MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 4


__ADS_3

"Apa sebaiknya kita nikahkan aidan dengan wanita lain saja zen, untuk mengantikan posisi allea karena jika dibatalkan sudah tak ada waktu lagi" ucap anna.


"Lalu dengan siapa ???" tanya zen pada anna.


"Saya bersedia om" ucap suara wanita yang membuat anna dan zen terkejut.


"Aqilla, apa maksud kamu??" bentak roni ayah aqilla yang juga terkejut dengan ucapan aqilla.


"Jika dibatalkan akan membuat malu keluarga makanya saya bersedia mengantikan posisi kak allea jika memang diperbolehkan" ucap aqilla membuat roni sang ayah menggelengkan kepala tak percaya.


"Aqilla apa kamu yakin nak??" tanya anna tampak menggengam tangan aqilla.


"Aqilla yakin tante, selama ini tante dan om sudah baik sama qilla, bahkan mengangap qilla anak om dan tante membuat qilla juga merasakan kasih sayang seorang keluarga utuh" ucap qilla yang membuat roni cukup terkejut dan sadar jika selama ini aqilla kurang mendapatkan kasih sayang darinya.


"Biar tante ngomong sama aidan dulu" ucap anna yang kemudian mengajak aidan memasuki sebuah ruangan kecil dimasjid dan mengatakans sesuatu yang tak bisa didengar oleh orang lain.


Cukup lama hingga aidan keluar dengan anna, wajah aidan terlihat kecewa dan frustasi.


"Jadi gimana aidan ???" tanya zen pada putranya itu.


"Aidan nurut saja pah" ucap aidan nampak pasrah.


"Roni apa kau setuju jika aqilla menikah dengan roni putraku??" tanya zen meminta izin pada roni.


"Selama itu bisa membuat segalanya baik baik saja dan selama aidan bisa menyanyanggi aqilla sebagai istrinya , aku ikhlas tuan " ucap roni pada zen sambil memandangi putrinya yang terlihat mantap dengan keputusanya.


Selama ini roni cukup tau jika aqilla putrinya menyukai aidan diam diam, karena ia tak ingin putrinya terluka, roni sering menasehati putrinya akan sadar dengan posisi mereka tapi sekarang melihat putrinya yang rela berkorban demi nama baik keluarga zen, roni sangat menyakini jika aqilla memang lah sangat mencintai aidan.


Harapan Roni hanyalah semoga aidan bisa mencintai aqilla melebihi cintanya pada allea.


"Ya sudah jika begitu kita mulai ijab kabulnya" ucap zen nampak menepuk bahu putranya.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama, acara ijab kabul berjalan lancar dan khidmat.


Kini aidan dan aqilla sudah sah menjadi suami istri.


Aqilla tampak mencium tangan aidan dan aidan memasangkan cincin yang terasa longgar dijari manis aqilla, karena memang ukuran jari manis aqilla dan allea berbeda jauh.


Malam harinya pesta diadakan sangat mewah dan meriah, aqilla di rias layaknya princes cinderella, seumur umur tak pernah aqilla membayangkan bisa menikah dengan pria tampan serta kaya raya seperti aidan, yang membuatnya masih tak menyangka adalah aqilla bisa menikah dengan pria yang sudah lama ia cintai itu.


Banyak tamu yang berbisik bisik karena mempelai wanita yang berbeda .


Tapi pesta itu berjalan lancar sampai akhir.


Selesai pesta keduanya tampak memasuki kamar hotel yang sudah disiapkan untuk malam pertama mereka.


Aqilla segera membersihkan tubuhnya sedangkan aidan nampak sibuk dengan ponselnya.


Aqilla keluar dari kamar mandi dan melihat aidan nampak menelepon seseorang diluar dengan raut emosi.


Sedikit kecewa bagi aqilla karena aidan masih mengharapkan allea yang jelas jelas sudah meninggalkanya dihari pernikahan mereka.


Aidan masuk dengan raut wajahnya yang penuh emosi, aqilla hanya diam tak berani menatap apalagi bertanya.


"Tidurlah.... jangan menungguku... aku akan tidur dikursi" ucap aidan dingin dan langsung memasuki kamar mandi.


Aqilla cukup terkejut dengan ucapa aidan yang terdengar kasar dan dingin.


Aqilla pikir aidan akan mengucapkan terimakasih padanya karena sudah membantunya , dan juga aqilla pikir aidan akan berusaha mencintainya tapi nyatanya bukan perkataan tulus melainkan ucapan dingin yang keluar dari mulut aidan.


Waktu...


ya mungkin aidan butuh waktu untuk bisa menerima dan bisa mencintai aqilla.

__ADS_1


Aqilla harus bersabar dengan itu.


....


Aidan dikamar mandi terlihat sangat marah dan kecewa, berkali kali tangannya ia pukulkan ke dinding hingga membuat tanganya terluka.


Sakit dan kecewa itulah yang aidan rasakan.


Apa salahnya pada allea hingga allea bisa sejahat ini padanya.


Jika memang allea tak.mau menikah denganya mengapa allea menerima lamaranya??.


"Brengsekk'!!!" ucap aidan sambil terus meninju dinding dengan kepalan tanganya.


Cukup lama hingga ia teringat ucapanya sang mama tadi siang saat sebelum acara ijab kabul dimulai.


"Nak... mama tau kamu kecewa, mama tau kamu marah, tapi bukankah harusnya kamu bersyukur karena kamu kehilangan orang yang tak tulus mencintaimu... sejak awal mama tak pernah melarang kamu mencintai siapa saja asal kamu bahagia tetapi jika wanita yang kamu inginkan tak bisa mencintaimu bukankah lebih baik kamu melepaskanya ????" kata kata sang mama yang terus teringat dipikiran aidan.


Mungkin benar, allea tak menginginkanya, mungkin benar, allea tak mencintainya...


Hanya itu yang sekarang aidan pikirkan.


"Cobalah membuka hati untuk orang yang tulus mencintaimu nak, mungkin diawal memang sulit tapi kamu pasti akan bahagia diakhir, mama yakin kamu pasti bisa mencintai aaqilla" ucap sang mama sebelum mereka keluar dari ruangan dan melaksankan ijab kabul.


Aidan keluar dengan tangan penuh luka.


Dilihatnya aqilla sudah terlelap, mungkin ia kelelahan karena seharian ini mereka menerima tamu.


Siapa sangka gadis kecil yang selalu ia anggap adiknya bahkan sekarang menjadi istrinya.


Semoga kamu tidak menyesali keputusanmu karena menikah dengan ku qilla, batin aidan sebelum ia berbaring disofa yang cukup besar dan nyaman.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2