
Anna terbangun dan terlihat ditempat yang tak asing baginya.
Ia mengingat ingat dimana ia kini dan mencoba mengembalikan kesadaranya.
"Bukankah ini kamarnya???, kenapa ia bisa disini?? bukankah tadi ia sedang berada didalam taksi bersama tantenya??" batin anna mencoba mengingat ingat.
"Sudah sadar hmmm" ucap seseorang yang baru memasuki kamar dan membuat anna cukup terkejut melihat zen disana.
"Zen .. kenapa..." ucap anna sedikit gugup karena ia tau zen pasti marah jika tau tadi ia bersama dengan tantenya.
"Jadi istriku ini mulai membangkang yaa?? " sindir zen sinis membuat anna menunduk.
"Bukankah aku sudah sering bilang, jangan lakukan apapun sendirian, hmm" ucap zen lagi.
"Maafkan aku zen" ucap anna menyesal.
"Jika saja aku dan roni kalah cepat menyusulmu, mungkin kita tak akan bertemu lagi" ucap zen membuat anna sedikit terkejut.
"Apa maksudmu??" tanya anna bingung.
"ya, jika saja aku tak membuntuti mu tadi mungkin kamu tak akan pernah bertemu dengan ku lagi" jelas zen membuat anna masih binggung.
"Kamu mengetahuinya??" tanya anna masih menunduk tak berani menatap mata tajam zen.
"Aku tak sengaja membaca pesanmu diponsel makanya aku bisa tau " ucap zen santai dan anna masih menunduk takut.
"Apa kau tak menyanyangi ku anna??" tanya zen.
"Maafkan aku zen, aku tak bermaksud.." ucap anna.
"Mengapa kau tak pernah mengikuti apa yang aku katakann, padahal semuanya hanya untuk demi keamananmu " ucap zen sedikit kecewa.
"Maaf zen, aku mencintaimu" ucap anna nampak terisak kemudian memeluk zen.
"Jangan pernah lakukan seperti ini lagi anna, aku mohon" ucap zen.
Anna mengangguk dalam dekapan zen sambil menangis.
FLASBACKK....
Zen keluar dari kamar mandi dan melihat ponsel anna tergeletak diranjang. karena penasaran zen membuka isi pesan dari ponsel istrinya itu dan melihat pesan yang mencurigakan dari ponsel istrinya.
Segera zen menghubungi roni agar roni menyelidikinya.
"Seperti dugaan kita tuan, mereka memang sedang merencanakan sesuatu" ucap roni saat mendatangi ruangan zen.
"Kapan mereka beraksi??" tanya zen.
"Besok pagi nona akan menemui riana dikafe dan setelah itu membawa anna ketempat tinggal rio yang jauh dari kota" jelas roni membuat zen tersenyum sinis.
"Sepertinya mereka sedang bermain main dengan ku dan tak pernah takut dengan ancamanku" ucap zen santai.
"Jadi bagaimana tuan??" tanya roni.
"Lakukan apa yang seharusnya dilakukan, !!" ucap zen mantap.
__ADS_1
"Baiklah tuan.!!" ucap roni.
Siang hari...
Nampak mobil zen sedang mengikuti taksi yang berada didepan mobil mereka.
Kini zen sedang bersama roni dan dibelakang mobil mereka telah ada beberapa pengawal dengan mobil yang berbeda.
"Sekarang !!! lakukan!!!" ucap zen.
"Baikk tuan!!"
Roni mmepercepat laju mobilnya dan mendahului taksi kemudian menghadang taksi itu membuat sopir taksi itu tampak terkejut dan menghentikan taksinya.
"APA YANG KAU LAKUKAN!!!'" teriak seorang wanita didalam taksi yang tak lain adalah riana.
"Maaf nyonya didepan ada mobil yang tiba tiba menghadang" ucap sopir taksi itu.
"Sialan!! siapa yang berani beraninya" ucap riana nampak keluar dan melihat pengemudi mobil itu juga keluar.
Betapa terkejutnya riana melihat siapa yang keluar dari mobil.
"Hay mama mertua, apa kau tak senang melihatku?? mengapa wajahmu berubah masam" ejek zen .
Riana mencoba memasuki taksi lagi tapi tanganya ditahan oleh salah satu pengawal zen.
"Lepaskan!!! apa maumu zen" ucap riana kesal.
"Hahahha... apa kau gila bertanya seperti itu??" tanya zen terkekeh.
"Lepaskan dan biarkan aku membawa anna pergi karena kau tak pantas untuk anna" ucap riana.
"Apa yang kau lakukan dengan istriku brengsek!!!" ucap zen marah membuat riana menciut.
Segera zen mengendong anna dan memasuki mobilnya.
"Kembali kemansion dan segera hubungi dokter" ucap zen pada roni.
"Baiklah tuan"
"Dan kalian bawa wanita sialan ini ke penjara , berikan bukti bukti kejahatannya pada polisi" ucap zen pada para pengawalnya.
"Baik tuan."
"Sialan kau zen apa yang kau lakukan!!! aku bukan penjahat!!" teriak riana nampak digiring menuju mobil para pengawal.
Dimansion....
"Dia baik baik saja , hanya meminum obat tidur dan tak akan berpengaruh untuk janinya karena juga tak berlebihan, sebentar lagi pasti sadar, apa yang terjadi???" tanya dokter vano.
"Riana ingin membawanya kabur" jelas zen sambil memandangi wajah anna.
"Tentu saja karena ia tak ingin memiliki menantu sepertimu" ucap vano yang membuat zen menantap vano tak terima.
"Woohoo... santuy bosque... dan congratsss karena kamu pemenangnya" ucap vano kemudian meninggalkan zen.
__ADS_1
Zen hanya tersenyum mendengar ucapan vano yang memberinya selamat.
Ia kembali menginggat saat dulu ia adalah teman satu panti dengan vano dan dia juga suka memperebutkan anna.
Tetapi pada akhirnya dialah pemenangngya karena berhasil menemukan anna dan memilikinya.
"Tuan...." ucap roni memasuki kamar.
Segera zen keluar dan berjalan menuju ruanganya.
"Polisi sedang meyelidiki kasus ini tuan dan jika benar riana beserta kloni nya akan segera ditahan" ucap roni.
"Lalu???" tanya zen lagi.
"Dan untuk masalah rio sudah dipastikan tidak akan menganggu nona anna lagi karena pihak keluarganya sudah membawa rio keluar negeri untuk penyembuhan depresi yang diderita " ucap roni lagi.
"Baguslah" ucap zen lega.
Zen memasuki kamar dan melihat anna sudah terbangun.
"Sudah sadar hmmm" ucap zen yang membuat anna terkejut.
FLASHBACK OFFF.....
Anna sedang menikmati irisan buah apel yang tengah dikupas zen.
Tiba tiba ia menghentikan suapanya.
"Kenapa sayang??" tanya zen.
"Perutku mulas" ucap anna kemudian berlari menuju kamar mandi.
Anna bolak balik ke kamar mandi , karena tak tahan melihatnya, zen membawa anna kerumah sakit untuk kontrol dan benar saja disana anna sudah pembukaan satu untuk melahirkan.
Delapan jam berlalu dan anna sudah melewati masa kontraksi nya yang membuat ia harus menjambak rambut zen dan mencubiti kulit zen membuat zen sedikit kesal tapi tak bisa protes karena ia juga tak bisa merasakan sakitnya yang dirasakan anna.
Dan lahirlah penerus dikeluarga mereka.
Aidan Boy Leonardo
Nama yang disematkan untuk bayi mungil dan tampan yang kini sedang menikmati asi tanpa memperdulikan mereka yang melihat baby aidan dengan senyuman kebahagiaan.
Zen berharap dengan adanya baby aidan dan calon adik adik baby aidan nanti bisa melengkapi kebahagiaan keluarganya.
**TAMAT......
Hay** readersss....
akhirnyaa... tamat juga 😁
terimakasih buat kalian yang selalu nungguin cerita ini... dan selalu mendukung penuh cerita ini..
Maafkan aku yang akhir2 ini jarang apdate karena kesibukan yang luar biasahhhh 🤣 alay bgt autohrnya...
aku nggak janji tapi insyaallah bakalan ngasih bonus chapter...
__ADS_1
sekali lagi makasih buat kaliann...
Salam cinta dari authorrr 😍😍😘😘