MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 15


__ADS_3

Aidan tampak gelisah diatas ranjang nya. Ia membolak balikan badan nya, ia merasa sedikit salah bicara pada Aqilla. Ya apa yang ia katakan tadi, ia tak menyukai Aqilla dekat dengan pria lain, ya ia tadi baru saja mengeluarkan kata itu.


Tampak frustasi karena ucapan Aidan sendiri membuatnya tak nyaman.


Apakah dirinya sudah mulai menyukai Aqilla, tidak mungkin , Aidan sebisa mungkin menyangkal itu.


Semua berawal saat ia sakit dan dirawat oleh Aqilla, membuat hati Aidan tersentuh dengan ketulusan Aqilla.


Tepat pukul 10 malam Aidan keluar dari kamarnya, berharap Aqilla sudah tidur, tapi siapa sangka Aqilla malah duduk diatas karpet bulu didepan televisi sambil berkutat dengan buku bukunya.


"Lhoo kak Aidan belum tidur??" tanya Aqilla yang membuat Aidan terkejut karena tak menyadari Aqilla duduk disana.Padahal Aidan baru ingin menghindari Aqilla.


"Ehem... iya ... tiba tiba haus aja" ucap Aidan berdehem untuk mengurangi salah tingkahnya.


"Ehh, mau dibikinin kopi kak ???" tanya Aqilla menawarkan.


"Enggak perlu... kamu lanjutin aja belajarnya" ucap Aidan kemudian berlalu meninggalkan Aqilla.


Selesai meneguk segelas air dingin yang ia ambil dikulkas, Aidan nampak membuatkan susu hangat untuk Aqilla. Entah apa yang merasukinya hingga ia berrpikiran untuk membuatkan segelas susu hangat untuk Aqilla.


"Nih diminum, jangan malem malem boboknya" ucap Aidan sambil menyodorkan segelas susu hangat dimeja.


"Ehh, makasih kak" ucap Aqilla dan melihat Aidan sudah berlalu pergi meninggalknya memasuki kamar.


"Tumben banget kak Aidan perhatian sama Qilla" batin Aqilla senang kemudian meneruskan belajarnya.


.....


Pagi hari Aidan nampak sudah rapi dengan setelan kantornya, ia berjalan keluar menuju meja makan untuk sarapan. Dimeja makan sudah tersedia sepiring nasi goreng yang masih hangat dengan secangkir kopi susu disampingnya.


Aidan mengeryit heran, karena sejak keluar dari kamar ia belum melihat Aqilla hingga ia melihat secarik kertas yang berada disamping nasi goreng.


*Kak maaf aku berangkat duluan soalnya jadwal dosen ada yang dimajuiin, aku udah siapin kakak sarapan, jangan lupa sarapan kak

__ADS_1


Your wife*


Aidan tampak tersenyum kala membaca tulisan your wife , yang ditulis oleh Aqilla.


Selesai membaca Aidan segera melahap masakan Aqilla hingga habis tak tersisa.


....


Allea nampak sudah rapi dengan dress selutut warna peach dan juga sepatu sneakers warna putih. Ia akan pergi mencari informasi hari ini, ia sudah bertekad akan mencari tau penyebab neneknya dulu dipenjara. Tak lupa memakai masker agar tak ada yang mengenalinya.


"Allea kamu mau kemana ???" tanya Sang nenek yang melihat Allea keluar dari kamar nampak rapi seperti ingin pergi kesuatu tempat.


"Nenek liat deh, rambut Allea udah kucel, kuku Allea juga udah mulai pudar, kulit Allea udah kusam gini, Allea mau keluar sebentar buat perawatan, boleh ya nek" ucap Allea merenggek pada neneknya.


"Tidak !!! Apa kamu mau kalau sampai orang suruhan zen menangkapmu!!" ucap sang nenek tegas.


"Enggak mungkin nek, ni Allea aja bawa masker buat nutupin muka Allea, nggak mungkin bisa ngenalin Allea, lagi pula kota ini kan jauh dari kota tempat mereka tinggal," ucap Allea masih membujuk sang nenek.


"Sekali tidak tetap tidak!!!' ucap sang nenek marah.


"Oke kalau kamu memaksa, tapi nenek juga harus ikut" ucap nenek.


"Nenek dirumah aja, kasian nenek ntar nungguin Allea kelamaan" ucap Allea.


"Apa kamu yakin tak akan kabur meninggalkan nenek ??'tanya Sang nenek.


"Mana mungkin Allea tega sama nenek, ya sudah Allea berangkat dulu nek" ucap Allea nampak mencium tangan neneknya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah sederhana yang di tinggali oleh Allea dan neneknya.


Allea senang akhirnya ia bisa mengelabui neneknya, Ia nampak bergegas menuju kantor poliisi tempat neneknya dipenjara yang berarti ia harus pergi kekota dimama keluarga Aidan tinggal termasuk keluarganya.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya sampi di rumah tahanan tempat kakek dan neneknya dipenjara.


"Jadi nenek saya dipenjara karena pembunuhan ???! apa memang benar seperti itu ???'tanya Allea tak begitu terkejut karena ia memamg sudah mengetahuinya dahulu tapi ia pikir semua itu tidak benar.

__ADS_1


"Ya ia ikut dalam pembunuhan berencana yang korbanya adalah majikanya sendiri" ucap salah satu polisi memberikan penjelasan serta bukti yang sudah dikumpulkan.


"Sulit mempercayainya" gumam Allea yang masih bisa didengar oleh petugas yang berjaga.


"Memang itulah kenyatanya" ucap poliisi itu.


"Kalau saya boleh tau apa penyebab mereka membunuh ??" tanya Allea .


"Tentu saja harta, mereka menguasai harta majikanya setelah itu, kasus itu pun baru terbuka setelah putrinya sudah dewasa" jelas polisi itu.


"Siapa nama putri mereka pak??" tanya Allea lagi


"Nona Anna Sheilla Dara " ucap polisi itu yang seketika membuat Allea terkejut tak percaya karena dia adalah mantan calon mertuanya.


Cukup lama Allea dikantor polisi hingga ia memutuskan untuk pulang setelah mendpatkan apa yang ia cari.


Sekarang dia hanya harus memilih percaya dengan siapa, neneknya atau keterangan dari polisi tadi.


...


Karena dilanda pusing dan dilema akhirnya Allea memutuskan untuk berjalan jalan di mall tempat ia biasa dulu hangout bersama teman temannya mungkin bisa membuatnya berpikir lebih jernih.


Allea nampak menikmati setiap sudut mall yang paling besar dikota itu, sudah hampir 2bulan ia merasa seperti dipenjara oleh neneknya karena tak diperbolehkan keluar.


Allea berjalan hingga matanya melihat sesuatu yang membuat dadanya merasakan sesak.


"Aidan...." ucap Allea lirih.


Haloo readerss... aku mau ngucapin makasih banyak buat kalian yang ikut ngedoain bapak aku.


hmm maaf kalau sekarang lemot banget up nya karena ya memang masih dalam keadaan berduka...


dan makasih juga buat kalian yang masih stay tune sama cerita ini...

__ADS_1


love you readersss 😘😘


__ADS_2