MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
71


__ADS_3

Anna duduk ditaman sambil menunggu zen pulang dari kantor.


Hp anna berbunyi dan satu pesan masuk dan anna tak mengenal nomer yang mengirimkannya pesan itu.


unknown number


Besok temui mama ditaman yang dulu sering kita datangi, ada banyak hal yang ingin mama sampaikan yang belum kamu ketahui dan ingat kamu harus sendiri jangan bersama zen


Anna tampak mengerutkan keningnya membaca pesan itu.


Seingatnya ia masih menyimpan nomer mama riana , apakah mama riana menganti nomernya batin anna.


Apa anna harus menemuinya??? bukankah semuanya sudah jelas jika ia bukan anak kandung mama riana, lalu apa lagi yang akan diceritakan mama riana padanya.


Apa ada hal lain yang tidak ia ketahui batin anna.


Ya mungkin anna harus menemui mama riana agar ia tak penasaran, tapi memang benar ia harus sendiri, jika ia mengatakan dengan zen pasti zen tak akan mengizinkanya dengan alasan apapun.


Cukup lama anna memikirkan itu hingga ia merasakan sebuah tangan mengelus rambutnya.


"Zen...." ucap anna tampak menikmati elusan tangan zen.


"Kenapa diluar ???" tanya zen.


"Aku hanya ingin mencari udara sekaligus menunggumu pulang" ucap anna.


Zen duduk mendekat disamping anna.


"Apa melelahkan??" tanya zen tampak mengelus perut anna.


"Aku sama sekali tidak lelah hanya bosan karena tak ada kegiatan apapun" ucap anna.


"Bukan, setiap saat membawa ini, apa melelahkan??" tanya zen sambil mengelus perut anna agar anna tau maksud dari pertanyaaan zen.


"Aah , tidak juga, justru pengalaman baru buat aku" ucap anna tersenyum kearah perutnya.

__ADS_1


"Terimakasih sayang" ucap zen kemudian memeluk anna.


"Terimakasih untuk apa zen ???" tanya anna geli melihat sikap zen yang terasa aneh untuknya.


"Terimakasih telah menjaganya untuk kita" ucap zen sambil menujuk perut anna.


Anna nampak terkekeh kemudian mengangguk mantap.


Malam harinya setelah selesai makan malam, anna tampak bergelayut manja dilengan kekar zen.


"Apa besok kau pulang malam??" tanya anna.


"Aku belum tau sayang, kenapa memang??" tanya zen.


"Emm tidak aku hanya bertanya saja" ucap anna nampak gugup.


"Apa terjadi sesuatu??" tanya zen lagi.


"Tidak sayang, aku hanya ingin tau saja" ucap anna mencoba menyembunyikan dari zen.


"Tentu zen" ucap anna.


"Baiklah, jika kau ingin sesuatu hubungi saja aku, jika bisa aku akan pulang lebih awal" ucap zen.


"Ya sayang" balas anna.


Keduanya terlelap dialam mimpi bersama.


Siang ini anna menuju sebuah kafe tempat dimana ia akan bertemu dengan riana.


setelah tadi dia sudah bisa berhasil mengelabui dua satpam zen yang kembali dari liburan mereka.


"Sayang" ucap riana tersenyum manis melihat kedatangan anna membuat anna memutar bola matanya malas karena ia sudah tau riana hanya pura pura bersikap baik padanya.


"Ada apa tante ingin menemuiku?? apa yang ingin tante katakan???" tanya anna .

__ADS_1


"tante ???" ucap riana tampak terkejut mendengar anna memanggilnya tante.


"Ya , anna sudah tau semuanya, termasuk tau jika tantr itu bukan mama ku" ucap anna keetus.


"Semuanya tidak seburuk yang kamu pikirkan anna" ucap riana .


"Semuanya udah jelas, tante sama om yang udah mgebunuh mama sama papa aku!!!" ucap anna.


"Kamu menuduh tante??? padahal tante sama sekali tak tau apa apa masalah ini" ucap riana tampak meneteskan air matanya membuat anna merasa bersalah.


Seburuk apapun riana dimata anna, selama ini riana lah yang sudah merawatnya juga.


"Mana mungkin tante tak tau apa apa , bukankan tante sama om bersekongkol ??" ucap anna sedikit pelan.


"Tante memang tau rencana jahat om tapi tante sama sekali tak pernah ikut campur masalah itu anna, bahkan tante yang udah ngebujuk om kamu supaya sadar dan tidak melakukan tindakan kriminal itu, lalu sekarang kamu menuduh tante ngelakuin itu semuanya" ucap riana sambil sesenggukan menangis.


"Dan sekarang om kamu ninggalin tante bawa pergi rian dari tante karna apa??? karna ia tak mau kamu salahkan, karna ia ingin tante yang disalahkan atas apa yang terjadi sekarang tapi kamu juga malah nuduh tante kayak gt" ucap riana masih mennagis membuat anna merasa bersalah.


Anna hanya menuduk merasa bersalah membuat riana menangis.


"Lalu untuk apa tante ingin menemuiku??" tanya anna lagi dengan suara pelan.


"Sudahlah , percuma tante ngomong panjang lebar, toh akhirnya kamu juga tak mempercayai tante" ucap riana tampak menyeka air matanya.


"Bukan itu tante, anna hanya..." ucap anna melihat riana sudah berdiri.


"Tante pergi dulu, maaf sudah menganggu waktu kamu anna, semoga kamu bahagia" ucap riana hendak melangkah tapi ia terjatuh.


"Tante....tante kenpaa??" tanya anna nampak panik melihat riana jatuh.


"Tiba tiba tante ngerasa pusing banget, kamu mau nggak nganterin tante pulang" tanya riana nampak memeganggi kepalanya.


"Iyaa , anna anterin tante " ucap anna sambil memapih riana yang masih memeganggi kepalanya.


Riana tampak tersenyum dibelakang anna.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2