MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
36


__ADS_3

Anna  berjalan pelan menuju kamarnya.


Wajahnya terlihat pucat dan jantungnya berdegup kencang.


Ceklek..... Anna membuka pintu kamar pelan pelan dan betapa terkejutnya dia melihat zen sudah menunggunya diranjang sambil bersedekap....


"Apakah sudah puas bersenang senangnya baby...."ucap zen tampak senyum menyerigai membuat anna semakit pucat dan ketakutan.


"Zen ... aku .. Akuu " ucap anna terlihat takut.


"Kenapa baby hmmm" ucap zen berjalan mendekati anna.


"Akkk akuu tadi" ucapan anna terputus karena zen melihatnya dengan pandangan yang tak biasa , membuat anna sedikit takut.


"Kamu kenapa hmm???" tanya zen.


"Aku pikir kamu pulang malam lagi, jadi tadi aku berniat .." ucapan anna terputus dengan ucapan zen yang membuat anna semakin takut, takut zen salah paham.


"Berniat mengajak mantan kekasihmu memeriksakan calon anak kita hmm" ucap zen dengan padangan tidak suka.


"Tidak zen bukan seperti itu" ucap anna mulai panik .


"Lalu???" tanya zen .


"Aku tadi ingin naik taksi tapi rio menawariku untuk mengantarnya. aku bersumpah aku sudah menolak nya tapi dia memaksa zen" ucap anna berbata bata terlihat seperti akan menangis.


"Jadi kau tidak bisa menolaknya atau kau memang ingin diantar olehnya??" tanya zen lagi.


"Tidak seperti itu zen, aku bersumpah aku sudah menolaknya tapi dia memaksa" ucap anna sudah mulai terisak.


Zen menghela nafas lelah,


"Aku hari ini menolak bertemu dua klienku hanya untuk mengantarmu , karena aku ingin menjadi suami yang baik untukmu, tapi begitu melihatmu tersenyum dengan laki laki lain sunggup sangat menyakiti hati ku anna" ucap zen jujur.


"Maafkan aku zen, aku memamg salah, maafkan aku" ucap anna masih terisak .


"Sudahlah, aku hanya kecewa... Aku harap kamu mengerti , istirahatlah" ucap zen kemudian meninggalkan anna sendirian.


"Kamu mau kemana zen???" tanya anna tapi zen tak mengubrisnya malah semakin meninggalkannya.


Anna kembali terisak semakin dalam, sungguh ia tak bermaksud menyakiti perasaan zen.


Sedangkan zen pergi meninggalkan mansion, dia ingin mencari hiburan agar melupakan kesal yang dirasakanya.


Sejujurnya zen tak tega melihat istrinya menangis, tapi mau bagaimana lagi, dia juga kesal melihat istrinya pergi dengan pria lain.


"mau kemana kita tuan???" tanya pang pang yang melihat tuanya melamun sedari tadi.


"Club" ucap zen singkat membuat pang pang terkejut karena sejak menikah dengan anna , zen sudah tidak pernah lagi datang kesana.


"Apa tuan yakin??" tanya pang pangg sedikit takut.


"Hmmm , aku hanya ingin minum" ucap zen memberi penjelasan.


"Baiklah tuan" ucap pang pang.

__ADS_1


Sesampainya di club, zen duduk di salah satu bar, dia meneguk beberapa gelas vodka untuk menghilangkan rasa kecewa yang terus saja menganggu pikiran nya, dan tak sengaja zen melihat seorang pria yang tak asing baginya , yang membuatnya kesal karena masih menganggu miliknya, siapa lagi kalau bukan rio.


Duduk diantara para wanita bayaran yang teramat seksi.


Sesekali rio tampak mencium bibir wanita penghibur itu, sesekali meremas dada wanita dengan penuh nafsu.


Tanpa basa basi zen menghampiri rio didampingi pang pang dibelakangnya.


Zen tampak duduk didepan rio yang membuat rio sedikit terkejut tapi ia kembali mencoba bersikap biasa.


"Wah wahhh, siapa yang datang kali ini" ucap rio sedikit terbahak.


"Sepertinya saya tak salah tempat karena duduk bersama seseorang yang sudah mengenal saya" ucap zen dengan bahasa sedikit formal membuat rio kembali terbahak.


"Jadi apa yang anda inginkan tuan zen yang terhormat ???" tanya rio tersenyum sinis.


"Tentu saja untuk menginggatkan anda , jangan medekati milik saya atau berani mengusik milik saya , saya pikir anda mempunyai rasa malu untuk tidak merebut milik seseorang apalagi berpikir untuk memilikinya" ucap zen memyindir tegas.


Rio hanya terbahak mendengar ucapan zen.


"Apa saya tak salah dengar hmmm, sepertinya anda berkaca pada diri anda sendiri, masih mengusik milik orang lain!!!!" ucap rio dengan nada mengejek.


Tampak zen menggepalkan tanganya tapi dia tahan karena pang pang mencoba mengkode nya agar tak menimbulkan keributan.


"Saya tidak mengusik, bahkan dia datang pada saya secara cuma cuma , dia lebih baik dari apa yang saya punya saat ini, jadi jangan menyamakan anna dengan wanita murahan seperti tania , karena itu jelas sangat berbeda." ucap zen .


"Menyesal huh, membuang berlian hanya untuk sampah sampah seperti mereka !" ucap zen dengan nada menghina kemudian dia berdiri dan meninggalkan rio yang nampak marah dengan ucapan zen.


"Jangan terlalu bangga , jika anna tau segala nya , kamu yang akan menyesal karena akan kehilangan nya!!" batin rio tersenyum sinis.


Bahkan rio sendiri juga tau bagaimana sang kakak memperlakukan istrinya, menjual istrinya pada pria hidung belang.


Zen memasuki mobilnya , kemudian pang pang melajukan mobilnya pergi dari club itu.


"Sekarang tuan sudah berubah, sudah bisa mengontrol emosi" ucap pang pang .


"Hmmm" jawaban singkat zen untuk pang pang.


"Jadi kita mau kemana lagi tuan???" tanya pang pang lagi.


"Kantor " ucao zen yang membuat pang pang terkejut .


"Ya ke kantor , mungkin aku akan disana untuk menghukum anna , " ucap zen tegas.


"Jadi kali ini hukumanya berbeda dari biasanya??" sindir pang pang.


Zen hanya tertawa mendengar ucapan pang pang.


 


\*


 


Anna mondar mandir sedari tadi , sambil sesekali melihat arah jendela , berharap mobil zen memasuki pekarangan mansion .

__ADS_1


Tapi nihil sejak sore zen meninggalkan nya dan sampai sekarang hampir tengah malam zen belum kembali, antara cemas dan takut yang anna rasakan kali ini.


Sungguh anna sangat menyesal menyakiti hati zen, dia merasa lebih baik diberikan hukuman hujaman milik zen berkali kali walaupun melelahkan dari pada harus merasakan khawatir yang luar biasa karena zen tak kunjung pulang.


Ponsel zen juga dimatikan, dia sama sekali tak bisa menghubungi ponsel zen dan juga pang pang yang pergi bersama zen.


Setelah lelah menunggu , rasa kantuk mulai menyerang anna.


Segera anna berbaring, berharap zen pulang dan tidur disampingnya memeluknya.


Anna berjanji mulai besok ia akan menjauhi rio.


Persetan dengan pertemanan , ia lebih memilih tak berteman dengan rio dari pada harus memberikan luka kecewa pada suaminya yang sudah mulai anna cintai.


Cukup lama bergelut dengan pikiranya tak terasa anna memejamkan mata setelah dini hari.


 


\*


 


Dengan kantuk yang masih menyerang dan rasa malas , pang pang bangkit dan beranjak menyusul tuannya yang sedari tadi menghubunginya untuk minta dijemput.


Sedikit kesal, bagaimana tidak , pang pang sedang menikmati waktu istirahatnya harus terganggu demi permintaan tuan nya itu.


Sampai didepan kantor ternyata zen sudah menunggu didepan, sedikit bersyukur karena pang pang tak harus menjemputnya naik ke atas.


"Antarkan aku pulang!!" ucap zen ssaat memasuki mobilnya.


"Baiklah tuan, " ucap pang pang.


"Tuan tak bisa tidur karena tak ada nona anna ya??" ucap pang mengoda zen .


"Tidak juga , hanya ingin pulang saja" ucap zen tak mau mengakui.


Pang pang hanya terkekeh melihat sikap kekanakan tuanya itu.


Niat menghindari sang istri malah dia sendiri yang tak bisa tidur karena tak ada anna disampingnya.


Sepertinya kali ini zen sudah dikalahkan oleh perasaan nya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃.


.


Bersambung....


setiap kali update hanya sekitar 1000 kata ...


maafkam author yang update nya dikit dikit.


jangan lupa like vote dan komen nya guys...


thankyouu....

__ADS_1


__ADS_2