MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 10


__ADS_3

"Jadi kamu masih belum bisa menemukanya ??" tanya aidan sedikit kecewa.


"Maafkan saya tuan, saya sudah mencari keseluruh tempat sampai kepelosok pun tak ada tanda tanda nona allea, bahkan anak buah yang saya utus keluar negeri juga tak menemukan nona allea" ucap detektif sewaan aidan itu dengan raut menyesal.


"Ya sudah lah , mulai sekarang aku sudah tak akan memperkerjakan kamu lagi" ucap aidan tegas.


"Tapi tuan....." detektif itu nampak shock dengan ucapan aidan, padahal detektif itu sudah disewa aidan sampai berhasil menemukan allea.


"Kepuutusan ku sudah bulat!!! keluarlah!! aku akan mengirimkan sisa bayaran untukmu" ucap aidan.


"Baiklah tuan, maafkan saya " ucap sang detektif dengan raut menyesal karena gagal menemukan allea setelah sebulan lamanya allea pergi tanpa tau dimana dia.


Ya sudah sebulan usia pernikahan aidan dan aqilla.


Mereka menjalani hubungan sebagai suami istri hanya didalam akta pernikahan, sedangkan dikehidupan nyata hanya sebatas hubungan kakak beradik.


Sebulan berlalu dan aidan masih belum ada tanda tanda mencintai ataupun menerima aqilla sebagai istrinya.


Itulah kesedihan yag dirasakan aqilla, Seperti siang ini aqilla nampak duduk ditaman kampus sambil membawa bukunya untuk ia baca , tetapi bukan fokus pada bacaan buku yang ia bawa melainkan pikiran nya melayang memikirkan hubunganya dengan aidan, ya hubungan yang masih tidak nyata baginya.


Dalam status ia memang memiliki aidan, tapi hati serta jiwa aidan bukan miliknya, tapi aqilla mencoba bersyukur dan akan terus bersabar memperjuangkan cinta aidan.


Jika ia berusaha sangat keras dan berdoa mungkin suatu saat tuhan akan menjawab segala doanya, itulah yang diyakini aqilla.


"Ehh lihat dehhh... ada nyonya dongg disini??" ucap salah satu wanita yang nampak bergerombol dengan ketiga temannya.


"Ehh iya lohhh... pembantu dinikahi sama majikan, duh pada ngiri nggak sih!!" ucap salah satu dari mereka secara bergantian.


"Jangan jangan dia dihamili duluan lagi... uppsss.... dasar ayam kampus kegenitan" ucap mereka lagi dan aqilla hanya diam saja mengabaikan mereka.


"Heh, nggak usah pura pura budek deh loo" ucap cici ketua dari geng yang suka membully aqilla dikampus hanya karena aqilla anak pembantu yang tak pantas kuliah di tempat mereka yang termasuk kampus elite.


"Jangan mentang mentang elo menantu dari donatur dikampus kita trus kita jadi takut sama elo" ucap sisy dengan nada centilnya.


Dan aqiilla masih diam saja mengabaikan mereka.


"Bisu lo ya!!" sentak kiky membuat aqilla habis sudah kesabaranya.

__ADS_1


"Udahh ????" tanya aqilla dengan nada lantang.


"Maksud lo apa hah?!!!" tanya kiky dengan suara keras.


""Udah kalian ngomongnya ???" Tanya aqilla dengan berani.


"Rese loo ya lama lama" ucap sisy.


"Kalo kalian udah ngomong nya, aku duluan ya" ucap aqilla sambil berlalu pergi tak menghiraukan ketiga geng kampus itu yang nampak mengomel.


Aqilla sudah terbiasa dengan ketiga orang yang termasuk mahasiswi terpandang dikampus mereka.


Mereka memang suka membully aqilla semenjak tahu aqilla hanyalah anak dari pembantu ditempat zen.


Tetapi aqilla tak mempedulikan mereka, selama mereka hanya mengucapkan dengan kata kata kasar tanpa ada kekerasan, aqilla masih bisa mentolerir mereka.


Bagi aqilla mereka hanyalah angin yang menghambat pendidikan aqilla jika aqilla menanggapi serius, jadi aqilla tak pernah menganggapi mereka serius.


....


Aqilla keluar dari kampus dan melihat mobil sedan hitam yang sangat ia kenali sudah menjemputnya.


"Ayahhh.... qilla kangen, .." ucap qilla nampak memeluk ayah nya.


"Ayah juga kangen sama qilla, ya udah yukk berangkat nanti keburu sore" ucap roni pada putrinya.


"Iya ayah" ucap aqilla nampak memasuki mobil.


"Kamu udah ngabarin suami kamu sayang kalau mau kemakam bunda??!" tanya roni.


"Udah dong ayah, tadi qilla udah telepon kak aidan dan kak aidan juga ngebolehin" ucap aqilla.


"Baguslah nak" ucap roni mulai melajukan mobilnya menyusuri jalan menuju sebuah perkampungan dimana terdapat makam lisa disana.


Selesai ke makam sang bunda tak lupa aqilla dan roni mampir ke tempat saudara saudara lisa yang tak jauh dari sana.


Hingga pukul 8 tepat, roni melajukan mobilnya untuk mengantar aqilla pulang ke apartemen.

__ADS_1


"Ayah nanti nginep aja" ucap aqilla.


"Hmmm, nggak bisa sayang, ayah harus pergi ke singapura setelah ini" ucap roni.


"Hmm ... ayah kenapa nggak pensiun aja sih ???' tanya aqilla yang nampak kasihan melihat sang ayah yang harus pergi kesana kemari.


"Ayah nggak apa apa sayang, lagian ini juga hiburan ayab biar nggak keinget bundamu terus" ucap ayah sedih.


"Ayah kangen ya sama bunda???" tanya aqilla nampak ikut sedih.


"Kangen banget, tapi gimana lagi kita harus ikhlas sayang, bunda itu wanita terbaik yang pernah ayah miliki" ucap roni dan aqilla nampak diam ikut larut dalam kesedihan.


""Kamu juga harus seperti bundamu nak, jadilah istri yang baik dan juga bersabarlah dengan segala sikap suamimu, jangan mudah menyerah untuk mempertahankan rumah tangga mu" ucap roni menasehati putrinya.


Sebenarnya roni juga tak tega melepaskan aqilla untuk aidan yang bahkan roni tau aidan sama sekali tak mencintai aqilla tapi ini semua kan sudah keputusan aqilla sendiri dan roni ingin melihat putrinya bahagia jadi ia berpikir segala keputusan aqilla adalah yang terbaik untuk aqilla.


"Iya ayah, ayah tenang aja, yang penting ayah selalu jaga kesehatan dan sering sering video call sama aqilla ya" ucap aqilla.


"Iya pasti sayang" ucap roni.


Sesampainya di depan gedung apartemen, aqilla nampak memeluk ayahnya.


"Ayah yakin enggak mampir??" tanya aqilla lagi.


"Enggak sayang, " ucap roni.


"Ya udah ayah hati hati ya??" ucap aqilla sebelum keluar dari mobil.


Roni nampak masih melihat aqilla memasuki gedung apartemen.


Ia sedih sangat sedih karena tak bisa selalu menjaga aqilla, apalagi ia sudah sering melihat aqilla dibully oleh teman temanya.


Roni tentu saja mengetahui walaupun aqilla tak pernah bercerita, jangan lupakan pekerjaan roni yang seorang detektif membuat ia juga sering menyelidiki bagaimana keseharian ia dikampus.


Tetapi melihat keberaniaan aqilla yang membuat roni sedikit tenang.


Setelah aqilla tak terlihat lagi roni mulai melajukan mobilnya menuju bandara, karena ia mendapatkan tugas dari zen untuk le singapura.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen readerss... thank you... 😘😘😘


__ADS_2