
"Nak Aidan...." sapa suara lembut wanita yang kini dibelakang Aqilla dan Aidan.
Dan betapa terkejutnya Aqilla dan Aidan melihat siapa yang ada didepan nya sekarang ini.
"Tante..." ucap Aidan pada Tania, ya kini yang dihadapan Aqilla dan Aidan adalah Tania mantan calon mertuanya.
"Gimana kabar kamu??? jadi ini yaa istri kamu sekarang" ucap Tania ramah.
"Hmm baik tante, iya tante, kita duluan yaa tante.." ucap Aidan sambil mengenggam tangan Aqilla untuk segera pergi meninggalkan Aidan karena Aidan tak ingin berlama lama dengan Tania mantan calon mertuanya itu.
"Kamu nggak apa apa sayang ???" tanya Aqilla yang merasakan raut wajah Aidan berubah semenjak bertemu dengan mantan calon mertuanya.
"Enggak sayang... kita pilih film apa ??" tanya Aidan mencoba bersikap biasa dan melihat lihat daftar film yang akan tayang.
"Kalau emang udah ngerasa nggak mood kita pulang aja nggak apa apa bee... aku nggak apa apa kok" ucap Aqilla mencoba mengerti.
"Enggak sayang, aku beneran nggak apa apa " ucap Aidan nampak merangkul Aqilla agar mendekat padanya.
"Hmm .. ya udah.. kita nonton film ini aja yukk, bentar lagi mau mulai kayaknya " ucap Aqilla nampak memperlihatkan poster film pada Aidan.
"Ya udah sayang, aku beliin tiket dulu ya kamu tunggu disini.." ucap Aidan nampak meninggalkan Aqilla menuju loket tiket sedangkan Aqilla nampak berjalan mendekati penjual popcorn karena menonton film tanpa popcorn bagaikan memakan nasi tanpa lauk.
Selesai mendapatkan tiket Aidan nampak celinggukan mencari Aqilla.
"Sayang... kok nggak bilang kalau mau beli popcorn, harusnya aku aja yang beliin" ucap Aidan.
"Nggak apa apa sayang, dari pada aku cuma kayak patung disitu.." ucap Aqilla tersenyum.
"Ya udah yukk nanti keburu habis filmya" ucap Aidan mengandeng Aqilla memasuki bioskop.
1 jam berlalu, kini Aqilla dan Aidan sudah keluar dari dalam bioskop, Aidan merasa lega karena Aqilla menikmati filmnya hingga tersenyum serta tertawa melihat film bergenre komedi romantis itu.
Rencana Aidan untuk membuat Aqilla tersenyum dan melupakan kesedihanya berhasil sudah, walaupun kini ia dalam mood yang buruk karena bertemu dengan mantan calon mertuanya yang membuatnya menginggat Allea sekilas, yaa hanya sekilas sudah membuat Aidan merasakan nyeri karena teringat bagaimana sakitnya ia dulu tapi sekarang ia tak ingin Aqilla mengetahui karena Aqilla sedang dilanda kesedihan jadi ia harus bisa membuat mood nya kembali agar bisa menghibur Aqilla.
"Makan dulu yukk sayang ..." ajak Aidan pada Aqilla dan Aqilla hanya mengangguk mengiyakan ajakan Aidan.
" Sayang mau makan apa ???" tanya Aidan..
__ADS_1
"Aku mau yang manis manis... kayak es krimm,, dingin dan manis .." ucap Aqilla pada Aidan.
"Hmm jadi istriku ini lagi ngidam yaaa. ??" ucap Aidan membuat Aqilla tersipu.
"Ya udah yukk kita beli es krim yang paling enak di mall ini " ucap Aidan membuat Aqilla girang bukan main.
Satu mangkuk es krim dan hiasan coklat diatasnya kini tengah dinikmati Aqilla dengan lahap nya, membuat Aidan bahagia melihat Aqilla makan dengan lahap.
"Nggak usah buru buru sayang, nanti kalau mau lagi kita pesen , udah pelan pelan aja" ucap Aidan yang kini tengah mengelap bibir Aqilla dengan tisu.
"Enak banget bee... kok aku baru tau yaa ternyata es krim disini enak banget padahal aku dulu sering kesini" ucap Aqilla .
"Iya dong pasti aku tau, .." ucap Aidan dengan nada bangga.
"Apa ini kedai langganan kamu sama kak Allea ???" tanya Aqilla yang langsung membuat raut wajah Aidan muram.
"Enggak ... " ucap Aidan dingin membuat Aqilla merasakan hawa tak enak.
"Maaf sayang, aku nggak bermaksud... " ucap Aqilla merasa tak enak.
Selesai menikmati es krim keduanya kini bergegas pulang ke apartemen mengingat Aqilla tengah hamil muda, Aidan tak ingin Aqilla kelelahan.
Mobil Aidan nampak melaju pelan dengan alunan musik jazz membuat keduanya larut dalam menikmati musik hingga membuat keduanya enggan mengeluarkan suara.
Hingga sampai diapartemen pun keduanya masih diam entah apa yang mereka pikirkan.
Selesai membersihkan diri keduanya nampak berbaring diatas ranjang. Aqilla melihat Aidan yang hanya bolak balik badan tanpa segera menutup matanya untuk tidur membuat Aqilla juga tak bisa memejamkan mata.
Aqilla mengerti dan cukup mengerti mungkin Aidan mengingat mantan kekasihnya kak Allea karena tadi bertemu dengan Mama kak Allea.
"Kamu nggak apa apa bee ???" tanya Aqilla membuat Aidan terkejut pasalnya Aidan mengira Aqilla sudah terlelap.
"Nggak apa apa sayang..., aku ganggu kamu tidur yaa ??" ucap Aidan merasa tak enak.
"Enggak sayang, emang dari tadi belum tidur" ucap Aqilla.
Aidan nampak beranjak dari ranjang membuat Aqilla sedikit terkejut.
__ADS_1
"Mau kemana sayang ??" tanya Aqilla.
"Kamu tidur duluan yaa, aku mau keruang kerja " ucap Aidan nampak mengecup kening Aqilla lalu pergi meninggalkan Aqilla tanpa sempat Aqilla menjawab.
Aqilla nampak merenung, jika harus jujur Aqilla merasakan sakit melihat Aidan yang berubah mood karena bertemu dengan Mama Tania, cukup membuat Aqilla sadar jika Aidan masih belum bisa melupakan Allea. Dan inilah yang Aqilla takutkan, jika sampai keduanya kembali bertemu dan merajut kasih, entah dengan siapa Aqilla akan bersandar karena sang Ayah satu satunya orang yang menyanyanggi Aqiilla melebihi Apapun kini telah meninggalkan Aqilla didunia ini.
Aqilla nampak mendesah pasrah entah apa yang akan terjadi besok ia hanya bisa pasrah.
....
"Mama habis darimana ???" tanya Allea melihat Tania mama nya baru pulang membawa beberapa paperbag.
"Ini Mama habis dari Mall, Mama juga beliin kamu baju baru keluaran terbaru, kamu pasti suka.." ucap Tania sambil menyerahkan beberapa paperbag pada Allea.
"Makasih Mah... " ucap Allea dengan girangnya.
"Mama tadinya mau ngajak kamu, tapi kamu malah tidur dan pules banget jadinya Mama nggak tega buat bangunin" ucap Tania.
"Harusnya bangunin aja Maa... " ucap Allea tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
"Coba kamu tadi ikut pasti bakalan ketemu sama Aidan" ucap Tania membuat Allea sedikit berdegup.
"Aidan ???" Tanya Allea sedikit penasaran
"Iya Aidan yang dulu mau nikahin kamu, sekarang dia udah punya istri ternyata dan Mama kayaknya kenal sama istrinya tapi lupa siapa yaa " ucap Tania mencoba mengingat ingat.
"Itu anak pembantu nya di mansion om Zen Mah..." ucap Allea dengan nada remeh.
"Ahh iyaa.. jadi dia... kok mau ya Aidan sama anak pembantu gitu" ucap Tania juga.
"Hmm aku juga nggak rela mah.. " ucap Allea membuat tania terkejut.
"Maksud kamu apa Allea ?" tanya Tania sedikit terkejut dengan ucapan Allea.
Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komen yaa 😘😘😘
__ADS_1