
Malam hari tania berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air karena ia merasakan haus ditengah malam, dengan mata sedikit mengantuk ia berjalan menuju kulkas dan tak sengaja tania menabrak kai yang sedang berjalam kearah yang sama.
Cepat cepat tania menyadarkan dirinya dan langsung meninggalkan kai yang hanya geleng geleng kepala.
Setelah puas minum, tania berniat memasuki kamarnya tapi saat melintas diruang makan suara kai mengema.
"Apakah kamu akan kembali tidur ???" tanya kai pada tania.
Tania hanya mengangguk saja karena memang malas menjawab pertanyaan kai.
"Duduklah , aku ingin mengajakmu mengobrol sebentar" ucap kai pada tania.
Tania hanya menurut dan duduk didepan kai, diruang makan.
"Ada apa ???" tanya tania.
"Apakah kamu benar benar menginginkan bercerai dariku ??" tanya kai pada tania.
Tania tampak mengangguk ragu.
"Pikirkan baik baik dan aku menunggu, jika memang kamu benar benar menginginkan itu semua , aku akan melepaskanmu" ucap kai lirih seketika membuat tania terkejut.
Bagaimana tidak terkejut kai tiba tiba ingin melepaskannya , padahal jelas jelas kemarin ia menolak perceraiannya dan mengancam tania dengan berbagai hal lalu sekarang.
Tania tampak menggelengkan kepalanya mencoba menyadarkan jiwanya lagi , apakah ini mimpi atau nyata ???
Memang benar ini nyata.
"Baiklah , aku akan memikirkannya terlebih dahulu" ucap tania.
"Hmm. , kembalilah tidur aku hanya ingin mengatakan itu" ucap kai kemudian bangkit dan berjalan meninggalkan tania yang masih saja melonggo dengan sikap kai yang tiba tiba menjadi lembut, tidak seperti biasanya yang suka membentaknya.
Tania kemudian berjalan menuju kamarnya dan berbaring diranjangnya.
memikirkan perkataan kai, entahlah ia merasa sedikit kecewa jika kai tak mempertahankan pernikahannya , mengapa pula kai sekarang sepasrah ini dengan permintaan tania ??
Tania masih teringat ucapan rio sewaktu dikafe jika kai mencintainya.
Apakah sekarang kai menyesal karena memperlakukannya seperti sampah dan sekarang ingin melepaskannya ?? entahlah hanya kai yang tau.
Hanya memikirkan itu saja membuat mata tania mengantuk dan kemudian terlelap tidur.
Pagi hari tania terbangun dan langsung berlari menuju wastafel kamar mandi untuk memuntahkan segala isi diperutnya yang minta dikeluarkan.
Entahlah tania merasa aneh dengan tubuhnya dari kemarin yang mudah lelah dan pusing apalagi sekarang malah bertambah mual.
"Nona tidak apa apa ???" tanya salah satu maid yang memasuki kamar tania.
"Entahlah aku hanya merasa mual, ada apa kamu kemari ??? " tanya tania heran.
__ADS_1
"Tuan kai menyuruh saya untuk membangunkan nona dan mengajak nona sarapan bersama." ucap maid itu membuat tania sedikit melonggo.
Ada apa lagi dengan kai ??? sarapan bersama ???? padahal dulu setiap tania ikut kai sarapan bersama dimeja makan, kai selalu pergi dengan alasan jijik satu meja makan dengannya , tapi sekarang ????
"Aku ingin, tapi entahlah , perutku mual sekali dan aku juga tak berselera makan!!" ucap tania terlihat wajahnya sangat pucat.
"Baiklah nona, mari saya antarkan nona berbaring lagi , nona tampak pucat" ucap maid itu dan kemudian menuntun tania menuju ranjangnya.
"Saya buatkan teh madu hangat ya nona" ucap maid itu kemudian pergi meninggalkan tania.
....
"Apa dia masih belum bangun???" tanya kai saat maid itu melewatinya dimeja makan.
"Sudah tuan, tapi nona tania sepertinya sakit" ucap maid itu .
"Sakit ???? sakit apa ??? bukanya semalam ia baik baik saja" ucap kai sedikit heran, pasalnya semalam sewaktu kai mengajak mengobrol, tania tampak baik baik saja.
"Saya juga tidak tahu tuan, nona tania mual mual dan wajahnya nampak pucat" ucap maid itu.
"Ya sudah, hubungi dokter rian untuk memeriksanya dan juga bawakan sarapan untuknya, aku harus segera kekantor " ucap kai pada maid itu.
"baiklah tuan" ucap maid itu dan segera menghubungi dokter rian, dokter pribadi kai.
.....
Tania tampak sedang diperiksa seorang dokter yang tampak belum terlalu tua, kemudian dokter yang biasa disapa dokter rian itu hanya manggut manggut.
"Baru pagi ini," ucap tania tampak masih lemas.
"Ahhh iya, kapan nona terakhir menstruasi??" tanya dokter rian.
Tampak tania diam dan mencoba mengingat kemudian, degggg.....
Jangan bilang.... tidak ... tidak mungkin ... batin tania menggelengkan kepalanya mencoba tak mempercayai dugaannya.
"1 bulan yang lalu" ucap tania lirih.
"Sesuai dugaan , Selamat nona sebentar lagi nona akan memiliki anak dan sekarang usia kandungannya sudah 3minggu" ucap dokter rian ramah.
Seketika tania lemas mendengar ucapan dokter rian yang bagaikan petir dipagi hari.
Hamil??? tidak itu tidak mungkin terjadi , memang jika diingat terakhir ia berhubungan badan dengan klien kai sebulan yang lalu dan parahnya ia lupa meminum pil kontrasepsinya.
Seperginya dokter rian, tania menangis sejadi jadinya, dia tidak mungkin hamil, mencoba tak mempercayai itu semua tapi memang itu kenyataannya .
Baru saja ia ingin bahagia bisa terbebas dari kai yang sudah akan melepaskanya tapi sekarang apa ??
Tania menangis tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.
__ADS_1
.....
Dikantor kai tampak gelisah, entah apa yang dia pikirkan.
Dan pada akhirnya ia mengambil ponsel yang berada disakunya dan mendial nomer dokter pribadinya, dokter rian.
"Halo brooo, wahhh feeling banget nih mau denger kabar bahagia !!" ucap dokter rian tampak cengegesan.
"Gimana keadaanya, sakit apa??" tanya kai dingin.
"Bukan sakit , efek dari bawaannya " ucap dokter rian masih cengegesan.
"Maksudnya???" tanya kai masih binggung.
"Nggak usah belaga **** deh. .. btw selamat ya broo bentar lagi elo jadi bapak" ucap dokter rian yang seketika membuat kai pucat dan lemas.
"Broo elo masih idup kan???" tanya dokter rian yang tak mendapatkan jawaban dari kai.
Ponsel kai jatuh dan tubuh kai merosot kelantai.
Enggak mungkin.... batin kai tampak menjambak rambutnya frustasi.
\*\*\*\*
Alenna berjalan kemayu memasuki kamar lisa yang tampak berbaring diranjang sambil membaca novel.
"Kakak !!!! darimana saja sih jam seginu baru pulang, kalau tuan tau bisa bisa kakak dipecat!!" ucap lisa sedikit kesal dengan kelakuan kakanya yang suka seenaknya.
"Nggak perlu nunggu dipecat gue juga bakalan pergi dari tempat ini!!!" ucap alenna sinis.
"Maksud kakak???" tanya lisa binggung.
"Tadaaaa!!!!! gue abis dilamar sama cowok tajir yang gue ceritain kemarin!!" ucap alenna memamerkan cincin dijari manisnya.
"Kakak langsung mau gitu aja ???" tanya lisa heran.
"Iyalah , mana mungkin gue nolak kesempatan emas kayak gini!! dan bentar lagi gue bakalan jadi orang kaya , enggak ngebabu lagi !!! kenapa iri kan lo??" ucap alenna pamer.
Lisa hanya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan kakaknya itu, lisa berharap semoga laki laki itu orang baik bukan hanya untuk menyakiti alenna saja.
Sementara itu rio masih didepan mansion zen, karena baru saja ia mengantar alenna.
Rio tampak tersenyum sinis...
"Permainan baru akan dimulai sayang" ...
🌼🌼🌼🌼🌼
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaaa....