
Hendra tampak menghentikan mobilnya disebuah hotel berbintang yang cukup jauh dari mansion zen.
"Lhoo pah, kok kita kesini???" tanya anna heran karena hendra membawanya kesebuah hotel bukan rumah mereka.
"Apa kamu tidak tahu kalau rumah kita dijual oleh suami kamu??" tanya hendra.
Dan anna jadi ingat jika ia pernah kerumah tetapi sudah ditempati oleh orang lain.
"Ahh iya anna lupa, tapi kenapa zen tak pernah mengatakan pada anna kalau rumah kita dijual??!" ucap anna tampak binggung.
"Itu karena suami kamu itu brengsek...!!! Papah pikir dia tulus membantu kita waktu itu tapi kenyataanya dia hanya mengincar harta kita!!!" ucap hendra tampak mengebu gebu.
"Tapi pah bukankah waktu itu kita bangkrutt dan sudah tak memiliki apapun???" tanya anna semakin binggung.
"Sudahlah anna , percuma papah menjelaskan sekarang kalaupun sekarang saja kamu sudah tak mempercayai papahmu lagi!!" ucap hendra kesal.
"Bukan pah, bukan anna tak mempercayai papah tapi anna cuma binggung ada rahasia apa antara papah sama zen!!" ucap anna.
"Masuklah ,papah akan memesankan hotel untukmu dan mamah akan menemui mu nanti sore" ucap hendra tak ingin berdebat dengan anna.
"Kenapa mamah malah yang menemuiku!!! bukankah harusnya aku yang menemui mamah yang sedang sakit!!!" ucap anna semakin curiga.
"Papah lupa mengatakan jika mamahmu sedang perjalanan kesini, papah akan menjemputnya dibandara" ucap hendra.
"Anna ikut pah?!!!" ucap anna.
"Enggak anna, kamu tunggu dihotel saja, kenapa sekarang papah ngerasa banyak yang berubah dari kamu!!! biasanya kamu penurut dan tidak keras kepala seperti ini!!" ucap hendra sedikit membentak.
"Baiklah pah, anna akan masuk" ucap anna tampak menunduk.
Hendra tampak mengangguk kemudian berjalan memasuki hotel dan memesankan kamar untuk anna.
Setelah selesai memesankan kamar tampak hendra memberikan air minum yang diminum anna .
__ADS_1
Setelah anna terlihat terlelap diranjang, hendra nampak mengunci hotel dari luar agar anna tak bisa kabur dan juga tak lupa ia mengambil ponsel anna yang sedari tadi berdering, dan sudah pasti hendra tau siapa yang menghubungi anna.
Ya tentu saja zen , suami anna yang sekarang pasti tengah kebingunggan.
Hendra tersenyum sinis kemudian mematikan ponsel anna dan berjalan keluar hotel menuju sebuah perumahan elite yang cukup asri dan mewah.
Hendra memasuki rumah dan melihat istri cantiknya riana tengah bersantai dipinggir kolam renang.
Hendra mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Apa kau menyukainya, hmmm" ucap hendra sambil mnegecupi pipi istrinya yang masih terlihat awet muda.
"Tentu saja sayang, sekarang kita sudah bebas kan tidak menjadi tawanan zen sialan itu lagi ???" ucap riana manja.
"Tentu saja sayang, rio akan memberikan satu perusahaanya untuk kita dan mempercayaiku untuk mengelola perusahaanya , sekarang tugas kita hanyalah mendoktrin pikiran anna agar dia mau bercerai dari zen dan menikah dengan rio" ucap hendra.
"Apa kau sudah berhasil membawa anna kehotel???' tanya riana yang sudah mengetahui rencana suaminya itu.
"Lihatlah ini, apa kau meragukan kepintaranku???' ucap hendra sambil memperlihatkan sebuah kunci.
"Nanti sore temui dia, dan berdandanlah seperti orang sakit karena aku tadi mengatakan bahwa kamu sakit" ucap hendra.
"Apakah harus hari ini??" keluh riana yang seperti malas menemui anna.
"Ohh ayolah sayang, apa kamu mau hidup menjadi tawanan lagi??" ucap hendra yabg kemudian mendapatkan gelengan keras dari riana.
"Baiklah baiklah aku akan menemuinya hanya menemui tidak untuk menginap" ucap riana tegas.
"Baikalah , nanti kita harus mencari alasan agar kamu tidak harus menginap" ucap hendra memeluk istrinya.
Dulu sebelum ryan anak kandung hendra dan riana lahir, riana sangat menyanyangi anna walaupaun anna bukan putri kandungnya.
Ya anna adalah anak dari kakak hendra yang telah meninggal karena mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Dan kedua orang tua anna meninggal dalam kecelakaan mobil yang juga ditumpangi anna.
Bersyukur anna selamat dari kecelakaan maut itu tetapi ia mengalami kerusakan bagian ingatanya dan amnesia secara permanen yang membuat anna tak mengingat kenangan masa kecilnya.
Dan semenjak itu hendra dan riana yang mengantikan peran orangtua anna dan juga bisa menguasai harta kekayaan peninggalan almarhumah orang tua anna.
Awal awal mereka sangat menyanyangi anna menganggap anna sebagai anak kandung mereka karena mereka menikah dan masih belum memiliki keturunan.
Hingga riana yang mengusulkan ide pada hendra agar ikut program bayi tabung agar mereka bisa memiliki keturunan sendiri untuk mewarisi harta yang ia peroleh dari sang kakak itu.
Hingga hadirlah ryan diantara keluarga mereka dan cukup membuat hendra dan riana sedikit mengacuhkan posisi anna.
Tapi anna sudah cukup dewasa dan sudah cukup mengerti serta mengalah jika ia tidak terlalu diperhatikan oleh orangtuanya bahkan anna ikut menyanyangi ryan adiknya itu.
Hingga sebuah bencana tak terduga hadir dikeluarga mereka, karena kurangnya pengalaman yang dimiliki hendra membuat ia goyah dalam mengatur perusahaan peninggalan kakaknya itu dan mengalami bangkrut total sampai ia harus menjadi salah satu bawahan diperusahaan zen agar kehidupan keluarganya tetap berjalan.
Namun sayangnya hendra kurang amanah dalam menjaga kepercayaan zen hingga ia ketauan korupsi diperusahaan zen dan nyaris dipenjara bertahun tahun.
Tapi anna menyelamatkanya...
Ya anna berkorban harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya.
Dan sekarang disaat anna sudah bahagia dengan zen, rio yang dulu mencampakan anna dan tak mau membantu kesulitan hendra datang untuk menawarakan kerja sama dengan hendra, tentu saja dengan anna sebagai imbalanya.
Sejujurnya hendra sudah cukup merasa bersalah atas perbuatanya dahulu tapi apalah daya.
Dia sangat mencintai istrinya dan tak mau kehilangan istrinya itu karena riana mengancam akan meninggalkanya jika ia kembali hidup susah.
Tentu saja hendra akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang dan bisa bersama sang istri meskipun ia harus mengorbankan anna sang keponakan, ya anna yang sudah banyak berkorban untuk hendra.
Biarlah hendra dikatakan jahat ataupun palah selama ia bisa menjaga keutuhan rumah tangganya dengan riana, hendra tak peduli itu.
....
__ADS_1
Bersambung.....