MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
27


__ADS_3

Alenna sudah selesai berkemas, ya kali ini dia akan ikut lisa bekerja dikota siapa tau dengan itu alenna bisa mendapatkan pria tampan dan kaya seperti lisa.


"Apa kau serius dengan ini???" tanya ibu pada alenna.


"Tentu saja" ucap alenna tegas.


"Apapun itu ibu hanya bisa mendoakan mu, bekerja lah dengan baik, jangan menghancurkan nama baik lisa didepan tuan nya" nasehat sang ibu.


"Ibu tenang saja ," ucap alenna singkat.


Alenna dan ibunya keluar dari kamar membawa 1 tas besar dan dimasukan dibagasi roni.


"Apakqh sudah siap semua" tanya roni, lisa dan alenna mengangguk bersama.


"Baiklah kita berangkat sekarang" ajak roni.


Lisa , roni dan alenna kemudian berpamitan dengan ayah ibu serta adik2nya , setelah itu mereka memasuki mobil.


Lisa duduk di jok depan disamping roni sedangkan alenna jok dibelakang.


"Maaf dengan semua keputusan ini sudah membuat kakak kecewa" ucap lisa memulai pembicaraan.


Dengan lembut roni mengelus rambut lisa.


"Aku bakalan nungguin kamu sampai semua nya siap" ucap roni.


Alenna tampak memutar bola matanya malas mendengar percakapan lisa dan roni.


            


           🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Anna melajukan mobilnya menuju mansion.


Dia binggung harus kemana jadi lebih baik pulang awal , lagipula anna merasa kepalanya sedikit berat dan badanya sedikit meriang.


Sesampainya di mansion anna segera memasuki kamarnya, cuaca siang hari ini sedikit panas membuat anna ingin mandi dulu sebelum istirahat.


Setelah mandi anna merasakan pusing kepalanya semakin terasa dan perutnya juga terasa mual.


Dia kembali memasuki kamar mandi dan memuntahkan cairan bening.


Entah lah perasaan anna ia tak memakan makanan yang aneh hari ini tapi mengapa perutnya sangat mual sekali.


Anna berjalan mendekati ranjangnya kemudian merebahkan badan nya diranjang, setelah muntah anna merasa kepalanya semakin berat, saking tak tahan nya hingga akhirnya anna terlelap tidur.


Pukul 8 malam zen sudah sampai didepan pinu mansion.


"Dimana anna ???" tanya zen yang sudah disambut oleh susi .


"Nona dikamar sedari pulang kuliah tadi tuan, apaakah tuan membutuhkan sesuatu ??? Biar saya siapkan " tanya susi pada zen.


Zen hanya melewati susi tanpa menjawab pertanyaan susi, terlihat susi menggepalkan tangan nya sebal.


Zen memasuki kamar, dilihatnya sang istri sudah terlelap tidur , zen tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang terlelap itu kemudian dia berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Selesai mandi zen mendekati istrinya kemudian memeluk istrinya dari belakang.


"Kau sudah pulang???" tanya anna terbangun dari tidurnya.


"Hmmm," ucap zen sambil terus memeluk anna.


Anna membalikan badan nya dan berhadapan dengan zen.


Zen sedikit terkejut melihat wajah pucat anna.


"Apa kau baik baik saja sayang???" tanya zen khawatir.


"Entahlah, aku merasa tak enak badan sedari tadi " ucap anna .


"Apa kau sudah makan???" tanya zen, anna hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa yang dikerjakan semua asisten dirumah ini hingga membiarkan istriku tidak makan seharian" ucap zen marah dan ingin bangkit dari ranjang tapi ditahan oleh anna.


"Jangan marah zen, aku yang memang malas makan, perutku rasanya mual dari tadi membuatku malas ingin makan" jelas anna.


"Baiklah, istirahatlah disini, akan kuambilkan makan dan kupanggilkan dokter" ucap zen , anna nampak menggelengkan kepala nya.


"Lebih baik menurutlah , jika tak ingin membuat ku marah" ucap zen kemudian mengecup kening anna sebelum meninggalkan anna keluar.


Anna hanya mendesah pasrah.


Hanya beberapa menit zen sudah memasuki kamar anna membawa nampan berisikan makanan dan segelas juice.


Dengan telaten zen menyuapi anna makan, anna hanya menurut saja tak membantah segala perlakuan zen meskipun sebenarnya ia merasa kurang nyaman, sebab jarang sekali zen bisa sepeduli ini dengan nya.


Zen menyusul anna kekamar mandi,


"Sebentar lagi akan ada dokter kesini, aku sudah menghubungi nya , dimana yang sakit ???" tanya zen nampak khawatir sambil memijat mijat tubuh anna.


"Entahlah, aku sama sekali tidak merasakan ada yang sakit , hanya saja perutku mual sekali mencium aroma makanan" ucap anna dan seketika juga pintu kamar mereka seperti diketuk dari luar.


"Mungkin itu dokternya sudah datang, ayo kubantu berbaring lagi " ucap zen dengan sigap kemudian menggendong tubuh anna.


Dan benar ketika pintu kamar terbuka terlihat dokter yang masih muda seumuran zen sudah berada didepan kamar mereka.


"Ada apa dengan nya" tanya dokter itu  yang sepertinya tak asing bagi anna.


"Dia mual sehabis makan" ucap zen datar.


Tampak dokter itu memandang zen dengan wajah terkejut kemudian memasuki kamar dimana anna telah berbaring diranjang.


"Keluarlah, aku akan memeriksanya" ucap dokter yang bername tag sandy itu.


"Apakah aku tak bisa menunggu disini???" tanya zen .


"Tentu saja tidak , kau akan menganggu seorang dokter yang akan memeriksa pasien" ucap sandy dingin.


Zen tersenyum masam kemudian keluar dari kamar, anna menjadi binggung dengan sikap dingin zen dan sandy, ada apa dengan mereka batin anna.


Sandy kemudian memeriksa anna.

__ADS_1


"Kapan terakhir datang bulan nona???" tanya sandy masih dengan sikap yang dingin.


"Sepertinya satu bulan yang lalu, " ucap anna.


" benar dugaaan ku" gumam sandy.


"Ada apa ???penyakit apa yang kuderita" tanya anna tampak gelisah.


"Bukan penyakit " ucap sandy.


"Lalu apa??" tanya anna .


"Kamu hamil, selamat" ucap sandy.


Anna tampak shock mendengar ucapan sandy membuat sandy heran.


Apa??? Bagaimana bisa aku hamill sekarang?? Aku saja masih belum tau apa zen sudah mencintaiku atau belum, bagaimana jika zen tidak menerima bayi ini, bagaimana jika zen tidak menyukai bayi yang sedang kukandung ini batin anna tampak gelisah.


"Halooo nona" panggil sandy yang melihat anna nampak melamun.


"Iya dokter maaf , saya malah tak mendengarkan penjelasan dari dokter" ucap anna pada sandy.


"Padahal baru mau saya jelaskan" ucap sandy tersenyum geli.


Anna nampak diam saja mendengar candaaam sandy.


" nona kemungkinan hamil 4minggu jika sudah merasa telat 1bulan, memang awal kehamilan sering membuat nona mual dan susah makan, maka dari itu nona harus mengganti asupan dengan jus buah atau buahnya langsung malah lebih bagus, istirahat yang cukup dan yang jelas jangn terlalu banyak pikiran,"


Anna hanya mengangguk mendengarkan penjelasan dari sandy sambil memeganggi perutnya yang kini sudah terdapat hasil dari buah cinta nya dengan zen.


"Ini suplemen dan vitamin yang harus diminum setiap pagi dan malam, alangkah baiknya jika nona juga mengonsumsi susu ibu hami, untuk nutrisi tambahan calon bayi nona" jelas sandy sambil memberikan resep obat yang harus ditebus diapotik.


"Baiklah kalau begitu saya permisi, jangan lupa periksakan bayi nona setiap satu bulan sekali,vitamin dan suplemen nya jangan lupa diminum, jaga kesehatan jangan sampai nona banyak pikiran karena bisa mempengaruhi kesehatan janin nona" ucap sandy lagi.


"Baiklah pak dokter saya akan menurutinya" ucap anna sumringah.


"Kalau begitu saya permisi nona" ucap sandy kemudian keluar dari kamar anna.


Sekeluarnya sandy anna tampak kelihatan lesu dan masih juga gelisah.


Sandy menutup pintu kamar kemudian berjalan menghampiri zen yang tengah menunggunya di ruang tamu.


"Jadiii apa yang diderita anna??" tanya zen penasaran.


"Dia hamil" ucap sandy yang seketika membuat zen shock , hanya melonggo dan menggelengkan kepalanya.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Bersambung....


maaf ya readers semalem nggak update ...


sampai segini gimana ceritanya menurut kalian???


makasih buat yang masih setia baca dan komen ...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen nya yaaa.....


__ADS_2