MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
44


__ADS_3

"Aku ingin kekebun binatang zen" ucap anna penuh semangat.


"Whaatssss???!! kebun binatang??? apa kamu yakin anna???" ucap zen sedikit terkejut.


"Tentu saja !!! apa kau tak mau huh" ucap anna sedikit kesal.


"Tentu saja aku mau , " ucap zen sedikit takut melihat raut wajah anna yang seperti ingin mengamuk.


"Benarkah??????" tanya anna merubah raut wajah bahagia lagi.


"iya sayang" ucap zen penuh kasih sayang.


"Baiklah , aku akan bersiap siap " ucap anna kemudian berlari kekamar mandi membuat zen menggelengkan kepalanya.


Zen cukup heran dengan anna, biasa nya para wanita lebih menyukai mall, salon, tapi anna malah mengajak nya kekebun binatang, yang benar saja batin zen sambil menggelengkan kepalanya lagi.


Cukup lama akhirnya anna keluar dari kamar mandi.


"Cepatlah mandi zen " ucap anna.


"Maafkan aku sayang sepertinya aku harus meeting dikantor pagi ini, apa tidak apa apa jika kita batalkan kekebun binatang???" tanya zen sambil berjalan mendekati anna.


"Yahhhhhhhh...." terlihat desahan dan raut kecewa dari wajah anna.


"aku hanya mengodamu sayang" ucap zen kemudian mencuri ciuman bibir anna dan segera berlari kekamar mandi.


Anna nampak menggerucutkan bibirnya karena zen berhasil mengerjai nya .


Selesai sarapan kini anna dan zen berangkat menggunakan mobil zen dan tampak zen yang menyetir mobil itu.


Sebenarnya pang pang sudah menawarkan untuk menjadi sopir mereka saat liburan tapi zen menolak karena ia ingin berdua saja dengan anna.


Akhirnya keduanya telah sampai dikebun binatang terbesar dikota itu.


Anna tampak senang sekali karena ia merasa sudah sangat lama tak kesini, bahkan anna saja masih binggung ia seperti menginggat pernah berlibur kekebun binatang tapi ia lupa kapan dan dengan siapa ia pergi waktu itu.


Anna membuka pintu mobil kemudian bergegas menuju loket untuk membeli tiket masuk.


Zen hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu, bisa bisanya anna melupakan zen dan ditinggal begitu saja.


Selesai memesan tiket anna celinggukan mencari zen , ia baru menyadari bahwa ia meninggalkan zen dimobil tempat parkir tadi.


"Mencariku huh" uucap zen dengan nada sebal yang ternyata berada dibelakang anna.


"maafkan aku sayang, aku hanya takut tak kebagian tiket masuk" ucap anna sambil terkekeh.


"bahkan aku bisa membooking kebun binatang ini hanya untukmu, apa kamu lupa sekaya apa suami mu ini???" ucap zen sombong.


"ya ya ya baiklah , aku tau itu, ya sudah ayoo kita masuk" ucap anna sambil menarik lengan zen.


 


\*


 


Prankkkkkkkkkk......


Tampak sebuah vas bunga hancur dan tercecer dilantai.


"Apa kurang cukup menikahkan aku dengan kai dan membuat hidupku hancur , sekarang apa lagii ini!!!!" teriak tania pada papa mama nya yang baru saaja menemui tania diapartemen tania.


"Apa maksudmu, ??? bukan kah kau cukup bahagia dengan kai, dia kaya raya dan memberikanmu kemewahan, seharusnya kau berterimakasih pada papamu ini!!!' teriak papa tania lebih keras.

__ADS_1


"Ya bahagia, sangat bahagia, hahaha..." ucap tania sambil tertawa frustasi.


"Maka dari itu berikan surat ini untuk kai agar dia melunasi hutang papa dan mama sayang, mama capek ditagih oleh para rentenir itu dan mereka memgancam akan menyita rumah kita jika kita tak segera melunasi utang itu!!" bujuk sang mama yang nampak memberikan surat berupa keterangan pinjaman.


"5milyar??? apa kalian gila!!! , untuk apa meminjam uang sebanyak itu, bukankah setiap bulan aku sudah memberikan uang cukup untuk kalian?!!!" ucap tania tampak frustasi.


"Uang 5 juta sebulan mana cukup untuk mama sayang, mama butuh shoping, arisan, beli baju perhiasan, kamu tau mama nggak mau sampai kalah saing dengan teman teman arisan mama" jelas sang mama.


"Apa papa mama tau bagaimana kai memperlakukan tania???" tanya tania terlihat frustasi.


"Tentu saja ia memperlakukan mu dengan baik, papa cukup mengenal kai dan ia sangat baik pada keluarga kita bahkan disaat keluarga kita mengalami krisis, dia yang banyak membantu" ucap sang papa dengan santai.


"Ya sangat baik bahkan saking baiknya ia menjadikan ku *******?!!?" batin tania tampak geram melihat keluarganya bahkan tak melihat penderitaan nya.


"Baiklah, akan kuberikan ini pada kai, semoga saja ia mau melunasi hutang kalian" ucap tania frustasi karena merasa percuma berdebat dengan kedua orang tuanya.


"Dan bilang pada kai untuk memberikan jatah bulanan lebih pada kita, oke sayang" ucap sang mama .


"hmm..." balas tania.


"baiklah kalau gitu mama saama papa mau pulang dulu, ahhh iya apa kalian tak merencanakan program hamil, ???" tanya sang mama sebelum pulang.


Tania tampak tersenyum gentir mendengar pertanyaan mamanya.


"Ya sudah jika kalian memang belum siap mempunyai momongan, tapi ingat tania, jika kamu bisa memberikan keturunan untuk kai kamu dan mama papa tidak akan khawatir lagi masalah harta kekayaan kai yang pastinya akan menjadi milikmu" ucap sang mama.


"Pergilah ma , pa ... tania lelah" ucap tania .


"Baiklah, jangan lupa dengan pesan mama tadi sayang" ucap sang mama kemudian meninggalkan apartemen tania dengan sang papa.


Tania tampak menangis sesenggukan, sungguh ia merasa semuanya sudah berubah, kehidupan nya benar benar kelam sekarang.


Dulu sewaktu tania kecil, sang papa hanyalah sopir pribadi dan mama hanya ibu rumah tangga.


Sang papa yang sibuk dengan perusahaaan nya jarang pulang dan sang mama yang sibuk dengan teman teman arisanya.


Membuat tania kesepian dan menjadi nakal untuk mencari sebuah pelarian.


Hingga kini papanya yang sudah bangkrut tidak membuat kedua orang tua tania sadar malah semakin menjadi, hutang dimana mana hanya untuk menuruti gaya hidup.


 



 


Anna tampak berjalan kesana kemari sambil sesekali memotret beberapa binatang yang ada dikandang nya.


Zen yang melihat anna nampak bahagia hanya tersenyum sambil mengikuti anna kesana kemari.


Huaaaaaaa ......


Tampak sebuah suara anak kecil menangis , membuat anna celinggukan dan melihat anak kecil perempuan yang tampak imut dengan kuncir kuda nya dan poni depan serta pipinya yang terlihat menggembil.


Segera anna mendekati gadis kecil itu dan berjongkok didepan gadis itu.


"Cup cup sayang, kenapa nangis???" tanya anna sambil mengusap pipi yang terlihat basah air mata.


"Ma ..mama pelgi, tadi aku lihat monyet itu telus tiba tiba mama cudah nggak ada" ucap gadis kecil itu pada anna , terlihat zen hanya melihat interaksi antara anna dan anak kecil itu.


"Hmmmm, ya udah ayo tante bantuin nyari mama, ya ??? jangan nangis lagi ya" ucap anna sambil mengusap rambut gadis kecil itu.


Gadis kecil itu tampak mengangguk sambil masih sesegukan.

__ADS_1


"Kita lapor aja dibagian pos jaga saja biar nanti dipanggil menggunkan microphone" usul zen .


"Hmmm boleh, " ucap anna.


Gadis kecil itu nampak mennarik narik celana zen membuat zen menunduk memperhatikan gadis itu, dan terlihat gadis kecil itu merentangkan kedua tangan nya membuat zen binggung dengan maksud gadis itu.


"Dia pengen digendong sama kamu" jelas anna yang melihat zen kebinggungan.


"Masa gitu sih??" tanya zen masih tak percaya.


"iyalah, gendong aja , itung itung belajar kan bentar lagi juga punya baby" ucap anna sambil mengelus perut nya yang sudah terlihat sedikit buncit.


"oke oke, om gendong kamu" ucap zen kemudian menggedong gadis itu, membuat gadis itu senyum semringah.


Sesampainya dipos, anna nampak menjelaskan pada petugas tentang kejadianya nya.


Dan petugas pun segera memanggil nama yang disebutkan gadis kecil itu.


Selang beberapa menit akhirnya nampak seorang wanita yang masih muda berlari kearah gadis kecil itu.


"mama....." teriak gadis itu kemudian mereka berpelukan.


"maafin mama sayang, mama udah ninggalin kamu ke kamar mandi" jelas sang mama.


"Risa enggak apa apa ma, tadi risa dianterin kesini sama om dan tante baik" ucap gadia yang bernama risa itu menunjuk anna dan zen.


"terimakasih banyak atas bantuan kalian, jika tak ada kalian mungkin saya masih kebinggungan mencari risa !!" ucap ibu itu.


"iya mbak nggak apa apa , yang penting sekarang sudah ketemu" ucap anna lembut.


"besok lagi kalau mau kekamar mandi mendingan anaknya diajak mbak" ucap petugas yang berjaga disitu.


"iya pak sekali lagi terimakasih" ucap ibu iitu.


"ya udah yukkm sayang, kita pulang" ajak ibu itu pada gadis kecilnya.


"oke ma, om baik sama tante baik, makasih ya risa mau pulang dulu" ucap risa digadis kecil.


"Iya sama sama sayang, semoga besok ketenu lagi ya " ucap anna yang kemudian diangguki oleh risa.


Risa dan sang ibu berjalan meninggalkan anna dan zen tak lupa risa melambaikan tanganya pada anna dan zen.


Setelah puas berjalan jalan kini anna dan zen memasuki mobilnya.


Tampak anna sedikit melamun dan sambil mengelus perutnya membuat zen nampak binggung dengan perubahan sikap anna.


"are you okay????" tanya zen ssmbil memasangkan seatbeltnya.


"Rasanya aku udah nggak sabar mau ketemu dia zen" ucap anna sambil mengelus perut nya.


"iya , aku juga sayang" ucap zen kemudian mengecup pipi istrinya itu.


"Aku kangen mama sama papa zen" ucap anna yang membuat zen terkejut dan berubah menjadi dingin.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


bersambung....


akhirnya bisa update juga setelah satu minggu libur...


maaafkan akuhhh readerssss...


makasih yang masih tetep setia baca...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen nya yaa....


__ADS_2