
Anna berjalan mendekati pintu dan membukakanya dan betapa kagetnya anna melihat siapa yang datang.
Bahkan anna sampai melonggo tak percaya....
"Papah ...." ucap anna tak percaya kemudian menghambur kepelukan sang papa yang sangat ia rindukan itu.
"Sayang... apa kamu baik baik saja, lihat ini , apa ini cucu papah" ucap hendra tampak mengelus perut anna yang terlihat membuncit.
"Papah kemana saja selama ini??? Kenapa tidak bisa anna hubungi, gimana keadaaan mama , apa mama baik baik saja ? rian gimana ? trus kalian pindah kemana kenapa anna nggak dikasih tahu ??" tanya anna dengan bawelnya.
"Papah nggak bisa menjelaskan disini, kalau anna mau ikut dengan papah , akan papah jelaskan semua , dan semua ini terjadi karena suami kamu zen, dia yang sudah menjebak keluarga kita anna!!!" ucap hendra nampak geram.
"Nggak mungkin pa, zen nggak sejahat itu, pasti papa salah orang" ucap anna pada hendra merasa tak percaya dengan ucapan papahnya.
"Apa sekarang kamu lebih mempercayai laki laki brengsek itu dari pada papahmu sendiri ? tanya hendra dengan nada sinis.
"Pah, bukan gitu maksud anna..." ucap anna mulai menangis.
"Lebih baik sekarang kamu ikut papah, dan akan papah jelaskan semuanya " ucap hendra dan hanya diangguki olleh anna.
"Anna ambil tas sebentar ya pah, papah nggak mau masuk dulu, anna bikinin minum" tanya anna pada hendra yang terlihat sedikit panik melihat kearah sekitar.
"Kita nggak punya waktu banyak anna, cepatlah papah tunggu dimobil" ucap hendra meninggalkan anna memasuki mobil.
Anna bergegas masuk kamar untuk mengambil tasnya , sejujurnya anna sedikit binggung dengan keadaanya sekarang, anna merasa banyak rahasia yang zen dan keluarganya sembunyikan dari anna.
Anna mengambil ponselnya dan hendak menghubungi zen terlebih dahulu karena tapi sayangnya ponsel zen diluar jangkauan dan anna kemudian beralih memanggil pang pang setidaknya untuk mengabari jika ia akan pergi dengan sang papah tapi nihil juga pang pang tak mengangkat panggilannya untuk yang kedua kalinya.
Sedikit jengkel akhirnya anna turun kebawah untuk menemui papahnya yang sudah menunggunya didalam mobil.
"Nona mau kemana???' tanya susi tampak mengintruksi.
"Aku akan keluar sebentar dengan papahku dan ya jika nanti pang pang kesini tolong katakan jika aku keluar dengan papah" ucap anna yang membuat susi kaget.
"Maaf nona tapi tuan zen berpesan agar nona tak keluar dengan siapapun kecuali pang pang" ucap susi tegas.
__ADS_1
"Apa apaan kau ini!!! dia itu papahku dan zen tak mungkin melarang seperti itu" ucap anna kesal.
"Jika nona tak percaya silahkan hubungi tuan zen sendiri, saya kan hanya menjalankan pesan saja!!' ucap susi nampak ikut kesal.
"Nomornya tidak bisa dihubungi , aku sudah memcobanya tadi dan juga pang pang tidak bisa dihubungi, jadi jangan menghalangiku!" ucap anna kesal.
"Saya tidak menghalangi , hanya menjalankan tugas , kalau sampai terjadi apa apa dengan nona nanti saya juga yang kena imbasnya !!!" ucap susi tak kalah kesal.
"Oke oke , aku akan menunggu sampai zen atau pang pang bisa dihubungi dan jika aku mendapatkan ijin, jangan menghalangiku!!" ucap anna tegas.
"Tentu saja , saya kan hanya mencari aman saja karena saya masih ingin bekerja disini!!!" ucap susi penuh penekanan.
Anna keluar mansion dengan kesal karena ucapan susi, ia mendekati mobil sang papah yang terparkir didepan mansion.
Dan ketika hampir sampai anna melihat alenna tampak keluar dari mobil papahnya dan sedikit terkejut saat berpapasan dengannya.
"Saya melihat ada mobil asing yang terparkir didepan dan saya mendekatinya untuk menawarkan masuk nona" ucap alenna tampak gugup menjelaskan pada anna padahal anna saja tidak bertanya apapun.
"Ohh iya, dia papahku, sedang menjemputku" ucap anna cuek.
"Baik nona kalau begitu saya permisi" ucap alenna meninggalkan anna.
"Sebenarnya apa yang terjadi" batin anna.
"Bisakah kita berangkat sekarang!!" tanya hendra pada anna.
"Emm , aku masih belum bisa menghubungi zen dan asistennya pah, bisa nggak nunggu sebentar lagi , aku cuma ingin mengabari zen agar dia tak mengkhawatirkan ku" ucap anna dan seketika anna melihat wajah hendra penuh amarah.
"Aku ini papahmu anna, apa kamu pikir ada seorang ayah yang ingin mencelakai putrinya sendiri??" tanya hendra tampak emosi.
"pah, bukan itu maksud anna, !!" ucap anna tampak menjeda ucapnya .
"Mamah sakit karena merindukanmu anna, maka dari itu aku buru buru datang kesini untuk menjemputmu agar segera bisa bertemu dengan mamahmu dan agar mamahmu segera sembuh, tapi lihat sekarang putriku tampak tak peduli dengan semua itu !!" ucap hendra.
"Pah ... bukan itu maksud anna, !! oke kita berangkat sekarang, maafkan anna pah , anna nggak tau kalau mamah sampai sakit, !!" ucap amna seperti ingin menangis.
__ADS_1
"Baiklah kita berangkat sekarang, pakailah sabuk pengamanmu, maafkan papah yang tadi membentakmu" ucap hendra dengan penuh penyesalan.
"Anna yang seharusnya minta maaf pah, " ucap anna tampak tersenyum.
Mobil hendra melaju meninggalkan mansion zen , dan saat mobil melewati pos satpam depan mansion, anna sedikit heran melihat dua satpam zen tampak tertidur pulas padahal biasanya tak pernah anna melihat satpam mansionya itu sampai tertidur.
"Mungkin mereka sedang kelelahan" batin anna tak menghiraukan kedua satpamnya itu.
\*\*\*
Alenna memasuki mansion dan nampak tersenyum setelah mendapatkan pesan dari seseorang.
"Kakak sedang menghubungi siapa sih kok senyum senyum gitu!!" tanya lisa heran.
"Mau tau aja deh , awas minggir " ucap alenna sombong membuat lisa menggelengkan kepalanya.
\*\*\*\*
Sementara itu ditempat lain tampak seorang laki laki tertawa bahagia karena rencananya berhasil .
Siapa lagi kalau bukan rio.
Rio memang sengaja menghentikan kerja samanya dengan tania untuk merusak hubungan zen dan anna , karena semua terlihat sulit melihat zen sepertinya tidak pernah mencintai tania.
Sebelum rio menghentikan itu semua , papah anna hendra memang menghubungi rio untuk meminta tolong padanya dan sebagai hadiahnya ia bisa memiliki anna.
Tentu saja rio sangat setuju dan langsung mengupayakan segala cara agar bisa membantu calon papah mertuanya itu.
Dan dewi fortuna sedang berpihak pada rio karena mempertemukan rio dengan salah satu pembantunya zen yang membuatnya semakin mudah melancarkan aksinya.
Dan tenu saja semua ini berkat detektif kepercayaannya yang membantu mengali informasi sejauh dan sedetail ini.
Kini rio hanya tinggal menunggu selangkah lagi untuk bisa memiliki anna seutuhnya.
...
__ADS_1
Bersambung......
jangan lupa like vote dan komen nya yaaa.....