MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
38


__ADS_3

Anna segera berlari meninggalkan ruangan zen, ia sungguh tak sanggup melihat pemandangan itu lebih lama.


Anna berlari tak mengubris zen yang memanggilnya dan  ternyata zen mengejarnya.


sesampainya didepan , anna langsung menghentikan sebuah taksi dan memasuki taksi yang beruntung saja tak ada penumpangnya.


"Arghhhhhhh" erang zen frustasi karena tak bisa mengejar anna, taksi itu melaju dengan cepat.


Tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan nya .


"Tuan" panggil pang pang yang juga mengejar mereka berdua dan berada didalam mobil.


Tanpa basa basi lagi , zen segera menaiki mobil itu.


"Kejar taksi itu dan jangan sampai tertinggal" ucap zen.


"Baik tuan"


Pang pang segera melajukan mobilnya dengan cepat.


Benar saja taksi itu terlihat oleh pang pang .


Sementara itu diruangan zen masih terdapat tania yang tampak tersenyum kemenangan, karena berhasil menciptakan kesalahpahamaan antara zen dan anna.


Flashback on....


Tania tengah melamun duduk dikursi taman belakang mansion, sampai sebuah tangan menyentuh pundaknya mengagetkan tania.


"Hallo kakak ipar" sapa rio tampak tersenyum licik.


Tania masih tak mengubris , hanya memandang sebentar kemudian mengalihkan padangan ke lain arah.


"Yakin nih mau nyuekin gue, padahal gue ada penawaran bagus" ucap rio pada tania.


Tania tampak mengerutkan keningnya binggung.


"Seriusan kakak ipar" ucap rio meyakinkan tania.


"Penawaran apa ???" tanya tania sedikit malas.


Tania dan rio memang tak terlalu dekat, bahkan hanya mengenal karena tania menjadi kakak ipar rio, meski begitu rio cukup tau bagaimana kai kakaknya memperlakukan tania.


"Jadi gini, gue tau elo nggak betah banget kan bareng sama kakak gue " ucap rio tampak menjeda ucapan nya.


"Kalau elo mau , gue bisa bebasin elo dari kakak gue , cuma ya ada syaratnya" ucap rio yang seketika menumbuhkan rasa semangat tania.


"Syaratnya apa???" tanya tania tampak semangat.


"Gue pengen elo ngerusak hubungan anna sama zen, tau kan zen mantan elo itu, gue mau mereka pisah" jelas rio tampak tersenyum licik.


Tania tampak diam memikirkan nya,sepertinya memang menguntungkan untuk nya , dia hanya merusak hubungan zen dan istrinya , ia bisa bebas dan mungkin bisa kembali ke pelukan zen batin tania memikirkan itu.


"Gimana , mau nggak,???? Gue nawarin cuma sekali "ucap rio.


"Oke , tapi janji ya bakalan bebasin gue dari kakak elo yang nggak waras itu" ucap tania yang seketika membuat rio terkekeh.


Bagaimana tidak terkekeh , kai sang kakak yang super perfect dikatain enggak waras oleh istrinya sendiri.


Tapi jika dilihat dari kelakuan kai memanglah bukan suami yang waras.


"Iya , gue bisa jamin itu ,selama elo berhasil bikin mereka pisah, gue juga bakalam bikin elo pisah dari kai" ucap rio tanpa ragu.

__ADS_1


Tampak tania mengangguk dengan wajah senang nya.


"Lagi ngomongin apa kalian???" tanya sebuah suara. yang tak lain adalah kai.


"emang nggak boleh ngbrol bareng kakak ipar??" tanya rio sedikit terkekeh.


Kai hanya tersenyum sinis  kearah mereka sebelum meninggalkan mereka.


"Pokoknya ntar gue kabarin kapan elo harus ngodain zen" jelas rio melanjutkan.


Tania hanya mengangguk senang.


Akhirnya jalan kebebasan nya sudah didepan mata.


                       *****


Tania tampak mengoleskan make up ke wajahnya, tak lupa lipstik ia oleskan di bibirnya.


Tiba tiba dia dikejutkan oleh satu pesan dari nomor rio, ya rio adik iparnya yang akan membebaskan nya.


Dengan segera tania membuka pesan dari  rio itu.


Rio


Setengah jam elo harus dikantor zen, ini anna mau nyamperin kesana.


Begitulah isi pesan dari rio, dengan senyum mengembang tania secepat mungkin menyelesaikan make upnya.


Setelah dirasa cukup dengan dress diatas lutut nampak membuatnya terlihat seksi.


Segera ia pergi menuju kantor zen.


Tepat saat tania datang dan nampak asisten zen pang pang terlihat pergi dari tempatnya.


Karena tania tau sedari awal memang pang pang lah yang tidak menyukai diri nya.


Ceklekk....


Pintu ruangan zen terbuka, tampak zen sedikit terkejut dengan kedatangan tania , ia yang yang tadi fokus dengan layar laptopnya kini tampak malas melihat kedatangan tania.


"Zennn" panggil tania manja.


"Ngapain kamu kesini???" tanya zen tampak mengerutkan alisnya bingung.


"Zen emang kamu nggak kangen sama aku" tanya tania manja kemudian mendekati zen dan duduk dipangkuan zen.


"Tania turun , jangan seperti ini,!!!" ucap zen terlihat sangat kesal dengan tingkah tania yang seenakanya menduduki pahanya.


"Kangen" ucap tania manja malah semakkin memeluk zen.


zen menghela nafas kasar,


"Turun!!! Atau kulempar kau" gertak zen.


Tania tampak mengerucutkan bibirnya.


"Tania turun atau..." belum sempat zen melanjutkan ucapanya , seseorang membuka pintu ruangan nya dan tampak berdiri didepan pintu dan terlihat shock melihat zen , siapa lagi kalau bukan anna.


Ya itu anna , istri zen .


Istri yang sangat zen cintai, istri yang tengah mengandung anak zen.

__ADS_1


Istri yang akan memberikan keturunan zen.


Melihat anna yang berlari meninggalkan ruangan zen, dengan segera zen melempar tania yang masih saja duduk dipaha nya, tak pedulli dengan ringisan tania , ia segera mengejar anna.


Pang pang yang melihat tuan nya berlari ssedikit binggung hingga akhirnya ia memutuskan mengejarnya mengunakan mobil, dan benar saja kini dirinya berguna karena tuanya langsung naik ke mobil dan mengejar sebuah taksi yang terdapat anna didalam nya.


Flashback off....


Tania segera membuka ponselnya dan mengirimkan pesan pada rio .


Rio


Satu misi sukses.


Itulah pesan yang ia kirimkan untuk rio.


Dan nampak tersenyum jahat.


Satu langkah lagi dan mungkin berhasil , ia akan segera bebas batin tania tampak girang.


                       ****


Pang pang masih mengikuti taksi yang ditumpangi anna.


Zen sedikit lega , setidaknya ia bisa tau kemana  sang istri akan pergi .


Tapi sayang sekali saat taksi yang ditumpangi anna bisa melewati lampu hijau dan mobil yang dilajukan  pang pang malah terkena lampu merah hingga membuatnya tertinggal.


Zen yang mengetahui itu nampak menjadi cemas.


"Shitttt" ucap zen kesal.


Segera ia mengambil ponsel disaku dan memanggil roni.


"Anna pergi lagi, tapi mungkin ia masih berada didalam kota , karena menggunakan taksi dan tidak menuju arah bandara, bagaimana pun caranya cari dia sampai ketemu lagi" jelas zen tegas.


"Baik tuan" ucap roni ditelepon.


Lampu sudah hijau dan mobil pang pang sudah melaju tapi sayang sekali pang pang tertinggal jauh dan tak bisa mengejar taksi anna.


"Maaf tuan" ucap pang pang tampak menyesal.


"Lanjutkan tanpa berhenti sampai kita menemukan anna"ucap zen dengan nada marah.


"Baik tuan" jawab pang pang.


"Kenapa kamu harus pergi tanpa mendengar penjelasan dari ku anna " ucap zen lirih.


"Kemana kamu??? Aku benar benar mencemaskan mu dan anak kita" ucap zen lirih sambil memandangi jalanan lewat kaca mobil.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Bersambung.....


hay hay ... malem semuanya....


buat yang nungguin nihh...


kalau hari kerja emang update cuma satu eps tapi kalau libur diusahain bisa up 2 eps...


jadi harap sabar dan terus berikan komen kalian biar akunya semangat.

__ADS_1


jangan lupa juga like n vote...


thankyou readrerss.....


__ADS_2