
"Apa kamu gila tania, kamu ingin cerai???!!!" bentak papa tania yang tampak emosi.
"Pikirkan lagi tania, siapa yang akan memberi kemewahan jika bukan kai dan apa kamu juga tega jika melihat rumah kita disita bank dan kita akan menjadi gelandangan!!!" bentak mama tania juga tampak marah.
Tania tampak menangis mendengar ucapan kedua orang tuanya.
"Jika kalian tau apa yang sudah kai lakukan pada ku, apa kalian masih membelanya dan mempertahankan pernikahan sial ini" batin tania semakin terisak.
"Papa sama mama nggak mau tau , kamu harus mempertahankan pernikahanmu dengan kai, entah apapun yang kamu alami itu hanyalah cobaan pernikahan , dan mama papa cukup tau bagaimana kai menyayangi kamu!!!" ucap sang papa yang masih dengan amarahnya.
"Ak..aku hanya lelah dan aku benar benar ingin bercerai pa .. ma... mengertilah.." ucap tania lirih dan masih terisak.
"Bagaimana mungkin papa bisa mengerti kamu, harusnya kamu yang mengerti kami tania, kita sedang terlilit hutang yang tidak sedikit, apa kamu tidak mengerti itu!!!" ucap papa tania tampak geram.
"Kamu harus bertahan tania, demi kami!!" imbuh mama tania.
"Apa papa mama tau yang sudah kai lakukan pada tania??? dia bahkan tega menjadikan tania..." belum selesai tania mengatakan pada orang tuanya tiba tiba sebuah suara menganggu mereka.
"Ternyata kamu disini sayang, aku mencarimu kemana mana" ucap sebuah suara yang tak lain adalah kai yang tiba tiba mendekat kearah tania kemudian memeluk pinggang tania posesif. tania hanya menghela nafas jengah kemudian menghentikan tangisannya.
Tampak kedua orangtua tania kikuk dan takut jika kai mendengar obrolan mereka.
"Maaafkan kami pa , ma... biasalah hanya masalah sepele membuat tania ngambek gini" ucap kai santai.
"Dan saya juga sudah melunasi hutang bank jadi papa mama nggak perlu khawatir rumah ini akan disita" imbuh kai lagi membuat senyuman merekah dibibir orangtua tania.
"Maafkan kami nak kai jika selalu merepotkan" ucap mama tania.
"Nak kai tenang saja, kami sudah menasehati tania untuk selalu bersabar menghadapi masalah rumah tangga" ucap papa kai .
Muakkk.... itulah yang dirasakan tania saat ini berada diantara orangtua dan suami yang sama sama mencari muka.
"Sayang... lebih baik kita pulang sekarang, aku sudah merindukanmu" ucap kai sedikit keras agar didengar orangtua tania.
"Iya tania, lebih baik kamu pulang sekarang kasian suami kamu sampe harus menjemputmu kesini" ucap sang mama.
Tanpa membalas ucapan kai dan mamanya, tania melenggang pergi meninggalkan ketiga orang itu.
"Maafkan sikap anak kami ya nak kai, semoga nak kai selalu diberikan kesabaran " ucap papa tania sedikit tak enak.
"Tak perlu merasa bersalah pa, mungkin memang salah saya sudah membuat tania marah, kalau begitu saya pamit dulu ya pa ma" ucap kai kemudian mencium telapak tangan kedua mertuanya dan mengikuti tania yang sudah mendahuluinya.
"Kita beruntung ya pa , punya menantu sebaik nak kai" ucap mama tania yang diangguki oleh suaminya.
Kai yang sempat mendengar ucapan mama tania hanya tersenyum sinis.
__ADS_1
Tania tampak memasuki sebuah mobil mewah yang sudah terparkir didepan rumahnya ya tentu saja itu mobil kai.
Tak berapa lama diikuti oleh kai yang juga memasuki mobil itu.
"Kemana kita tuan???" tanya sopir pribadi kai.
"Pulang" ucap kai dingin.
"Baiklah tuan" ucap sopir kai.
Mobil melaju menuju mansion kai dan tak ada yang berbicara didalam mobil.
Baik tania maupun kai keduanya sama sama bungkam dan memilih melihat kearah jalan.
Hingga sampai dimansion pun mereka masih diam, tania turun dan langsung memasuki kamarnya.
Kai nampak menghela nafas melihat tingkah tania.
Entah apa yang dipikirkan kai.
\*\*\*
Tania memasuki kamarnya dan seketika tangisnya pecah, tangis yang ia tahan sedari tadi karena menahan sesak melihat orangtuanya yang sama sekali tak memperdulikannya .
Dan tentang kai yang notabennya adalah suaminya yang harusnya menjaga dan memperlakukannya dengan baik malah sebaliknya sama sekali tak memperlakukanya dengan baik.
"Apa yang kau tangisi hah???!!!" tanya kai sedikit kasar.
Tania yang tersentak melihat kai sudah berada dikamarnya pun tetap melanjutkan tangisnya tanpa memperdulikan kai.
"Aku bertanya padamu ******!!!" ucap kai sedikit berteriak.
"Aku lelah kai , aku benar benar lelah dengan kehidupanku" ucap tania lirih.
"bukankah semua ini kamu yang memulainya tania???'" tanya kai lagi.
"Ya aku memang ******!!! aku memang ******* !!! bahkan aku tidak pernah memberikan keperawananku padamu hingga membuatmu memperlakukanku seperti ini , aku paham kai .. cukup paham!!! aku hanya lelah kai ... aku mohon kai jika memang aku tak pantas untukmu, lepaskan aku" ucap tania yang tampak berteriak dan masih terisak juga.
"Apa kau bilang??? melepaskanmu??? tidak semudah itu honey.. setelah apa yang sudah kuberikan pada keluargamu!!!" ucap kai sambil menatap tajam tania.
Tampak tania tersenyum frustasi...
Ya memang percuma meminta kai melepaskannya , itu tak akan mungkin.
Kai memang sudah memberikan keluarganya kemewahan, mana mungkin ia melepaskannya begitu saja.
__ADS_1
Apalagi dengan adanya tania yang membuat perusahaan kai berkembang pesat hasil dari para investor yang selalu dilayani oleh tania.
"Jangan pernah berfikir bisa meninggalkanku tania, apalagi sampai menceraikanku karena itu tak akan mungkin terjadi , " ucap kai kemudian berbalik keluar dan membanting pintu kamar kasar.
Tania tampak menangis pasrah, ya memang percuma dia meminta baik baik pada kai, kai tak akan melepaskannya dengan mudah.
Hingga dering telepon menghentikan tangis tania.
Rio calling.......
Tampak tania mengerutkan keningnya bingung kemudian mengambil ponselnya.
"Ada apa ???" tanya tania cuek.
"baiklah" ucap tania lagi.
Tania tampak menghela nafas kasar kemudian ia bersiap keluar lagi untuk menemui rio.
\*\*\*
Rio tampak duduk disebuah kursi kafe yang cukup sepi pengunjung, ya karena memang hari senin semua orang sibuk dengan pekerjaannya.
Rio menyesap americano coffenya sambil sesekali melirik jarum jam tangannya, hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya.
"Sudah lama menungguku???" tanya tania kemudian duduk didepan rio.
"Hmmm .. lumayan... apa yang terjadi dengan mata sembabmu kakak ipar??" ucap rio mengoda tania karena melihat mata tania tampak sembab sehabis menangis.
"Apa kai lagi???" tanya rio yang masih saja tak mendapatkan jawaban dari tania.
"Sepertinya iya " ucap rio lagi sambil terkekeh.
"Langsung saja , untuk apa kamu meminta bertemu??" tanya tania tak mengubria rio yang ingim mengajaknya berbasa basi.
"Aku berhenti menggangu anna dan zen" ucap rio mantap.
"Kenapa???" tanya tania datar.
Karena aku sudah mengikhlaskan anna dan aku pun sudah mendapatkan seseorang" ucap rio tampak berbunga bunga.
"Aku sudah tak peduli lagi dengan mereka, toh kalaupun mereka berpisah belum tentu aku bisa berpisah dengan kai, karena sepertinya kai tak akan mudah melepaskanku" ucap tania lirih.
"Tentu saja kai tak akan melepaskanmu, karena dia mencintaimu" ucap rio santai.
Tampak tania membulatkan matanya tak percaya dan terkejut dengan ucapan rio.
__ADS_1
🐾🐾🐾
Bersambung.....