
Dini hari anna terbangun karena terganggu dengan dering ponsel yang berbunyi.
Dilihatnya siapa yang menelepon.
Husband is calling....
Anna sedikit heran mengapa zen menghubunginya tengah malam begini.
"Halo zen " ucap anna ditelepon.
"Anna..." ucap zen yang diseberang sana.
"Apa kamu baik baik saja??, mengapa menelepon tengah malam??" tanya anna sedikit binggung.
"Hmm hanya merindukan mu, apa aku menganggu waktu tidurmu sayang??" tanya zen pada anna.
"Tentu saja tidak , aku senang kamu menelepon, setelah hampir 2hari kamu tidak menghubungi ku sama sekali" gerutu anna membuat zen nampak terkekeh.
"Maaafkan aku sayang, aku terlalu sibuk mengurus segalanya disini hingga melupakan untuk menghubungi mu, apa kah baby kita baik baik saja ???" tanya zen .
"Tentu saja , hari ini dia makan banyak sekali" cerita anna tampak senang.
"Benarkah???, baguslah berarty baby kita tak membuat mama nya kelaparan" ucap zen , anna hanya terkekeh.
Keduanya mengobrol cukup lama hingga zen memutuskan panggilan karena ia tau ini masih tengah malam dan anna harus istirahat.
Zen cukup lega mendengar suara anna , setelah mimpi tentang masa lalunya menghantui lagi, anna lah yang membuat zen sedikit tenang.
Sepertinya kali ini ia harus segera pulang, ia benar benar merindukan anna.
Zen kembali membuka ponselnya dan mendial nomer roni.
"Segera pesan kan tiket, besok pagi kita pulang" ucap zen pada roni kemudiam memutuskan panggilan tanpa menunggu jawaban roni yang tentu saja kesal karena tengah malam ia harus mmemesan tiket walaupun melalui online .
Setelah menghubungi roni , zen meletak kan ponselnya kemudian kembali berbaring dan memejamkan mata karena ia juga butuh istirahat.
Pagi harinya zen benar benar berangkat untuk pulang, karena ia sudah menyelesaikan beberapa masalah yang ada disini.
Ya masalah tentang keluarga anna yang ternyata mencoba memberontak dan mengambil alih aset milik anna yang masih atas nama anna.
Zen tak ingin anna tau segalanya , karena zen takut bisa membuat anna shock dan berpengaruh buruk bagi kandungan nya.
Maka dari itu zen menutup semua akses keluarga anna agar tak bisa keluar dari kota ini dan menganggu anna lagi.
Ya semua zen lakukan hanya untuk anna, agar anna tidak banyak pikiran hingga membuat kehamilan nya terganggu.
Banyak sekali perjuangan yang zen lakuka hanya untuk anna, ya karena dia anna.
Anna cinta pertama dan terakhir untuknya.
Zen akan melakukan apapun untuk anna.
Semua yang ia dapatkan sekarang memang untuk anna.
Didalam pesawat perjalanan pulang tampak zen tersenyum lega , membuat roni ikut senang melihat tuanya nampak senang.
__ADS_1
\*
Siang itu terik matahari cukup panas membuat anna sedikit berkeringat.
Seusai kuliah anna tampak berjalan buru buru memasuki mobil yang terparkir didepan kampus dimana sudah ada pang pang didalam.
Akhir akhir ini memang anna jarang nongkrong dikantin bersama teman teman nya , bukan karena apa apa, ia hanya ingin menghindari rio.
Karena anna merasa rio akhir akhir ini sering menemui dan menganggu nya , ya walaupun hanya mengajak anna mengobrol bagi anna itu gangguan karena obrolan dengan rio mengarah pada kejelekan zen.
"Nona ingin kemana setelah ini???" tanya pang pang sambil melajukan mobilnya pelan pelan.
"Sepertinya aku ingin es alpukat kocok yang ada di kafe z, apa kau juga mau???" tanya anna .
"Tidak nona, baiklah saya akan mengantar kesana" ucap pang pang melajukan mobilnya menuju kafe z.
Sesampainya disana anna memasuki kafe dan memesan alpukat kocok kesukaaanya , dan tanpa anna sadari ada seorang wanita mendekati anna.
"Hay..." ucap wanita itu.
Anna membalikkan badan dan sedikit terkejut setelah tau siapa yang menyapa nya.
"Bisa ngobrol sebentar" ucap wanita itu, tampak anna mengangguk malas kemudian mengikuti wanita itu yang tengah mencari tempat duduk.
Anna tampak duduk berhadapan dengan wanita yang tak lain adalah tania, ya tania wanita yang kemarin ia lihat duduk dipangkuan zen dengan mesra.
Dengan muka jengah dan malas , anna mencoba mendengarkan apa yang ingin tania katakan.
"Hmm tentu saja" balas anna.
"Aku tania kekasih zen" ucap tania dengan bangga.
"Ohhh" balas anna singkat membuat tania sedikit terkejut dengan respon anna yang nampak biasa saja, membuat tania sedikit curiga apa anna tak mencintai zen, jika anna mencintai zen bukan kah harusnya ia cemburu dan marah melihat pacar suaminya.
"apa kau tidak marah melihat zen memiliki kekasih lain???" tanya tania tampak heran.
"mengapa harus marah, aku istrinya sedangkan kamu hanya kekasih kan, " ucap anna tampak santai membuat tania sedikit kesal.
"Tapi zen masih mencintaiku" ucap tania tampak sedikit geram karena tak berhasil membuat anna marah.
"Tapi nyatanya aku yang menjadi istrinya bukan kamu" ucap anna lagi santai.
"Tapi sekarang aku sedang hamil anak zen" ucap tania sedikit tersenyum.
"Selamat atas kehamilanya" ucap anna membuat tania melonggo.
"Iya selamat atas kehamilan kamu, dan aku pikir kamu salah orang, seharusnya kamu membicarakan ini dengan zen bukan dengan aku," ucap anna santai membuat tania tampak terkejut dengan respon anna.
Anna kemudian berdiri dan membawa satu cup alpukat kocok pesanan nya.
"Sepertinya kamu hanya ingin mengatakan itu kan, jika tak ada yang lain lagi aku pergi dulu, ohh iya satu hal lagi, seandainya zen ingin tanggung jawab atas kehamilan kamu , aku ikhlas kok dimadu sama zen ," ucap anna tersenyum kemudian meninggalkan tania yang tampak terkejut dengan ucapan anna yang tania pikir jika ia mengatakan hubungan nya dengan zen membuat anna shock dan keguguran tapi kenyataan nya , anna nampak santai dan tidak mempermasalahkan itu semua.
__ADS_1
Tania tampak menggepalkan tangan nya kesal karena rencana nya telah gagal, ia harus memikirkan rencana lain lagi ya harus.
Anna berjalan memasuki mobil, wajahnya yang tadi biasa sekarang menjadi sedikit pucat , ya sejujurnya tadi ia merasakan sedikit sakit mendengar ucapan tania karen ia takut apa yang tania ucapkan itu adalah kebenaran , tapi ia harus kuat dan berani agar wanita pengganggu hubungan nya dengan zen tidak melihat kelemahanya.
Ia mengikuti saran intan agar memberi pelajaran pada wanita penganggu suaminya.
"Nona baik baik saja??" tanya pang pang yang nampak khawatir melihat perubahan wajah anna.
"Aku baik baik saja, setelah ini langsung pulang saja aku ingin segera istirahat" ucap anna.
"Baiklah nona" ucap pang pang kemudian melajukan mobilnya menuju mansion.
Malam harinya anna belum bisa memejamkan mata, ia masih memikirkan perkataan tania tadi siang.
Ya anna ingat sekali dulu zen pernah meninggalkan nya sewaktu malam hari setelah mendapatkan panggilan dari tania.
Jika memang kenyataan nya tania hamil anak zen , ia harus menyiapkan hatinya sedari sekarang agar lebih kuat dan ikhlas menerima kenyataan pahit itu meskipun ia berharap semua itu tidak benar.
Cukup lama anna memikirka itu hingga ia merasa lelah dan tertidur dengan sendirinya.
Tengah malam anna merasa ada sebuah tangan melingkar dipinggang nya kemudian berbisik ditelingganya.
"I miss you beby"
Sepertinya suara zen batin anna tapi mana mungkin zen pulang seawal ini , dijadwal kan zen pulang besok lusa , ahh mungkin hanya mimpi batin anna lagi kemudian melanjutkan tidurnya.
Paginya anna terbangun dan tampak terkejut karena ia bangun dalam pelukan zen, ya zen benar benar sudah pulang, itu artinya ia semalam tak bermimpi, zen benar benar sudah pulang.
Anna membalikkan tubuhnya agar bisa memandang wajah suaminya itu tapi zen malah memeluknya semakin erat.
"Biar begini dulu, aku benar benar merindukan mu baby" ucap zen mempererat pelukanya.
"Katanya seminggu , kok udh pulang???" tanya anna.
"Aku sangat sangat merindukan istriku, apa kau tak senang melihat aku pulang lebih awal ??" tanya zen sedikit kesal.
"Sangat senang" ucap anna membuat zen tampak tersenyum.
"Haruskan kita jalan jalan hari ini??" tanya zen membuat anna tampak bersemangat.
"Iya ayo kita jalan jalan zen, sudah lama sekali aku tak jalan jalan" ucap anna tampak bersemangat.
"Baikalh baiklah, jadi kemana kita akan jalan jalan hari ini?? , ke mall , ke salon, ke butik akan kuantar kemana pun" ucap zen.
"Aku ingin ke kebun binatang zen " ucap anna.
"Whatsssss?????? Kebun binatang!!!" ucap zen kaget .
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Bersambung.......
hay hay.....
maaf banget kemaren ga update soalnya tempatku ujan , tau kan kalau ujan mesti hawa ngantuk banget jadi ketiduran deh...
__ADS_1
makasih buat yang masih setia baca cerita aku...
jangan lupa like vote dan koment yaaa....