
"Anna.." panggil seseorang.
Anna menenggok dan ya dia rio.
Anna tersenyum pada rio.
"Apa kau baik baik saja??" tanya rio membuat anna mengeryit heran.
"Beberapa hari ini aku tak melihatmu pergi ke kampus, jadi apa kau baik baik saja???" tanya rio lagi.
"Iya aku baik baik saja" jawab anna.
"Syukurlah , aku pikir kamu kenapa napa" ucap rio tampak lega.
" hmmm , ya sudah aku pergi dulu ya" ucap anna.
"Tunggu, anna apa kamu mencoba menghindari ku???" tanya rio.
"Tentu saja tidak, tapi aku buru buru rio, teman teman ku menunggu di kantin" ucap anna.
"Setelah bertemu dengan temanmu, bisa nggak kita ngobrol sebentar dicafe baru samping kampus ???" tanya rio.
"Maafkan aku rio , sepertinya aku tak bisa , hari ini aku dijemput zen , " ucap anna merasa tak enak .
"Hmmm baiklah ," ucap rio tampak kecewa kemudian berlalu pergi.
Anna hanya menghela nafas , sejujurnya ia memang menghindari rio karena ia harus menjaga perasaan suaminya, ia tak ingin zen salah paham jika melihat ia dekat dengan rio.
Anna berjalan menuju kantin dan disana dua sahabatnya sudah menunggu dengan wajah badmood, sepertinya bosan menunggunya.
"Lama amat sih , " ucap chika saat melihat anna duduk.
"Makanya kalian sekali2 ngikut kelas biar tau " ucap anna meledek.
"Malesss!!!" chika dan intan menjawab berbarengan membuat anna memutar bola matanya malas.
"Gue udah hamil" cerita anna pada dua sahabatnya.
"Whatsssss ???"
"Gimana bisa???"
"Kapan bikinya???"
" kok kita nggak tau"
"Dijebol berapa kali sampai jadi anak"
Begitulah pertanyaan chika dan intan yang membuat anna menghela nafas lelah.
"Bisa nggak sih kalian itu tanya nya satu satu????" ucap anna malas.
"Reflek sih ... Jadi gimna???" tanya intan.
"Gimana apanya sih ???" tanya anna binggung.
"Ya bikinnya kapan , kok tau tau hamil aja" ucap intan lagi.
"Trusss kalau bikin gue harus cerita gitu sama kalian, ntar kalian pengen mau bikin sama siapa???" ucap anna meledek kedua sahabatnya.
"Anjirrrr.... Liat aja ntar gue nikah sama pengusaha yang lebih kaya dari suami elo" ucap chika tak terima , anna hanya terkekeh.
"Kemaren gue sempet down, ga mau makan babynya , jadi gue bolos kuliah deh" cerita anna.
__ADS_1
"Duhh ponakan tante kok nggak mau makan sih , ntar atit gimana, tante sedih ntar" ucap chika manja sambil mengelus perut anna.
"Lebay amat dah" ucap intan kesal.
"Syirik lo!!" balas chika sambil memeletkan lidahnya.
"Tapi elo nggak ambil cuti dulu gitu???" tanya intan.
"zen sih maunya gitu, cuma aku sayang aja kalau harus cuti , 6bulan lagi kan wisuda " ucap anna.
"Iya juga sih , ya udah gue doain semoga emak sama debay nya sehat trus lancar sampai lahiran" ucap intaan.
"Aamiiin, thankyouhhh kalian berdua" ucap anna bahagia.
"Na, suami elo kan kaya banget ya, elo minta kek tiket liburan ke korean buat kita bertiga biar gue bisa ketemu sama cowok masa depan gue , bilang aja ngidam gitu" bujuk chika yang kemudian mendapatkan toyoran dari intan.
"Mana mungkin , seorang anna mau bohong, emang eloo tukang boong!!" ucap intan sedikit kesal.
"Ya kali aja anna mau" ucap chika sambil memegangi bekas toyoran intan.
Anna hanya terkekeh melihat tingkah kedua sahabatnya ,
"Emang siapa lagi cowok masa depan yang elo akuin kali ini???" tanya anna pada chika.
"Itu v bts , dia tu ganteng banget tau nggam sih, gue mau donk jadi wanita masa depanya" ucap chika menghayal.
"Ngimpii aja terosssss!!! Elo mau , dianya yang ogah sama eloo" ledek intan sambil tertawa.
"liat aja ya, sampai gue nikah sama babang v , elo orang pertama yang nggam gue undang" ucap chika.
"Gue nnggak peduli" ucap intan sambil tertawa.
Anna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol kedua sahabatnya.
"Mana zen???" tanya anna saat sudah masuk didalam mobil.
"Tuan masih sibuk dengan pekerjaanya nona, jadi masih belum menjemput nona" jelas pang pang .
"Hmm , jika kamu juga sibuk tak perlu menjemputku , aku lebih baik naik taksi" ucap anna merasa tak enak.
"Tidak apa apa nona, tuan hanya ingin nona sampai dengan selamat" jelas pang pang lagi.
"Terserah kalian saja," ucap anna pasrah karena merasa percuma berdebat pang pang dan zen , sama sama keras.
Sesampainya di mansion pang pang langsung kembali kekantor sedangkan anna langsung memasuki kamar karena merasa lelah dengan aktifitasnya.
"Nona mau saya bikinkan jus???" tanya lisa yang tiba tiba masuk .
"Hmmm boleh, aku ingin jus apel yang dingin " pinta anna.
"Baiklah nona , saya buatkan" ucap lisa .
15menit lisa datang dengan satu gelas jus apel dingin, dengan segera anna meneguk tanpa sisa.
"Nona ingin makan sesuatu???' tanya lisa.
"Hmmm sepertinya tidak, aku tadi sudah makan di kantin kampus" ucap anna.
"Baiklah nona, saya permisi" ucap lisa.
"Lisa tunggu, ada yang ingin kutanyakan padamu" ucap anna , terlihat wajah lisa nampak memucat takut.
"Tenang saja, ini bukan masalah zen" jelas anna lagi, lisa sedikit lega.
__ADS_1
"Nona ingin menanyakan apa ?" tanya lisa.
"Hmm bagaimana perkembangan hubungan mu dengan roni??" tanya anna dan langsung membuat lisa nampak tersipu.
"Masih baik baik saja nona" ucap lisa tampak malu malu.
"apa dia sudah melamarmu???" tanya anna kembali kepo.
Lisa nampak menganggukan kepala nya malu malu.
"Bagus sekali, jadi kapan kalian akan menikah???' tanya anna.
"Mungkin untuk saat ini masih belum bisa nona" ucap lisa sedikit kecewa.
"Kenapa seperti itu??" tanya anna semakin penasaran.
"Kak alenna belum menikah , jadi saya tidak bisa mendahului kak alenna" jelas lisa.
"Sayang sekali" ucap anna ikut merasakan kecewa.
"Baiklah nona selamat istirahat, saya mau kembali bekerja " ucap lisa.
"Baiklah lisa"
Sore hari anna nampak merasa bosan terus berada dikamar, akhirnya ia keluar untuk jalan jalan.
Kali ini anna berjalan jalan ditaman belakang dimana taman itu diurus oleh alenna kakak lisa.
"Bagus sekali" ucap anna merasa senang melihat bunga bunga nampak bermekaran.
"Nona menyukainya" ucap alenna yang datang entah dari mana.
"Iya, kamu pandai sekali merawat tanaman membuatnya indah seperti ini" ucap anna .
"Memang sudah tugas saya nona , syukur jika nona menyukainya" ucap alenna sedikit bangga.
"Hmm iya aku belum menanyakan ini, jadi apa kamu betah bekerja disini??" tanya anna.
"tentu saja betah nona" ucap alenna dengan senyum palsunya .
Tentu saja betah karena disini ada pria tampan kaya yang seharusnya menjadi milik ku batin alenna.
"Baguslah , zen pasti akan senang melihat taman bunganya menjadi seindah ini" ucap anna bahagia.
"Saya juga senang jika nona menyukainya , apalagi tuan zen" ucap alenna.
"Ya sudah aku mau masuk dulu, sebaiknya kamu juga istirahat , sudah sore " ucap anna.
"Baiklah nona." ucap alenna.
Anna kemudian berjalan memasuki mansion.
"Jangan terlalu baik nona jika tak ingin disingkirkan" gumam alenna meremehkan.
🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭🐭
Bersambung.....
baru liat komen2nya tadi ternyata banyak juga yang nggak suka sama cerita aku hehe...
tapi aku bakalan tetep nulis karena aku tau banyak juga yang nungguin cerita aku.
thankyouu readerrsss setia ku yang masih baca dan nunggu update aku ...
__ADS_1
jangan pelit like vote dan komen nya yaaaa ....