
Anna berjalan menuruni tangga, ia tak melihat zen, kemana dia batin anna kemudian ia berjalan menuju meja makan.
Terlihat dimeja makan sudah tersedia dua piring spaghetti yang terlihat lezat.
"Ternyata kamu juga ingin itu ya nak" ucap anna lirih sambil mengelus perutnya.
Anna berjalan mendekati meja makan, tapi masih belum makan, ya sepertinya ia harus menunggu zen, kemana zen batin anna lagi.
Anna berjalan mendekati ruang kerja zen, karena anna pikir zen berada disana.
Tepat didepan pintu anna samar samar mendengar zen berbicara dengan seseorang.
Anna mendekatkan telingga nya di pintu, ya sepertinya ia akan menguping apa yang mereka bicarakan .
Tapi tiba tiba,
"Nona" panggil seseorang yang tak lain adalah pang pang.
Anna terkejut dan sedikit malu karena ketauan menguping, terlihat wajahnya memerah malu.
"Ahhh kau pang pang, aku sedang mencari tuan zen untuk mengajaknya makan malam, aku pikir ia tak ada didalam tapi sepertinya ia memiliki tamu" ucap anna sedikit gugup.
"Tidak apa apa nona, saya mengerti" ucap pang pang tersenyum.
Ceklekk.... Pintu terbuka, terlihat zen dan roni berjalan akan keluar.
"Apa yang kalian lakukaan disini???" tanya zen heran.
"Tidak, aku hanya ingin..." belum sempat anna melanjutkan sudah dihawab oleh pang pang.
"Nona tadi bertanya apa tuan ada didalam, sepertinya nona sudah merindukan tuan" ucap pang pang sambil tersenyum yang seketika membuat anna melotot.
"Benarkah itu sayang???" tanya zen kemudian merangkul anna.
"Hahaha tentu saja" ucap anna masih saja gugup.
"Ya sudah ayo makan malam, aku sudah membuat spaghetti untukmu" ucap zen kemudian keduanya berjalan kearah meja makan.
Anna nampak menikmati spaghetti buatan zen.
"Apakah lezat ??? Kau tampak menikmati nya" tanya zen pada anna.
"Lezat sekali , sepertinya bayi kita juga menyukainya" ucap anna sambil memasukan spaghetti ke mulutnya.
"Habiskan, akan ku buatkan lagi jika masih ingin" ucap zen .
Anna nampak mengangguk, " aku hanya tak percaya kau bisa memasak" ucap anna.
Zen hanya tersenyum tipis.
Selesai menikmati spaghetti, kini anna dan zen nampak duduk santai diranjang mereka.
"Sepertinya aku akan keluar kota beberapa hari , apa tidak apa apa jika aku tinggal beberapa hari???" tanya zen .
"Hmmm , memang berapa hari kamu harus pergi???' tanya anna .
"Mungkin satu minggu tapi aku usahakan tidak sampai satu minggu sudah pulang"jelas zen pada anna.
"Apa tidak bisa aku ikut dengan mu???" tanya anna nampak sedih.
"Hey , kasian baby kita jika harus ikut perjalanan luar kota hmm" ucap zen.
Anna hanya menghela nafas sedih.
__ADS_1
"Hanya sebentar honey....hmm, aku akan segera pulang setelah urusan ku selesai" ucap zen .
"Ya sudah, asal jangan macam macam dengan wanita lain disana, ingat itu!!!' ucap anna mengingatkan zen.
"Tentu saja honey, bagiku kamu dan baby kita sudah cukup untuk ku, jaga baik baik baby kita selama aku tak ada hmm" ucap zen.
"Iya, jadi kapan kamu berangkat??" tanya anna.
"Mungkin besok pagi , tenang saja pang pang tak ikut dengan ku jadi dia bisa mengantar mu kemana pun kamu ingin pergi" jelas zen.
"Hmm baiklah , " ucap anna pasrah.
"Jangan macam macam selama aku tak ada oke!! Disini banyak mata mata yang akan mengawasimu" goda zen nampak terkekeh membuat anna cemberut.
"Aku hanya bercanda honey" ucap zen lagi kemudian memeluk anna, nampak anna tersenyum.
"Sepertinya malam ini aku tak akan tidur" ucap zen tiba tiba.
"Kenapa??" tanya anna heran.
"Aku ingin lembur dengan mu malam ini sampai pagi" ucap zen tampak menyerigai.
Anna nampak bergindik ngeri mendengar ucapan zen.
Zen kemudian mulai menciumi bagian tubuh anna, keduanya tampak bergelut diranjang , menumpahkan nafsu mereka hingga beberapa ronde.
\*
Pagi nya dengan telaten anna menyiapkan pakaian yang akan dibawa zen.
Saat anna sedang sibuk memasukan baju zen ke koper tiba tiba sebuah tangan melingkar dipinggang anna.
"Zen ... Aku sedang menyiapkan pakaian mu, berhentilah mengoda ku " ucap anna.
Zen hanya terkekeh melihat kekesalan istrinya ,
"Jangan terlalu kesal padaku anna, karena nanti kamu pasti akan merindukan ku" bisik zen ditelingga anna membuat wajah anna tiba tiba panas karena malu.
"Sudahlah zen ,ganti pakaian mu" ucap anna yang melihat zen masih bertelanjang dada.
Tanpa menjawab zen kemudian berjalan menuju walk in closed untuk memakai baju.
Zen nampak keluar dari walk in closet kemudian anna mendekati zen dan merapikan baju zen , zen yang usil kemudian mencuri satu ciuman dari anna .
"Sepertinya aku sudah terbiaasa dimanjakan olehmu, bagaimana jika tak ada kamu, aku tak bisa membayangkan" ucap zen tiba tiba.
" kan memang sudah kewajiban aku sebagai seorang istri" jawab anna sambil tersenyum.
"Anna jangan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi ya" ucap zen.
"Apaan sih zen kok ngomongnya aneh gitu" tanya anna heran dengan ucapan suaminya.
"Hanya takut , suatu hari kamu ninggalin aku" ucap zen lirih.
"Nggak akan terjadi , apalagi sekarang udah ada dia" ucap anna kemudian mengambil tangan zen dan diletakan diperutnya.
Zen tampak tersenyum "i love you , i love you moree" ucap zen ditelingga anna.
"I love you too" jawab anna nampak malu malu membuat zen terkekeh .
__ADS_1
Mobil zen yang disetir roni sudah melaju meninggalkan mansion.
Setelah kepergian zen anna nampak terlihat sedih , ia sudah terbiasa berada dekat dengan zen.
Hanya beberapa hari anna batin anna mencoba menenangkan dirinya sendiri.
"Nona hari ini mau kemana,???saya akan mengantarkan nona kemana pun" ucap pang pang tiba tiba membuyarkan lamunan anna.
"Sepertinya aku hanya ke kampus, tak perlu menungguku mengikuti kelas, nanti aku pulang naik taksi saja, kamu ambilah cuti selama zen tak ada" ucap anna pada pang pang.
" maaaf nona, saya tidak bisa , saya disuruh tuan zen mengantar dan menunggu nona kemanapun nona pergi" jelas pang pang.
"Yah terserah lah kalau begitu, aku siap siap dulu" ucap anna kemudian memasuki mansion meninggalkan pang pang.
Pang pang melajukan mobilnya menuju kampus,nampak anna sudah terlihat cantik dengan tshirt dan rok selutut yang membuat dirinya nampak anggun dan cantik.
Sesampainya dikampus , pang pang keuar dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk anna, terlihat anna sedikit tak enak diperlakukan seperti itu .
"Tak perlu membuka kan pintu, aku bisa sendiri" ucap anna.
"Tidak apa apa nona" jawab pang pang.
"Anna..."
Tiba tiba sebuah suara membuat keduanya melihat siapa yang memanggil.
"Hay rio" sapa anna.
"Kok tumben kamu dianter sama dia" ucap rio sambil menunjuk pang pang.
Pang pang terlihat tak suka melihat kedekatan keduanya.
"Nona sebaiknya langsung masuk kelas, saya akan menunggu disini" ucap pang pang mengalihkan pertanyaaan rio.
"Baiklah , aku pergi dulu" ucap anna meninggalkan pang pang kemudian diikuti oleh rio dibelakangnya.
"Jadi sekarang kamu mempunyai sopir pribadi???' tanya rio sambil mengikuti langkah anna.
"tidak , hanya sementara karena zen harus keluar kota" jelas anna
"Benarkah??? lalu kenapa kau tak ikut dengan nya ???"tanya rio lagi.
"ya karena aku sedang mengandung , takut jika membahayakan kandungan ku" jelas anna.
"Apa kau tidak takut anna???' tanya rio.
"Takut kenapa ??" tanya anna heran.
"Ya takut ,siapa tau zen disana dengan wanita lain" ucap rio tersenyum sinis.
Deggg.....
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Bersambung.....
yeyeyyeey.....
update lagiiii...
kira kira zen mau kemana yaaa and nemuin siapa yaa...
hayo kira kira siapa ???
__ADS_1
thankyouu readers udah setia baca cerita akuuu....
jangan lupa like vote dan komen yaaa....