
Anna mengambil kunci itu dan mulai membuka laci dengan kunci itu dan berhasil !!! membuat anna tampak sumringah.
Didalam laci yang terlihat kecil ternyata terdapat banyak dokumen disana hingga anna mengambil sebuah amplop coklat yang tampak sedikit berisi dan membukanya.
dann........
"Nona sedang apa diruangan tuan???" tanya susi yang tiba tiba memasuki ruangan zen dengan membawa alat bersih bersih , ya mungkin susi akan membersihkan tempat ini.
"Ohh kamu , aku tadi pagi kehilangan antingku, aku pikir jatuh disini" ucap anna setenang mungkin sambil berusaha mengembalikan amplop coklat yang baru saja ia ambil dan belum sempat dibuka.
"Apa nona butuh bantuan saya untuk mencarikan anting nona???" tanya susi tampak curiga karena dilihat dua telingga anna memakai anting yang biasanya anna pakai.
"Tidak perlu, mungkin bukan jatuh disini, aku akan mencarinya diluar " ucap anna kemudian meninggalkan susi yang masih menaruh curiga padanya.
Tampak anna menutup pintu ruangan zen dan menghela nafas lega karena tidak ketauan susi, kalau saja susi tau dia sedang mencari sesuatu diruangan zen pasti dia akan mengadukan pada zen.
Tapi terlihat raut wajah anna tampak kecewa padahal sebentar lagi dia bisa mendapatkan sesuatu, sepertinya anna harus kembali lagi nanti kalau susi sudah selesai membersihkan.
Sementara itu susi yang melihat ruangan zen sedikit berantakan mulai curiga pada anna, sepertinya anna tidak mencari anting tapi mencari dokumen yang penting karena terlihat laci zen yang penuh dokumen sedikit berantakan.
Tapi dokumen apakah itu, sampai anna terlihat gelisah mencari.
Dan haruskan susi mengatakan ini pada zen ?? sepertinya memang susi harus mengatakan ini karena susi takut anna berbuat yang tak baik pada zen.
Segera susi merogoh ponselnya dan mendial nama tuan zen.
"Maaf tuan menganggu ada yang ingin saya katakan!!" ucap susi sedikit ragu.
"Ada apa ???" tanya zen didalam telepon tampak dingin.
"Anu tuan , baru saja saya melihat nona anna membuka laci kerja tuan ketika saya ingin membersihkan ruang kerja tuan!" ucap susi.
"Hanya itu???" tanya zen terdengar cuek.
"Iya tuan!!!" ucap susi sedikit kecewa dengan nada bicara zen yang tampak biasa saja dam malah terdengar cuek.
"Ya sudah biarkan saja" ucap zen kemudian mematikan panggilan dari susi.
Terlihat raut wajah susi yang kecewa, zen memang sudah berubah, tidak sebrutal dulu, ya memang zen berubah karena anna.
Sementara itu zen yang mematikan panggilan dari susi tampak menghela nafas.
Ternyata istrinya itu diluar dari dugaannya , yang zen pikir segalanya berjalan lancar tapi malah sebaliknya.
Ingin sekali zen berkata jujur pada anna agar anna juga bisa mengingat kembali dan mungkin bisa menyembuhkan ingatanya , tapi zen takut jika anna mengetahui segalanya sekarang akan membahayakan bayi mereka.
Zen tidak mau, ya zen tak mau kehilangan orang yang disayanginya lagi.
Cukup sekali dan jangan pernah lagi setelah zen berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan sekarang.
__ADS_1
Zen langsung menyambar kunci mobil yang bergeletak dimeja kerjanya.
Jika biasanya dulu ketika mendapatkan masalah zen selalu pergi ke club untuk mencari hiburan tetapi tidak sekarang.
Sekarang zen lebih suka menghabiskan waktu untuk menenangkan pikirannya dikantornya.
Ya didalam ruangan kantor zen.
Zen berjalan menuju area parkir , dia harus segera pulang, setidaknya dia harus menenangkan pikiran istrinya agar tak terganggu.
Tapi menginggat sifat keras kepala sang istri zen sedikit ragu apakah bisa membujuknya atau tidak.
Segera zen memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar segera sampai mansionya.
Tepat pukul 11 malam anna masih setia dengan mata terbukanya yang sama sekali enggan terpejam.
Ya dia masih belum bisa tidur, apalagi tak ada zen disampingnya.
sedikit rasa kekhawatiran dari anna karena zen belum juga pulang padahal ia sudah menunggunya sedari tadi.
Walaupun sebenarnya anna masih kecewa karena ketidakjujuran zen padanya tapi dia sangat tidak tenang karena zen belum pulang selarut ini.
Kemana zen ??? batin anna yang sedari tadi hanya membolak balikan badan diatas ranjang karena yang ditunggu tak kunjung datang.
Samar samar anna mendengar suara zen dari luar kamarnya.
"Nona anna sudah tidur tuan" ucap salah satu pelayan zen yang terdengar seperti suara lisa.
Ceklekkkkk..... dan benar saja pintu kamarnya terbuka, aroma parfum zen menyeruak, sepertinya zen benar benar sudah pulang.
Anna melanjutkan aksinya untuk pura pura tertidur dan anna merasa zen berjalan mendekatinya.
Nampak zen duduk disamping ranjang tempat anna berbaring.
Membelai rambut anna lembut kemudian mengecup kening anna.
"Maaafkan aku anna, masih belum bisa jujur!! percayalah aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu lagi" ucap zen lirih kemudian mengecup kening anna lagi dan berbaring disamping anna yang tampak membelakanginya.
Zen memeluk pinggang anna posesif.
Terlihat anna tersenyum melihat perlakuan zen.
Tapi tunggu dulu, zen tadi bilang dia tak ingin kehilangannya untuk yang kedua kalinya.
Apa lagi ini maksudnya???, sungguh anna benar benar bingung sekarang.
Bagaimanapun anna harus mengetahui segalanya sendiri, karena jika menunggu zen menjelaskan mungkin ia bisa mati penasaran.
__ADS_1
Mobil tania berhenti tepat didepan mansion kai.
Tania keluar dari mobilnya dan memasuki mansion hingga sebuah suara kai menghentikan langkahnya.
"Dari mana saja kamu???" tanya kai dingin.
"Bertemu teman lama" ucap tania cuek kemudian memasuki kamarnya.
"Mulai besok jika ingin pergi mintalah ijin dariku , aku hanya tak ingin kamu pulang kerumahmu dan mengadu pada orangtuamu lagi !!!" ucap kai dingin.
"Baiklah" ucap tania kemudian memasuki kamarnya.
Tampak kai menggeram marah melihat sikap tania yang cuek kepadanya.
Tapi untuk apa ia memikirkan ini??? terserah tania dia mau cuek ataupun tidak seharusnya kai tak peduli , ya seharusnya kai tak peduli.
Tania lah penyebab ia kecewa dan berubah menjadi brutal.
Ia harus membuat tania menderita , ya seharusnya ia tak peduli dengan siapa tania pergi dan menemui seeeorang.
Seseorang siapa yang tania temui.
Sial sepertinya akhir akhir ini ia merasa sering memikirkan tania dan merasa bersalah pada tania , ia merasa sangat keterlaluan dalam memperlakukan tania.
Sungguh dilubuk hatinya yang paling dalam mungkin rasa cinta itu masih ada untuk tania.
Entahlah kai berusaha menyingkirkan perasaannya yang sangat menganggu pikirannya akhir akhir ini.
Apalagi setelah ia mendengar tania mengadu pada orangtuanya dan menginginkan perceraaian, dadanya terasa bergemuruh dan marah.
Sampai kapanpun kai tidak akan membiarkan itu terjadi.
Entah apa yang kai pikirkan hingga ia tak sadar berjalan menuju kamar tania dan mencoba membuka kamar tania yang ternyata tak dikunci.
Kai masuk dan berjalan mendekat ranjang, terlihat tania sudah terlelap.
"Apa yang ia lakukan hari ini hingga membuatnya terlihat lelah" batin kai tampak memandangi wajah tania yang nampak terlelap.
Sebuah senyum terbit dibibir kai, melihat wajah pulas tania , kai membelai pipi tania sebelum kai berbalik keluar dari kamar tania.
Tania membuka matanya dan mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Kai memasuki kamarnya dan membelai lembut pipinya , untuk apa ????" batin tania heran dan ia menjadi tersipu sendiri memikirkanya.
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Bersambung.......
jangan lupa like vote dan komen ya guys ...