MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
69


__ADS_3

Sore ini zen menemani anna untuk menemui hendra yang sudah menunggu mereka disebuah restoran keluarga yang sangat terkenal dikota itu.


Anna melihat hendra sendirian tanpa didampingi tante riana.


"Anna ..." ucap hendra lirih kala anna duduk didepan hendra didampingi oleh zen.


"Zen bisakah aku hanya bicara berdua ???" tanya anna memohon tampak zen tidak setuju dengan permintaan anna.


"Ayolah zen , kamu bisa menungguku disana " ucap anna sambil menunjuk meja samping mereka yang tak terlalu jauh dari tempat anna duduk.


"Baiklah, jika kau membutuhkan sesuatu bisa memanggilku, okey sayang" ucap zen mengecup dahi anna dan langsung meninggalkan anna dan hendra tanpa menyapa hendra yang berada didepanya.


"Anna ... papah .." ucap hendra tak sanggup melanjutkan ucapnya.


"Berhenti menganggap aku putrimu jika kenyataanya aku bukan putrimu" ucap anna dingin .


"Maafkan papah anna , maafkan papah" ucap hendra terlihat matanya memerah seperti ingin menangis.


"Kenapa om???, kenapa om tega lakuin ini semua , apa salah keluargaku om??" tanya anna sambil menangis.


Hendra nampak terkejut anna memanggilnya om, tapi kini ia cukup sadar diri memang seharusnya anna memanggilnya itu karena kenyataanya memang bukan dirinya papah anna yang sebenarnya.


"Om yang salah , memang semua ini salah om anna , maafkan om" ucap hendra .


"Anna kesini cuma pengen tau alasan om nglakuin ini semua ke keluarga anna, jadi please om lebih baik jelasin alasanya dari pada om minta maaf terus, percuma buat anna" ucap anna sambil sesenggukan menangis.


"Om terpaksa ngelakuin ini semua karena om tak ingin kehilangan riana" ucap hendra lirih.


" Jadi maksud om??" tanya anna masih binggung.


"Om terlalu cinta dengan riana sampai sampai om tak sadar jika apa yang om lakukan dulu itu salah" ucap hendra.

__ADS_1


"Papamu adalah kakak om, dia sangat baik dengan om bahkan dia sering ngasih om usaha agar om bisa hidup layak seperti papahmu, tapi demi menuruti segala keinginan riana, om sering membuat bangkrut usaha yang papahmu kasih ke om hingga malam itu tiba saat papahmu sudah tidak percaya lagi sama om..." ucap hendra tampak menjeda ucapanya dan anna masih saja menangis mendengar cerita hendra.


"Papahmu sudah tak memberikan usaha lagi ketika om dan tante riana datang kesana memohon, memang om yang salah karena sudah sering mengecewakan jadi sudah sewajarnya jika papahmu marah, tapi berbeda dengan tante mu riana, ia tak terima dan malah membuat rencana jahat" ucap hendra ikut menangis menceritakan kesalahanya.


"Dan bodohnya om juga menyetujui rencana tante riana untuk menyabotase mobil yang akan kalian pakai , dan dibantu oleh asisten rumah tangga dan juga tukang kebun papahmu" ucap hendra tampak terlihat penyesalanya, dan anna masih saja menangis.


"Maafkan om anna , maafkan om.. om menyesal melakukan ini semua dengan saudara om sendiri" ucap hendra.


"Tapi kenapa om masih merawatku, bukankah seharusnya om membuangku juga waktu itu???" tanya anna.


"Karena om dan tante sangat menyanyangimu anna, kami sudah menganggap kamu anak kami" ucap hendra.


"Ya sebelum rian hadir, setelah rian hadir kalian mulai mengacuhkan ku, jadi ini lah alasanya , karena aku bukan anak kandung om dan tante" ucap anna tersenyum sinis.


"Sekarang tuhan sudah membalasa segala perbuatan om dimasa lalu anna " ungkap hendra .


"Maksud om??" tanya anna.


Anna tampak diam saja.


"Setelah ini om akan bercerai dengan riana dan membawa rian pergi dari sini" ucap hendra membuat anna terkejut.


"Ya anna , setelah apa yang terjadi riana tidak berubah , dia masih sama seperti yang dulu masih ambisius dengan harta dan om sudah lelah dengan semuanya " ucap hendra.


" Tapi bagaimana dengan rian om, kasian dia masih kecil" ucap anna iba.


"mungkin ini lebih baik agar rian tak mengikuti jejak mamahnya yang gila harta" ucap hendra.


Anna hanya terdiam.


"Maafkan om ya anna, setelah ini om akan pergi sejauh mungkin agar kamu tidak merasakan sakit saat melihat om" ucap hendra.

__ADS_1


Sementara itu zen yang sedari tadi melihat anna dari kejauhan cukup kesal karena anna tak membiarkan zen mendampingginya dan juga melihat anna yang beberapa kali menangis.


Sungguh zen merasa sangat kesal.


Satu jam berlalu zen melihat anna tampak bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati zen.


"Apa semuanya baik baik saja sayang???" tanya zen, anna hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi aku lihat kamu nangis terus, liat ni sampai sembab gini kan" ucap zen sambil mengusap bekas air mata anna.


"Aku beneran nggak apa apa sayang" ucap anna membuat zen sedikit lega.


Setelah membayar pesanannya , zen mengajak anna keluar dari resto dan memasuki mobilnya.


"Jadi kita akan kemana lagi tuan??" tanya roni didepan.


"Langsung pulang saja, aku lelah" ucap anna menjawab pertanyaan roni.


"Baiklah nona" ucap roni mulai melajukan mobilnya.


Dijok belakang, anna tampak menyender dibahu zen.


"mengapa semua orang jahat dengan keluargaku zen??" tanya anna dengan suara serak.


"Sudahlah sayang, jangan lagi dipikirkan, setidaknya kamu sekarang sudah mengetahui semuanya" hibur zen.


"Tapi aku benar benar masih tak menyangka zen" ucap anna sudah menangis dan dipeluknya anna .


Zen cukup.mengerti kegundahan hati anna, pelukan adalah salah satu bentuk rasa sayang zen untuk anna.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2