MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
64


__ADS_3

Mobil rio sudah berhenti tepat didepan mansion zen dan ternyata alenna juga sudah menunggu didepan gerbang.


Terlihat alenna mendekati mobil rio dan memasuki mobil rio.


"Kamu kok nggak ada mam


"Maaf ya aku sibuk banget... oh ya kamu mau kemana , pokoknya hari ini aku turutin semua keinginan kamu" ucap rio dan langsung mendapat senyuman lebar alenna.


"Aku pengen shopping, trus pengen makan udah sih itu aja" ucap alenna.


"Hmm oke ... kita shoping ditempat biasa ya " ucap rio kemudian melajukan mobilnya menuju sebual mall yang cukup besar.


Sesampainya dimall, alenna membeli apapun yang ia inginkan, mulai dari baju, tas , sepatu.


Banyak sekali dan yang pasti harganya juga fantastic tapi rio tak mempermasalahkan itu, baginya berapapun harganya tak masalah untuknya.


Puas berbelanja kini alenna sedang menikmati makanan disebuah restoran yang cukup mewah, alenna memesan makanan yang mahal mahal, toh sebentar lagi dia juga jadi orang kaya , jadi dia harus membiasakan diri hidup mewah.


Tak ada obrolan selama mereka menikmati makanan hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Jujur alenna sedikit heran dengan sikap rio yang sedari tadi hanya bungkam, biasanya ia menceritakan apapun pada alenna tapi kali ini sama sekali tak mengeluarkan suara.


Alenna mencoba bersikap biasa dan berpikiran positif, mungkin rio lelah sehabis bekerja dan harus menemuinya.


"Trus kamu pengen kemana lagi ??" tanya rio membuat alenna sedikit heran.


"Emm langsung pulang aja lah,kayaknya kamu juga capek ya habis pulang kerja??" tanya alenna pada rio.


Rio hanya mengangguk tak membalas alenna.


Keduanya melajukan mobilnya dalam keheningan tanpa ada obrolan.

__ADS_1


Dan sampailah didepan mansion zen , rio membuka suaranya.


"Alenna...." ucap rio lirih.


"Hmmm.... kenapa??" tanya alenna.


"Aku akan pergi keluar negeri setelah ini karena papah memintaku untuk mengurus perusahaan yang disana" ucap rio tampak menjeda ucapan nya.


"Baguslah, berarti kita segera menikah dan pergi kesana bersama??" tanya alenna tampan tersenyum bahagia.


"Tidak alenna... maafkan aku sepertinya hubungan kita sampai disini saja" ucap rio pelan.


"Apa maksudmu ???" tanya alenna sedikit terkejut.


"Ya aku ingin mengakhirinya denganmu dan aka pergi keluar negeri untuk meneruskan perusahaan papah disana dan mungkin aku tam kembali kesini, maafkan aku alenna" ucap rio lirih.


Tak terasa air mata alenna menetes tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Kenapa kamu harus lakuin ini ke aku??" tanya alenna.


"Baiklah, dan semoga kamu bahagia" ucap alenna mengusap air matanya kemudian keluar dari mobil rio tak lupa dengan belanjaan yang baru saja ia beli tentu saja ia bawa, tak peduli toh sebentar lagi juga ia tak akan bertemu dengan rio.


Dengan mata merah sehabis menangis dan sedikit lesu karena perasaan kecewa , alenna berjalan memasuki mansion pelan pelan, hingga sampai dipintu depan dia sudah disambut oleh roni dan lisa juga sedang duduk menemani roni.


"Kak tuan zen memanggil kakak keruangannya!!" ucap lisa yang sedikit terkejut melihat kakaknya yang terlihat sehabis menangis tapi membawa barang belanjaan banyak sekali.


"Ahh , ya ... aku akan membawa ini kedalam dulu" ucap alenna berjalan menuju kamarnya.


"Kenapa tuan zen tiba tiba memanggilku" batin alenna.


......

__ADS_1


Hoekkkkkkk......


Hoekkkkkk....


Tania tampak memuntahkan apa yang baru saja ia makan pagi ini.


Ya inilah yang menjadi rutinitas pagi tania selalu memuntahkan sarapannya.


"Apakah aku perlu memanggilkan dokter untukmu???" tanya kai sambil mengelus elus punggung tania.


Tania hanya menggeleng lemas, kai membantunya berbaring diranjang tania.


Ya semenjak tania hamil dan meminta cerai , kai memang sedikit berubah kepada tania.


Lebih perhatian dan memperlakukan tania selayakanya istrinya.


Tania sendiri sepertinya juga mulai luluh dengan sikap peduli kai padanya.


Pernah satu malam tania tak bisa tidur karena lapar dan menginginkan sate kelinci, dengan tulusnya kai mencarikan malam malam untuk tania walaupun pada akhirnya kai lah yang memakan sate itu karena tania baru mencoba satu tusuk sudah merasakan mual hebat, alhasil kai lah yang menghabiskan sate itu.


Dan saat tania harus mengontrolkan kandungannya kerumah sakit, dengan senang hati pun kai mengantarkan tania kerumah sakit untuk kontrol kandungan tiap bulanya.


Tania sendiri juga heran dengan perubahan sikap kai padanya.


Padahal bayi yang dikandungnya itu bukan anak kandung kai tapi mengapa kai seperti menginginkan anak itu.


Tapi tania juga merasa bersyukur disaat saat tersulitnya kai mau menerimanya dan menyanyangginya selayaknya suami istri biasanya.


Bahkan sekarang mereka sering menghabiskan waktu berdua, kai sering menemani tania menonton televisi terkadang memijat kaki tania dan sekarang sering pula kai menemani tania tidur dikamarnya.


Tania sungguh merasa sedikit bahagia walaupun sempat ia merasa kecewa dengan perlakuan kai padanya tapi melihat perubahan tulus kai , tania hanya berharap semoga ini selamanya bukan hanya sesaat saja.

__ADS_1


Semoga saja....


Bersambung.....


__ADS_2