbaiknya termasuk sekang ini.
"Iya , udah ahh nggak usah nangis gitu, tenang aja nanti pulangnya gue anterin , sekarang mendingan elo istirahat disini sampai sore biar laki elo pusing dulu nyariin elo" ucap intan, anna hanya terkekeh.
"Soalnya pas gue kabur tadi dia juga ngejar gue ," jelas anna.
"Ya karena dia enggak mau elo salah paham kali " ucap intan.
"Mungkin sih" jawab anna.
Anna dan intan mulai ghibah banyak hal, hingga tak terasa sudah mulai sore.
"Gue naik taksi aja nggak apa apa serius "ucap anna.
"Enggak bisa !!! Gue nggak mau elo sama anak elo kenapa napa, inget elo sekarang udah nggak sendiri lagi!" jelas intan.
"Iya deh iya" ucap anna pasrah.
Intan segera melajukan mobilnya menuju mansion zen untuk mengantarkan anna.
\*
__ADS_1
"Maaf tuan saya sudah menyusuri setiap kota tapi tak menemukan taksi yang nona tumpangi" jelas roni setelah hampir setengah hari mencari anna.
"Cari terus sampai kamu menemukanya , aku nggak mau tau , pokonya kamu harus menemukan anna!!!" bentak zen pada roni yang kini berada didepanya.
"Baik tuan" ucap roni kemudian meninggalkan ruang kerja zen.
Ya setelah zen kehilangan taksi yang ditumpangi anna, berjam jam zen menyusuri jalanan kota tapi ia juga tak menemukan anna hingga akhiirnya zen memutuskan untuk menunggu dimansion karena pang pang yang terus memaksa zen untuk beristirahat.
"Dimana kamu sayang" ucap zen mengacak rambut frustasi.
Ceklekkkk.... Alenna memasuki ruangan zen sambil membawa nampan berisi coklat dingin.
"Tuan silahkan diminum , mungkin ini bisa meredakan kegelisahan tuan muda " ucap alenna sedikit genit, sejak kepulangan zen , memang zen nampak gelisah dan terlihat wajahnya marah membuat alenna penasaran ingin mengetahui apa yang terjadi hingga ia berani memberanikan diri menanyakan pada pang pang.
Jackpot untuk alenna karena pang pang mengatakan dengan jujur jika anna sedang kabur.
Dan ini lah saat alenna untuk mendekati tuan nya itu.
"Baik lah , keluarlah sekarang, aku sedang ingin sendiri" ucap zen pada alenna.
"baiklah tuan, jika tuan membutuhkan saya , tuan panggil saja saya " ucap alenna yang hanya diangguki oleh zen.
"Dan , terimakasih untuk coklat dingin nya " ucap zen tiba tiba membuat alenna tampak tersenyum puas.
"Sama sama tuan, saya permisi" ucap alenna kemudian meninggalkan ruangan zen.
"Semoga saja kali ini tuh cewek pergi buat selama lama nya biar gue ada kesempatan buat milikin tuan zen" batin alenna girang.
Tapi belum sempat alenna tersenyum tampak pang pang berlari memasuki ruangan kerja zen.
Tanpa mengetuk , pang pang langsung membuka pintu.
"Tuan, nona sudah pulang" ucap pang pang yang seketika membuat zen tersenyum semangat dan bangkit dari duduknya berlari kearah pintu mansion.
Pang pang hanya menggelengkan kepalanua melihat tingkah tuannya yang langsung berlari keluar.
Sementara itu alenna seperti tak suka mendengar anna pulang.
"Sialll!!!!?" gerutu alenna sebal.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Bersambung......
setiap hari up jam segini ya karena baru pulang kerja....
harap maklum reader kalau up nya dikit dan cuma 1eps...
tapi aku selalu usahain tiap hari update biar nyambung cerita nya...
__ADS_1
thankyouu buat yang masih setia baca...
jangan lupa like vote dan komen nya yaa ....