
Aqilla nampak berlama lama menghabiskan waktu dikamar mandi, setelah selesai makan malam Aqilla memang kekamar mandi dengan alasan ingin mandi padaahal disana ia ingin memuntahkan isi perutnya yang sudah bergejolak ingin keluar sedari tadi namun ia tahan karena ia merasa tak enak jika tau Aqilla memuntahkan makanan buatan Aidan yang rasanya memang benar benar keasinan serta spaghettinya yang terlalu banyak saos membuat Aqilla semakin tak bisa menahan mualnya.
Setelah lega mengeluarkan isi perutnya Aqilla juga merasa bersalah pada Aidan jika tau Aqilla memuntahkan makanannya mungkin akan membuat Aidan kecewa.
Aqilla bergegas menyalakan shower dan mandi dibawah guyuran air shower, ada rasa bahagia malam ini setelah kemarin malam ia menghabiskan waktu semalaman untuk menangis kini Aqilla malah bahagia karena Aidan menyadari jika ia memang tak bersalah.
Dan dengan kejadian ini pula bisa membuat Aqilla harus lebih berhati hati lagi jika ada pria yang mendekatinya walaupun pria itu adalah temam dekat Aqilla tak memungkinkan untuk tidak menjebak Aqilla kembali.
Selesai mandi, Aqilla keluar dan melihat Aidan masih berkutat dengan layar laptopnya.
"Masih banyak yang harus dikerjain ya Bee??" tanya Aqilla mendekat pada Aidan.
"Enggak kok sayang, cuman ngecek email aja nihh" ucap Aidan kemudian mematikan laptopnya dan menutup laptopnya karena ia tergoda dengan harum semerbak bau tubuh istrinya yang baru selesai mandi itu.
Langsung saja tanpa basa basi Aidan memeluk erat Aqilla.
"Aku kangen banget sayang..." ucap Aidan pada Aqilla.
"kemarin aja dicuekin..." protes Aqilla dengan nada bercanda .
"Iya deh iyaa maaf ..." ucap Aidan menyesal.
Aqilla hanya terkekeh saja membuat Aidan gemas dan menciumi pipi serta bibir Aqilla berkali kali.
Drrettttttttt.... Satu pesan masuk ke ponsel Aidan.
Aidan membuka pesan dan sedikit terkejut dengan isi pesan dan siapa yang mengirim pesan itu.
0829866xxxxx
*Datanglah ke kafe zona tempat kita sering bertemu dulu..
Allea*...
Sedikit mengeryit dan heran, untuk apa Allea mengajaknya bertemu ??? batin Aidan.
"Dari siapa sayang ???" tanya Aqilla yang baru saja keluar dengan mini bag di punggungnya.
"Ohh cuma pesan spam, ahh iya sudah siap sayang ???" tanya Aidan mencoba menutupi.
"Udah , berangkat sekarang aja yukk.." ucap Aqilla.
__ADS_1
"Ya udah yuk" keduanya kini berjalan menuju mobil , Ya hari ini memang hari libur dan keduanya menyempatkan untuk mengecek kandungan bersama.
"Emm sayang..." panggil Aidan yang kini keduanya sudah berada didalam mobil.
"Kenapa sayang ?" tanya Aqilla.
"Nanti habis dari periksa gimana kalau kamu ke makam ayah dianter pak Gun, sopir Mama soalnya habis ini mendadak ada klien yang ngajak ketemu" ucap Aidan sedikit ragu.
Aqilla nampak memandang sejenak wajah Aidan kemudian mengangguk tanpa protes.
"Iya udah nggak apa apa sayang, kamu ketemu klien aja , aku nggak apa apa dianter sama pak Gun" ucap Aqilla.
"Makasih ya sayang" ucap Aidan dan Aqilla hanya menggangguk saja.
Sedikit ada rasa bersalah Aidan pada Aqilla karena membohongi Aqilla namun Aidan memang harus meluruskan ini semua karena ia tak ingin terus terusan diganggu oleh Allea lagi.
Sedangkan itu Raut wajah Aqilla terlihat sedikit murung , ya seharusnya hari ini ia bisa menghabiskan waktu seharian dengan Aidan namun ada saja yang menganggu waktu mereka walaupun begitu Aqilla mencoba tetap mengerti dan tak akan banyak protes.
....
Selesai dari dokter kandungan kini Aqilla sudah akan masuk ke mobil namun berbeda dengan mobil saat ia berangkat karena ini salah satu mobil dimansion Zen yang di sopiri oleh pak Gun sopir sang Mama.
"Hati hati ya sayang, maaf nggak bisa ngaterin" ucap Aidan tak lupa mencium kening istrinya.
Mobil yang di tumpangi oleh Aqilla sudah melaju meninggalkan rumah sakit dan Aidan bergegas menuju mobilnya untuk menemui Allea dikafe tempat ia sering menghabiskan waktu dengan Allea dulu.
...
Aidan nampak celinggukan mencari seseorang didalam kafe. Tak lama sebuah tangan melambai kearah Aidan membuat Aidan berjalan kearah tangan yang tak lain adalah tangan milik Allea.
"Ada apa ..." tanya Aidan tanpa basa basi kemudian duduk di kursi depan Allea.
"Kamu nggak mau pesen minum dulu apa makan gitu ?" tanya Allea mencoba ramah meskipun Aidan nampak dingin.
"Enggak ... langsung aja soalnya aku juga buru buru " ucap Aidan nampak melihat ke arah jam tangan casual miliknya.
"Hmmm... aku mau minta maafff..." ucap Allea sedikit menunduk.
"Buat ?" tanya Aidan .
"Aku ninggalin kamu waktu pernikahan kita dulu.." ucap Allea.
__ADS_1
"Enggak masalah, aku udah lupain itu semua" jawab Aidan santai.
"Secepat itu ???' tanya Allea tak percaya.
"Ya ... jadi hanya ini yang ingin kamu katakan ???" tanya Aidan masih dingin.
"Aidan... kamu berubah... apa udah nggak ada rasa sayang kamu buat aku ???" tanya Allea tak percaya.
"Aku tau mungkin jawaban ini nyakitin kamu tapi aku memang harus jujur karena sekarang aku sudah memiliki keluarga dan aku sudah bahagia sama Aqilla jadi aku mohon sama kamu jangan pernah usik kebahagiaan aku sama Aqilla..bukankah memang ini yang kamu mau ???. " ucap Aidan datar.
"Apa kamu tau mengapa aku pergi waktu itu ???" ucap Allea yang mulai mengeluarkan air matanya karena tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Aku dulu pergi karena ingin membalas dendam atas ulah papah kamu ... karena papah kamu nenek sama kakek aku dipenjara dan membuat kakek aku meninggal" ucap Allea terisak.
"Apa maksud kamu ?!!!" tanya Aidan.
"Setelah nenek aku keluar dari penjara , nenek aku cerita segalanya dan itu semua disebabkan oleh papah kamu dan itu membuat aku benci sama keluarga kamu sampai aku memang berniat membuat malu keluarga kamu..." ucap Allea terisak.
"Jadi kamu sengaja nglakuin ini ???!!!" geram Aidan.
"Aku minta maaf dan sekarang aku menyesal Aidan, ternyata semua ucapan nenek aku ga sepenuhnya benar " isak Allea semakin menjadi.
"Dan sekarang kamu kembali berharap aku bisa menerima kamu lagi ???" tanya Aidan sinis.
"Aku pikir kamu masih sangat mencintaiku seperti dulu" ucap Allea.
"kamu terlalu percaya diri Allea, aku masih beruntung karena kamu meninggalkan ku dan sekarang aku bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari kamu" ucap Aidan .
"Aku minta maaf Aidan, aku bakalan nglakuin apapun asal bisa membuatmu kembali" ucap Allea .
"Sudahlah Allea, lupakan semuanya... hubungan kita sudah berakhir... aku mohon jangan ganggu kebahagiaan ku dengan Aqilla" Ucap Aidan nampak berdiri.
"Baiklah aku tak akan menganggumu lagi tapi bolehkan sekali saja aku memelukmu, setidaknya bisa menghapuskan rasa rindu yang selama ini aku rasakan" ucap Allea dan tak menunggu jawaban dari Aidan, Allea menghamburkan ke pelukan Aidan.
Diluar nampak seseorang didalam mobil melihat kedua insan sedang berpelukan mesra didalam cafe kaca yang akan mudah terlihat dari luar.
Tak terasa wanita didalam mobil itu meneteskan air matanya.
"Jalan pak..." ucap Wanita itu yang kemudian diangguki oleh sang sopir.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komentt....