
Aqilla keluar dari mobil, tak lupa melambaikan tangan nya untuk sang ayah yang kini sudah melajukan mobilnya meninggalkan area Apartemen.
Aqilla berjalan memasuki apartemen, dan ketika membuka pintu apartemen nya, Aidan sudah menunggunya dan nampak langsung tersenyum melihat sang istri sudah pulang.
"Maaf sayang, aku kemaleman, lama ya nungguin aku" ucap Aqilla yang langsung menghambur kepelukan Aidan.
"Nggak apa apa sayang, aku ngerti... gimana seneng nggak bisa Qtime sama Ayah ???" tanya Aidan nampak melepaskan pelukan.
"Seneng banget ... maklum kan jarang ketemu ayah" ucap Aqilla sedih.
"Hmmm iya iya... udah sana mandi , aju angetin dulu makan malamnya " suruh Aidan pada Aqilla.
"Emang kamu masak bee ???" tanya Aqilla sedikit terkejut.
"Enggaklah, kamu kan tau suami kamu ini nggak bisa masak, tadi pas pulang dibawain bekel sama Mama" ucap Aidan nampak nyengir.
"Hmm iya udah... aku mandi dulu ya bee" ucap Aqilla yang kini berjalan memasuki kamar mandi.
Selesai mandi, Aqilla melihat Aidan sudah menyiapkan makan malam yang masih mengepul karena memang baru saja dipanaskan oleh Aidan.
"Duh enak nihhh masakan Mama" ucap Aqilla yang kini sudah duduk dan bersiap mengambilkan nasi untuk Aidan.
"Mama masakin khusus buat kamu sayang dan ini semua makanan kesukaan kamu" ucap Aidan bangga dan memang masakan yang dibawa Aidan memang kesukaan Aqilla semua.
"Hmm pokoknya malam ini Qilla bakalan makan yang banyak ..." ucap Aqilla nampak tak sabar mengambil lauk yang ada didepanya.
Aidan yang melihat itu hanya terkekeh.
Selesai makan malam, keduanya nampak memasuki kamar, terlihat Aqilla sibuk dengan skincare malam nya dan Aidan yang sibuk melihat laptop nya .
"Ngecek apa sih beee???" tanya Aqilla yang telah selesai membersihkan wajahnya itu.
"Biasa kerjaan kantor" ucap Aidan yang kini sudah menutup laptopnya dan fokus pada Aqilla.
"Hmm sayang... selamat ulang tahun yaa... maaf bukanya tadi pagi lupa, emang sengaja biar sureprisenya berhasil" ucap Aidan yang kini mengenggam tangan Aqilla romantis dan Aqilla tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Makasih sayang" ucap Aqilla tersenyum bahagia .
"Dan juga Aku punya sesuatu buat kamu" ucap Aidan yang kini mnegeluarkan kotak kecil panjang yang terdapat hiasan pita diluar nya.
"Apa ini???" tanya Aqilla.
"Buka dong sayang" ucap Aidan dan segera Aqilla membuka kotak yang ternyata berisi kalung dengan gantungan peri yang membawa bunga.
"Bagus banget...." ucap Aqilla tampak senang melihat kalung pemberian Aidan.
"Kamu suka ???" tanya Aidan.
"Suka banget... makasih sayang.." ucap Aqilla nampak memeluk suaminya itu
"Ya udah sini biar aku pakein" ucap Aidan yang kini nampak memakaikan kalung dileher Aqilla.
"Cantikk... kayak yang make..." ucap Aidan memuji Aqilla yang nampak tersipu malu.
Keduanya pun berpelukan membagi cinta satu sama lain dan tak lupa dengan program cucu yang kini sedang dilakukan oleh keduanya hinga ber ronde ronde.
Pagi ini Aqilla berjalan penuh dengan bahagia melewati lorong lorong kampus sambil sesekali ia melihat kalung pemberian suaminya itu.
Tanpa Aqilla sadari ada kaki yang menghadang jalan Aqilla hingga membuat Aqilla terjatuh dilantai kemudian Aqilla mendengar cekikikan 3 wanita yang selalu saja usil dengan keberadaan Aqilla, siapa lagi kalau bukan Kiki And the gengs.
"Duh tuan putri kita baru aja jatuh, kasian banget yaa " ucap Kiki meledek kemudian ditertawakan oleh teman temanya.
Aqilla hanya memandang sekali kemudian bangkit dan meninggalkan mereka tapi siapa sangka Kiki menarik tangan Aqilla hingga membuat Aqilla terjerembab jatuh ke lantai.
"Jadi orang nggak usah songgong lo...entang mentang suami elo kaya bisa pamer jalan bermesraan dikampus!!!" bentak Kiki yang membuat Aqilla sadar jika Kiki iri melihatnya dijemput oleh Aidan kemarin sabtu.
Aqilla sama sekali tak bisa mendengar ocehan Kiki karena ia merasakan ada sesuatu yang mengalir dibawah sana dan ia merasakan pening yang luar biasa hingga ia tak bisa mendengar apa apa lagi.
Aqilla pingsan ...
....
__ADS_1
Aqilla terbangun dan ia tengah berbaring di atas ranjang ruangan berbau obat.
Rumah sakit... Ya sekarang Aqilla tengah berada dirumah sakit dan ia melihat tangan nya di infus.
"Sayang ... kamu udah sadar ???" tanya Aidan yang ternyata ada disampingnya.
"Kok aku bisa disini ??? trus kok bisa ada kamu juga disini??" tanya Aqilla masih binggung.
"Aku tadi ditelpon dari pihak kampus kalau kamu pingsan makanya aku langsung himbau biar kamu dibawa kerumah sakit karena aku nggak mau kamu kenapa napa!!! sekarang jawab aku siapa yang udah bikin kamu kayak gini ??? tadi pas berangkat aja kamu nggak apa apa dan juga tangan kamu sampe lecet gini" ucap Aidan sedikit emosi.
"Eughh.. aku tu tadi jatuh .. iya tadi jatuh nggak tau kenapa bisa pingsan" ucap Aqilla mencari Alasan.
"Nggak usah bohong Qilla... jawab siapa yang udah bikin kamu kayak gini atau aku bakalan cari tau sendiri" ucap Aidan dengan suara keras.
"Udahlah Bee... yang penting kan aku enggak apa apa " ucap Aqilla mencoba menenangkan Aidan yang masih emosi.
"Tapi kamu hampir aja kehilangan anak kita Aqilla !!!" ucap Aidan marah dan membuat Aqilla terkejut dengan ucapan Aidan yang mengatakan anak kita.
"Maksud kamu anak kita ???? aku hamill??!" tanya Aqilla spechless..
"Iya sayang kamu hamil dan sekarang mendingan kamu jujur sama aku siapa yang udah bikin kamu kayak gini,!!"ucap Aidan yang kini mulai memelankan suaranya.
"Bee.. aku tu nggak diapa apain sama siapa siapa..." ucap Aqilla nampak gugup.
"oke kalau kamu nggak mau ngaku... biar aku cari tau sendiri!!" ucap Aidan yang kini keluar dan meninggalkan Aqilla tak lupa ia membanting pintu rumah sakit kasar hingga menimbulkan suara agar Aqilla tau jika Aidan sedang marah dengan nya.
Aqilla nampak menghela nafas melihat tingkah suaminya itu, ia hanya bisa pasrah saja jika Aidan mengetahui semuanya dan membuat gengs yang membully nya di Do dari kampus, ya tentu saja Aidan bisa melakukan itu karena Aidan salah satu donatur tetap dikampus Aqilla.
Sejenak melupakan masalahnya, Aqilla nampak mengelus lembut perutnya yang kini sudah terisi.
"Terimakasih tuhan... terimakasih sayang telah hadir, sehat terus diperut Mami ya sayang... kita semua nungguin kamu..." ucap Aqilla sambil mengelus perut nya yang masih terlihat rata itu.
Bersambung.....
Jangan lupa like vote dan komen yaaa 😍😍😘😘
__ADS_1