
Aqilla masih termenung didepan kamar Aidan, percakapan antara Aidan dan dokter Vano membuatnya enggan masuk.
Akhirnya Aqilla duduk disofa dengan nampan yang berisi makanan untuk Aidan ia letakkan dimeja sambil menunggu dokter Vano keluar dari kamar Aidan.
"Lohh kok malah disini??? " ucap dokter Vano yang sudah keluar dari kamar Aidan.
"Takut ngeganggu dokter yang meriksa kak Aidan" ucap Aqilla nampak malu malu.
"Enggak ngeganggu lah, kamu kan istrinya " ucap dokter vano membuat Aqilla hanya menunduk.
"Kak Aidan sakit apa dok??? trus resep obatnya biar Qilla yang nebus di apotik" ucap Aqilla.
"Engga perlu, Aidan cuma butuh istirahat aja, dan obatnya juga udah aku bawain dari klinik tadi, nanti setelah sarapan langsung disuruh minum obatnya"jelas dokter Vano.
"Baik dok, ohh ya, minum dulu dok sudah Qilla bikinkan teh madu" ucap Aqilla nampak memindahkan secangkir teh madu dimeja.
"Duh makasih ya, la buburnya enggak sekalian ???" tanya dokter Vano menggoda Aqilla.
"Maaf dok Qilla hanya bikin satu porsi buat kak Aidan aja" ucap Aqilla merasa bersalah.
"Hahahaha bercanda kok Qilla, ya udah sana rawat suami mu dulu nanti keburu buburnya dingiin" ucap dokter Vano yang diangguki oleh Aqilla.
Aqilla berjalan memasuki kamar Aidan, sebenarnya dihatinya masih mengganjal memikirkan masalah sakitnya Aidan yang dikarenakan allea membuatnya sedikit sakit hati sebagai seorang istri tapi mau bagaimana pun juga ia harus merawat suaminya saat sakit karena sudah menjadi kewajiban Aqilla sebagai seorang istri.
"Kak, saraapan dulu, Qilla udah bikinin bubur ayam buat sarapan kakak habis itu minum obat biar kakak bisa istirahat " ucap Aqilla nampak meletakan nampan dimeja.
"Maaf ya, gara gara kakak kamu malah enggak ngampus " ucap Aidan merasa bersalah.
"Enggak apa apa kak, kan emang udah kewajiban Aqilla ngerawat suaminya yang lagi sakit"jelas Aqilla sambil mengambil semangkuk bubur yang ia buat.
"Aku bisa sendiri" ucap Aidan saat aqilla ingin menyuapi Aidan bubur.
"Enggak apa apa kak, " ucap aqilla sedikit memaksa.
Akhirnya Aidan pun menurut disuapi oleh Aqilla.
Setelah habis dan Aidan juga sudah meminum obat dari dokter Vano, Aqilla pun keluar membereskan peralatan makan.
__ADS_1
Diluar kamar Aidan , Aqilla sudah tak menemukan dokter vano, mungkin dokter vano sudah pulang batin Aqilla.
Setelah mencuci peralatan makan, Aqilla kembali kekamar Aidan untuk mengecek keadaan Aidan.
Terlihat Aidan sudah memejamkan mata, Aqilla pun nampak membenarkan selimut Aidan kemudian keluar dari kamar Aidan.
Aidan membuka matanya, sebenarnya ia pura pura tidur karena sejujurnya ia merasa tak enak dengan Aqilla yang harus merawatnya dan rela membolos kuliahnya.
Tapi melihat ketulusan Aqilla membuat Aidan berfikir ingin memberikan kesempatan mencintai Aqilla.
Bisakah Aku mencintaimu yang selama ini hanya ku anggap sebagai adik saja ??? batin Aidan sambil melamun memandang langit langit kamar.
.....
Siang hari Aqilla kembali memasuki kamar Aidan dengan membawa semangkuk sup ayam lengkap dengan nasinya.
"Aku kira kakak tidur ." ucap Aqilla yang melihat Aidan duduk di ranjangnya sambil menghadap layar laptopnya.
"Enggak bisa tidur, ya udah ngecek keadaan kantor aja" ucap Aidan tersenyum dengan Aqilla.
"Kakak ini, lagi sakit juga masih mikirin kerjaan kantor " ucap Aqilla sambil geleng geleng kepala melihat suaminya sibuk dengan laptopnya.
"Masak sop ayam kak, aku suapin ya kalau kakak masih mau ngecek kerjaanya" ucap Aqilla nampak sudah siap akan menyuapi Aidan dan Aidan pun mengangguk tanda setuju.
"Enak banget..." puji Aidan merasakan masakan istrinya itu.
"Iyalah, kan kakak lagi kelaperan!!! " ucap Aqilla.
"Enggaklah... masakan istriku kan emang yang terbaik" ucap Aidan membuat Aqilla sedikit terkejut dan salah tingkah.
Apa kini Aidan sudah menganggapnya istri batin Aqilla merasa senang.
"Wuuu dasar kakak tukang ngerayu" ucap Aqilla nampak malu malu.
"Biarin lah ngerayu istrinya ini" ucap Aidan yang membuat Aqilla berbunga bunga semakin salah tingkah.
"Kok wajah kamu jadi merah kayak tomat dek ???" goda Aidan membuat Aqilla semakin tersipu malu.
__ADS_1
"Kakak habis kesambet apa sih kok dari tadi godain Qilla terus " ucap Qilla cemberut.
"Lagi pengen aja , habis kamu lucu" ucap Aidan tertawa lepas.
Aqilla nampak tersenyum melihat Aidan yang bisa tertawa lepas karena semenjak Aidan tak jadi menikah dengan allea membuat Aqilla Jarang melihat Aidan tertawa lepas seperti saat ini.
Bahagia terus ya kak kayak gini biar Qilla juga bahagia.... batin Aqilla.
...
"Allea kamu nggak makan sayang ??" tanya wanita paruh baya yang tak lain adalah neneknya.
"Allea nggak laper nek, nenek makan dulu aja" ucap Allea yang kini sedang rebahan diranjangnya.
"Apq kamu masih memikirkan mantan calon suami mu itu???" tanya sang nenek dengan nada tak suka.
"Engg... enggak kok nek, allea cuma kangen sama mama papa aja " ucap Allea mencari alasan padahal sejujurnya ia sangat sangat merindukan Aidan.
Mau bagaimana pun ia juga sangat mencintai Aidan, Hanya karena ia ingin membantu neneknya saja membuat harus meninggalkan Aidan.
Menyesal ???
Ya Allea kini sangat menyesal telah meninggalkan Aidan.
Seharusnya ia kini menjadi nyonya Aidan tapi kini hidupnya malah lontang lantung tak jelas dengan masa depanya karena ia juga meninggalkan karirnya.
Semua karena ambisi sang nenek.
Pernah satu malam sang nenek mengenalkan Allea dengan pria tua bangka yang kaya raya tetapi dengan tegas Allea menolak permintaan sang nenek.
Itulah yang membuat Allea sadar dan menyesal telah menuruti keinginan neneknya.
Sekarang yang ingin alllea lakukan adalah mencari tau kebenaran tentang masa lalu orangtua nya dan orangtua Aidan.
Ya Allea harus mencari kebenaran itu.....
**Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen gengskuuu 😘😘😘😘**