MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 29


__ADS_3

Tania nampak menyelimuti Allea yang kini sudah berbaring di ranjangnya.


Tak lupa mengecup kening Allea putri yang sangat ia rindukan itu.


"Mama nggak akan maksa kamu buat cerita sekarang, istirahat dulu kamu pasti lelah" ucap Tania nampak mengelus rambut putrinya itu.


"Makasih Maa... tapi Papah kecewa banget sama Allea ya Ma..." ucap Allea dengan nada sedih.


"Nanti biar mama yang bicara sama Papa, kamu tenang aja " ucap Tania dan Allea hanya mengangguk.


Tania meninggalkan Allea yang kini berusaha memejamkan mata tapi sayang ia masih belum bisa memejamkan mata setelah ia mengetahui segalanya.


Ya segala kebusukan sang nenek yang sudah Ia bela mati matian nyatanya memang neneknya lah yang salah.


Flashback...


Sepulang dari pasar berbelanja, Allea bergegas menuju rumah sederhana yang kini Ia tinggali bersama neneknya.


Akhir akhir ini memang Allea sudah tak mencari tau kebenaranya karena ia percaya sangat percaya dengan neneknya dan Ia merasa apa yang ia lakukan itu sudah benar hingga ia mendengar sebuah kenyataan.


Kenyataan yang memukul keras kepalanya untuk berfikit ternyata apa yang ia lakukan itu sangat salah.


"*Sungguh beruntung kau memiliki cucu seperti Allea.." ucap seseorang didalam yang nampak berbicara dengan neneknya.


"*Tentu saja... dia cucu kesayanganku sudah pasti akan percaya dengan neneknya" ucap Sang nenek sambil terkekeh.


"Sekalipun neneknya bersalah..." ucap pria itu ikutan terkekeh.


"Hah... memang Zen sialan itu bertahun tahun semuanya tersimpan sampai Zen sialan itu berhasil membongkar kejahatan ku hingga membuat suamiku dan aku terserret di penjara, dan kematian suamiku dipenjara bisa kujadikan alasan pada Allea agar mau membalaskan dendamku!!" ucap sang nenek penuh dendam dan tak terasa air mata Allea menetes memdengar pengakuan dari neneknya itu.


"Lantas ... apa kau akan memenuhi janjimu padaku ??' tanya pria itu yang lebih muda dari neneknya dan lebih tua 10 tahun dari Allea.


"Tentu saja, jika kamu bisa memberiku uang setiap kali aku butuh, aku akan memberikan Allea padamu" ucap sang nenek santai membuat Allea membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar*.


Neneknya akan menjualnya pada orang yang tak ia kenal. Segera Allea berjalan pelan menghindar dari rumah itu.


Allea harus segera kabur dari situ.. ya Allea harus menyelamatkan dirinya sendiri sebelum semuanya terlambat.


Sungguh Ia tak menyangka neneknya akan sekejam itu padanya.


Flashback off....


Allea meneteskan air matanya mengingat kejadian itu, beruntung ia bisa kabur dari sana tanpa sepengetahuan neneknya.

__ADS_1


Saat neneknya tengah terlelap , Allea segera mengemasi barang barang nya dan kabur dari sana.


Ia sangat menyesal dan merass bodoh telah mempercayai neneknya yang selama ini ia sayangi itu.


Sekarang hanya penyesalan yang datang..


Jika saja ia tak percaya dengan ucapan neneknya mungkin sekarang ia sudah berbahagia dengan Aidan.


Sekarang semuanya sudah terlambat karena Aidan sudah menikahi anak pembantu itu.


Yaa hanya Anak pembantu, Allea masih yakin dan percaya diri bisa menyingkirkan gadis itu dan mendapatkan Aidan kembali.


Jika dibandingkan dengan Anak pembantu itu, Allea yakin Aidan masih akan memilihnya, tentu saja memilihnya, Allea masih seyakin itu jika Aidan masih sangat mencintainya dam belum bisa melupakanya.


....


Pagi hari Allea nampak turun kebawah untuk sarapan bersama orangtuanya dimeja makan.


Kai yang melihat Allea segera meminum susunya dan meninggalkan meja makan tanpa mengucapkan sepatah kata pun membuat Tania nampak menghela nafas kemudian berjalan mengikuti Kai dari belakang.


Allea hanya duduk termenung, Papahnya terlihat sangat sangat kecewa dengannya, mungkin dengan ia kembali dan berusaha mendekati Aidan lagi bisa membuat sang Papah memaafkanya.


Mungkin....


"Sayang , kok ngalamun... sarapan dulu yukkkk" ajak Tania yang baru memasuki ruang makan setelah mengantar Kai sampai depan.


"Sudah sayang... nanti Mama bujuk Papa lagi ... nggak usah sedih ... "Ucap Tania sambil mengelus punggung putrinya itu.


"Makasih maah, aku pikir Mamah bakalan ikutan marahin aku" ucap Allea


"Hmm.. mana mungkin... Mama memang nggak tau alesan apa yang udah ngebuat kamu pergi , hanya kamu yang tau dan mama nggak mau maksa kamu buat jelasin kalau memang masih belum siap" ucap Tania.


"Makasih mah...." ucap Allea nampak memeluk Tania penuh sayang.


.....


Aidan terbangun dan merasakan Aqilla sudah tak disampingnya. Ia kemudian melihat jam yang tertempel di kamarnya.


Baru pukul 6 kemana Aqilla pergi???? Batin Aidan bertanya tanya.


Segera Aidan bangun dan memeriksa kamar mandi tapi tak ada, Ia akhirnya keluar dan mencium bau masakan yang ia yakini adalah masakan Aqilla.


Dan benar saja, sekarang sang istri tengah berkelut dengan wajan dan spatula.

__ADS_1


"Sayang.... ngapain sihh ??" tanya Aidan sambil memeluk Aqilla dari belakang.


"Aku masakin sarapan, hari ini kamu kerja apa masih cuti ??" tanya Aqilla dan suaranya terdengar serak.


"Aku masih cuti sayang... mau nemenin kamu dulu dirumah" ucap Aidan masih memeluk Aqilla.


"Hmm.. nanti aku mau kemakam ayah lagi..” ucap Aqilla lirih.


"Iya sayang, nanti aku anterin" ucap Aidan .


"Udah mateng... sana mandi dulu" ucap Aqilla pada Aidan.


"Iya iyaa... mentang mentang udah wangi gitu amat" ucap Aidan mengajak bercanda Aqilla dan benar saja Aqilla langsung menyunggingkan senyuman walaupun hanya sebentar.


...


Pukul 2 siang, hawa diluar terasa panas tapi tak membuat Aidan patah semangat menemani sang istri yang kini tengah bersimpuh didepan makam sang ayah.


Tak lupa Aidan membawa payung untuk Aqilla agar Aqilla tak merasa kepanasan.


Cukup lama Aqilla disana dan cukup sabar pula Aidan menemani. Kini keduanya nampak berjalan memasuki mobil lagi dan Aidan masih membawa sopir pribadinya karena ini perjalanan jauh dan Aidan ingin duduk dibelakang agar bisa menemani istrinya.


"Habis ini mau kemana ????, jalan jalan, nonton apa ke malll mumpung aku libur .." ajak Aidan membuat Aqilla nampak memikirkan.


"Nonton ???" tanya Aqilla.


"Mau nonton sayang ??? ya udah , pak langsung ke mall yang biasanya yaa " ucap Aidan pada sopir pribadinya.


"Baik tuan" ucap sang sopir.


Kini mobil Aidan nampak melesat menuju Mall dimana ada bioskop diddalamnya.


Cukup lama perjalanan hingga tiba di Mall sudah sore menjelang malam.


Aidan nampak mengandeng mesra tangan istrinya itu, berjalan memasuki Mall yang nampak padat pengunjung.


Sesekali Aqilla dan Aidan mengobrol dan Aqilla tersenyum membuat Aidan merasa sedikit lega.


Hingga sebuah suara membuat keduanya berbalik arah.


"Nak Aidan...." sapa suara lembut wanita yang kini dibelakang Aqilla dan Aidan.


Dan betapa terkejutnya Aqilla dan Aidan melihat siapa yang ada didepan nya sekarang ini.

__ADS_1


**Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen yaa😘😘😘**


__ADS_2