
Pagi hari aqilla bangun lebih awal, ia semalam sudah memikirkan banyak hal mengenai hubunganya dengan aidan.
Ia tak akan memikirkan bagaimana sikap aidan kepadanya, yang harus ia lakukan adalah bagaimana ia bisa jadi istri yang baik untuk aidan agar suatu saat aidan bisa membuka pintu hatinya untuk aqilla. sekarang mau aidan bersikap dingin pada aqilla, ia tak peduli, aqilla akan berusaha sabar dan menjaga keutuhan rumah tangganya.
Aqilla bangun dan melihat aidan nampak tidur meringkuk disofa, segera aqilla menyelimuti aidan dengan selimut tebal, saat menyelimuti aidan mata aqilla tertuju pada tangan aidan yang terlihat terluka, membuat aqilla sangat khawatir.
Apa terjadi sesuatu semalam, batin aqilla.
Segera aqilla mencari kotak p3k yang disediakan oleh pihak hotel.
Dengan hati hati aqilla membersihkan luka aidan dengan alkohol, sangat pelan aqilla merawat tangan aidan karena takut aidan akan terbangun.
Selesai membersihkan luka aidan dan memberikan obat sampai menutup luka ditangan aidan, aqilla bergegas kekamar mandi untuk mandi sebelum aidan bangun.
Saat aqilla sudah memasuki kamar mandi, aidan terbangun dan melihat lukanya yang baru saja dirawat oleh aqilla, aidan tau karena aidan terbangun saat aqilla membersihkan lukanya, tapi aidan pura pura belum bangun dan merasakan bagaimana aqilla merawatnya.
Bagaimana aku bisa membuatmu membenciku jika kamu saja sebaik ini batin aidan.
Aidan memang berencana membuat aqilla tak betah menjadi istrinya agar meminta cerai darinya tapi melihat bagaimana baiknya aqilla pada aidan membuat aidan tak tega.
Tapi entahlah, ia masih belum bisa menerima aqilla sebagai pengganti allea.
Dihatinya masih ada allea dan hanya allea seorang.
"Kakak sudah bangun??" tanya aqilla saat keluar dari kamar mandi.
"Hmmm" jawab aidan singkat.
"Kakak mau aqilla siapain air buat mandi??" tanya aqilla lagi.
"Nggak perlu, aku bisa sendiri" jawab aidan dingin kemudian melewati aqiilla memasuki kamar mandi.
"Huffftttt" keluh aqilla saat aidan sudah memasuki kamar mandi.
"Bersiap siaplah mulai sekarang aqilla, semoga aku kuat" batin aqilla.
Selesai menyisir rambutnya dan mengunakan make up tipis, aqilla mulai menyiapkan sarapan yang memang sudah disediakan pihak hotel.
__ADS_1
"Kak ayo sarapan, udah siap dimeja makan" ucap aqilla saat melihat aidan keluar dari kamar mandi.
"Aku nggak lapar, kamu aja" ucap aidan cuek sambil mencari cari bajunya dikoper.
"Aku udah siapain baju ganti kakak di atas ranjang" ucapa aqilla yang melihat aidan tampak sibuk membuka buka koper.
"Hmmm" jawab aidan tampak mengambil baju yang sudah disiapkan aqilla dan mengenakanya dikamar mandi.
"Kakak yakin nggak mau sarapan ??" tanya aqilla pada aidan.
"Enggak, kamu aja" ucap aidan singkat.
"Dari kemarin kan kakak belum makan sama sekali" ucap aqilla nampak sedih karena ia tau betul aidan kemarin seharian tidak makan sama sekali.
"Aku nggak apa apa, nggak perlu khawatirkan aku, pikirkan dirimu sendiri" ucap aidan dingin.
Aqilla hanya diam saja mendengar jawaban dingin aidan.
"Setelah selesai lebih baik kita segera check out dan kembali kemansion untuk mengemas barang barang kita" ucap aidan.
"Pindah ke apartemen, " ucap aidan yang membuat aqilla sedikit kecewa karena aqilla pikir aidan akan mengajaknya honeymoon tapi kenyataanya hanya pindah rumah, lagi pula mana mungkin aidan mengajaknya honeymoon, menyetuhnya saja aidan tak mau.
"Ya kak" jawab aqilla sambil meneruskan sarapanya tanpa aidan.
Selesai sarapan aidan dan aqilla sudah check out untuk kembali kemansion.
Dimansion pun aqilla dan aidan sudah di tunggu oleh mama anna.
"Duhh yang abis malam pertama sampai pulangnya aja kesiangan" goda anna pada aqilla dan aidan.
"Mama apa sih " ucap aidan cuek sementara aqilla nampak malu malu.
"Ma hari ini aidan sama qilla mau siap siap buat pindah apartemen" ucap aidan santai.
"Kok cepet banget, mama pikir kalian bakalan disini sampai beberapa bulan" ucap anna.
"Enggak ma, lebih baik kita diapartemen saja biar qilla juga lebih nyaman , ya kan qilla??" tanya aidan tampak melirik pada aqilla.
__ADS_1
"Iya kak, qilla nurut sama kakak aj" ucap aqilla.
"Duh mama adem dengernya kalau kayak gini" ucap anna.
"Ayah mana tante ???" tanya anna masih kikukk.
"Kok tante sih, harusnya mama dong" protes anna membuat aidan tampak memutar bola matanya malas.
"Maaf ma, belum terbiasa" ucap aqilla nampak malu malu.
"Nggak apa apa sayang, ayah kamu sudah berankat pagi pagi tadi, ia tadi bilang sama mama kalau besok kembali pasti akan mengujungimu" ucap anna menjelaskan.
Seketika raut wajah aqilla berubah kecewa.
"Kalau papah mana ma??" tanya aidan.
"Papah masih tidur tuh, kecapekan gara gara kemaren tamunya yang datang banyak banget" ucap anna.
"Ya udah ma, kami siap siap buat pindahan dulu ya " ucap aidan nampak mengandeng tangan aqilla mengajaknya keatas kamar aidan.
Aqilla sedikit terkejut melihat perubahan sikap manis aidan pada nya didepan mama anna.
Anna yang melihat putranya bersikap manis pada aqilla sedikit lega karena aidan sudah bisa menerima aqilla menjadi istrinya.
...
Setelah mengemas beberapa barang yang ia bawa dan aqilla bawa, dan perjalanan yang tak terlalu jauh mereka pun sampai apartemen aidan.
Apartemen aidan sangat mewah dan bagus, aqilla tak menyangka ia akan tinggal ditempat semewah ini.
"Ini kamar kamu, dan disana kamar aku" ucap aidan yang membuat aqilla kaget setengah mati.
"Mak..maksud kakak ????" tanya aqilla binggung.
**Bersambung....
jangan lupa like vote dan komen gegskuu 😘😘😘😘**
__ADS_1