MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
31


__ADS_3

zen " panggil anna lagi.


"Hmmm"


"Aku merindukan keluargaku " ucap anna kemudian menunduk.


Deggggggg..... Jantung zen berdegup sedikit cepat dan terlihat wajah dinginnya ....


"Sebaiknya kau istirahat" ucap zen nampak dingin.


"Tapi zen..." ucap anna sambil memandang wajah zen.


"Tidak kah kau mengerti anna aku sangat lelah seharian ini mencarimu!" ucap zen datar.


"Baiklah , maafkan aku zen" ucap anna menunduk sedih.


"Istirahat lah , kau pasti lelah seharian, apa kau tidak kasihn pada anak kita hmm???" bujuk zen lembut.


"Iya sayang" ucap anna menurut kemudian memejamkan mata sambil memeluk zen.


Zen menghela nafas, kemudian ikut memejamkan mata karena seharian ia juga lelah mencari anna.


Pagi harinya anna terbangun lebih dulu dari zen, anna memadangi wajah zen, anna merasa ada yang tidak beres dengan zen dan keluarganya.


Sepertinya zen mengetahui dimana keberadaan keluarganya.


Lalu untuk apa zen menyembunyikan dari anna .


Apa sebenarnya yang tidak anna ketahui dari zen.


Anna merasa harus menyelidik i semua ini.


Saat anna tengah melamun memikirkan itu semua tiba tiba satu kecupan mendarat dibibir anna, membuat anna seketika tersentak.


"Morning baby" bisik zen.


Anna nampak tersenyum,


"Sepertinya kau masih mengantuk " ucap anna melihat zen menguap.


"Hmm, apa yang kau pikirkan pagi pagi anna??" tanya zen yang ternyata melihat anna melamun.


"Ahh tidak hanya terlalu bahagia masih bisa menikmati pagi bersama mu " ucap anna.


"Darimana kau belajar merayu suami mu ini" ucap zen kemudian menciumi leher anna membuat anna tertawa geli.


"Sudah zen, geli " ucap anna sambil tertawa.


"Hukuman karena berani merayu ku" ucap zen sambil terus mengelitiki leher anna dengan bibirnya.


"Ampun zen , ampun, geli sekali" ucap anna masih sambil tertawa.


"Baiklah, sepertinya aku harus libur hari ini" ucap zen.


"Benarkah???" ucap anna terlihat girang.


"Tentu saja , haruskah kita berlibur kepantai hari ini???" tanya zen .


"Iya zen ayo kita jalan jalan ke pantai bersama " ajak anna semangat.


"Baiklah baiklah, ayo kita jalan jalan kepantai , tapi ...." ucap zen terhenti.


"Tapi apa zen???" tanya anna heran.


"Bagaimana kalau satu ronde dulu biar tambah semangat jalan jalan nya " goda zen di telingga anna.

__ADS_1


"Mesummm" ucap anna sambil memukul dada zen.


Zen hanya tertawa kemudian mulai menciumi dan menikmati tubuh anna .


Selesai mandi bersama kini anna dan zen berjalan berdampingan menuju resto di hotel untuk sarapan.


"Zen sepertinya aku ingin makan bubur ketan" ucap anna.


"Dimana kita mencari bubur ketan, emm mungkin aku harus memghubungi pang panng biar dia yang mencarikan" ucap zen merogoh saku untum mengambil ponsel.


"No zen , aku ingin memakan langsung ditempat " ucap anna manja.


"Tapi anna, aku tidak tau dimana yang menjual bubur ketan" ucap zen sedikit frustasi.


"Ayo kita cari bersama zen, sambil jalan jalan" ucap anna semangat.


"Tidak sayang, aku tak ingin kau kelelahan" ucap zen khawatir.


"Tidak akan zen , justru dia akan senang karena keinginan nya bisa kita penuhi" ucap anma sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Baiklah baiklah, ayo kita cari " ucap zen akhirnya pasrah menuruti keinginan istrinya.


Zen dan anna keluar hotel dan berjalan cukup jauh, anna tampak bersemangat  sekali , sedangakan zen muka datar dan tanpa semangat.


Zen biasanya kemana mana selalu menggunakam mobil, tapi kali ini ia berjalan kaki sejauh ini, tapi apapun demi istri dan calon anak yang kandung anna , zen akan melakukan apapun, padahal biasa nya zen tinggal memerintah sudah disiapkan.


Anna memang banyak merubah hidup zen.


Sampailah mereka pada penjual bubur pinggir jalan.


"Apa kamu yakin????" tanya zen , heran dengan anna padahal ia bisa saja membelikan restoran untuk anna tapi mengapa anna memilih makan makanan dipinggir jalan.


"Iya."ucap anna kemudian berlari memghampiri ibuk ibuk penjual bubur.


"Buk, bubur ketan satu porsi dimakan disini" ucap anna pada penjual bubur.


"Kamu mau juga???" tanya anna.


"Enggak!!!" jawab zen dingin.


"Yakin ???? Enak lhhooo" goda anna.


Zen hanya mengangguk dengan muka datarnya.


Sampai pesanan anna datang membuat mata anna berbinar melihat satu piring bubur dengan ketan tak lupa toping kelapa dan saus gula merah.


Anna langsung melahap bubur ketan nya, zen yang melihat anna makan dengan lahap hanya tersenyum.


"Apa kamu sudah tidak mual lagi????' tanya zen.


"Tidak, jika makan sesuai sama keinginan dedek , perutku rasanya tidak mual" ucap anna sambil menyendokan bubur dimulutnya.


"Baguslah , tapi besok jika ingin sesuatu kabari aku, pang pang atau roni, jangan seperti kemarin" ucap zen tegas.


"Baiklah, maafkan aku" ucap anna sedikit menyesal.


Zen hanya tersenyum sambil mengelus kepala istrinya.


"Yakin enggak mau, cobain deh dikit , enak lhoo" tawar anna .


"Enggak" ucap zen.


"Cobain dikitlah " ucap anna sambil memajukan sendok ke arah bibir zen.


Karena tak ingin menolak anna , akhirnya zen mau memakan satu suapan dari anna.

__ADS_1


"Gimana???" tanya anna penasaran.


"Kok enak banget ya??" jawab zen kemudian meminta lagi satu suapan membuat anna terkekeh.


"Dibilangin ngeyel ssih" ucap anna sambil terkekeh.


Zen akhirnya memesan bubur dan menghabiskan satu porsi sedangkan anna habis dua porsi.


Setelah sarapan zen dan anna dijemput pang pang dan mereka melajukan mobilnya dipantai.


Sesampainya dipantai anna berlarian kesana kemari bermain air dan pasir, membuat zen terkekeh melihat tingkah kekanakan istrinya.


Anna jail kemudian mencipratkan air pada zen , membuat zen tersentak dan ditertawakan anna.


Zen yang kaget dengan kejailan istrinya akhirnya mengejar istrinya karena gemas dengan tingkah istrinya.


Keduanya kini menikmati pantai dengan bermain main dan jail satu sama lain.


Dari jauh pang pang memandang tuan nya cukup lega.


Melihat tuanya bisa tertawa lepas dan bahagia.


"Semoga setelah ini apapun masalah yang datang, mereka tetap bersama" gumam pang pang sedikit khawatir dengan masa depan.


Setelah seharian berjalan jalan, menikmati beberapa kuliner , kini tiba saat mereka harus pulang dan kembali beraktifitas lagi.


Anna dan zen sedang berada didalam mobil yang dilajukan oleh pang pang.


Nampak anna menyandar dibahu zen dan ketiduran, zen hanya mengelus elus kepala istrinya itu.


Hari ini zen sangat bahagia melihat anna terlihat semangat dan bahagia.


Pang pang hanya tersenyum setiap melirik tuan nya dari kaca spion terlihat tuannya tersenyum bahagia sambil mengelus rambut sang istri.


         🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰


Dini hari Kai berjalan memasuki kamar tania, dilihatnya tania sudah terlelap.


Kai mendekat dan duduk disamping tania yang sedang tertidur.


Di belainya rambut tania kemudian dilihat wajah cantik tania.


Sejujurnya kai sangat menganggumi wajah tania, dia juga sangatlah mencintai tania.


Dia hanya kecewa menerima kenyataan tania bukanlah wanita baik baik.


Bahkan kai sendiri juga tau jika tania masih sering menghubungi mantan kekasihnya zen.


Itulah yang membuat kai sakit kemudian menyakiti tania.


Setelah cukup puas memandang tania , kai menyelimuti tania kemudian berjalan keluar kamar tania.


Sudah menjadi rutinitas kai setiap kali ia memasuki kamar tania saat tania terlelap dan memandangi wajah tania.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bersambung....


haloo readerssss.... baru up nihh ... maapkeun yahhh soalnya semalem ngantukk banget...


hari ini baru bikin anna sama zen bahagia dulu sebelum konflik dan sebelum rahasia2 terbongkar....


tetep stay trus sama cerita aku yaaa...


ohh iyaaa jangan pelit like vote dan komen nya yaaa..

__ADS_1


thankyouuuu readersssss


__ADS_2