
Entah apa yang harus dirasakan zen kali ini, jujur ia sangat bahagia mendengar istri yang sangat ia cintai sedang mengandung anaknya , tapi dia juga sebenarnya takut, tapi entah apa yang membuat zenย takut.
Jaga istrimu, berhentilah membuat masalah karena kandungan istrimu sangat lemah, jangan membuatnya mempunyai banyak pikiran , itu sangat beresiko untuk ibu dan bayinya, ucap sandy.
Dan ucapan sandy sukses membuatnya sedikit frustasi memikirnya.
Dengan sedikit ragu zen memasuki kamar setelah cukup lama berbicara dengan sandy.
Dilihatnya sang istri terbaring dan matanya pun sudah terpejam.
Zen mendekati istrinya kemudian duduk disamping istrinya.
Tanpa ragu zen mencium kening istrinya dan mengelus perut anna.
"Sehat trus sayang jangan nakal diperut mama ya" ucap zen sambil terus mengusapi perut anna yang sudah tertidur karena memang cukup lama zen dan sandy tadi mengobrol diluar.
Zen kemudian berbaring disamping istrinya dan tidur memeluk istrinya.
Pagi harinya zen terbangun dan didapati sang istri masih terlelap , akhirnya ia bergegas mandi dan bersiap siap tanpa membangunkan istrinya , karena ia mendapati ponselnya yang berisi pesan dari pang pang bahwa akan ada meeting pagi yang penting hari ini.
Zen menuruni tangga dan sudah berpakaian rapi , dilihatnya lisa seperti sedang menunggunya di bawah .
"Pagi tuan" sapa lisa dan nampak disamping lisa ada wanita yang batu pertama kali zen lihat.
"Pagi, bagaimana liburan mu????" tanya zen tampak lisa hanya tersipu malu.
"Apakah tuan masih membutuhkan seseorang yang akan merawat bunga ditaman belakang???" tanya lisa.
"Tentu saja , apakah dia orang nya???" tanya zen sambil menunjuk alenna.
"Iya tuan , dia kakak saya dikampung" ucap lisa.
"Nama saya alenna tuan " ucap alenna memperkenalkan diri.
"Baiklah, bilang pada susi untuk menjelaskan aturan2 yang ada dirumah ini dan juga apa saja yang harus ia kerjakan " ucap zen kemudian melenggang pergi tanpa menunggu jawaban dari lisa.
Tampan sekali dia, kaya raya pula, sepertinya aku akan bahagia jika menikah dengan nya batin alenna sbil terus memandangi zen.
"Tuan tidak sarapan dulu???" tanya susi saat zen melewatinya.
"Sepertinya tidak , ohh iya jangan lupa nanti bawakan sarapan untuk anna dikamarnya , jangan membiarkan dia turun hanya untuk sarapan , mengerti!!!" ucap zen jelas.
"Baik tuan" ucap susi sedikit cemberut.
Anna terbangun dan sudah tak ada zen disisinya, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 8, sepertinya anna kesiangan.
Tapi mengapa zen tak membangunkan nya , sedikit membuat anna sedih karena sepertinya zen mulai menjauhinya.
Apa karena anna hamil, apa karena zen tak menginginkan anak darinya , pikiran itu terus saja berputar dikepala anna.
__ADS_1
Sungguh menyedihkan sekali hidup anna, dia pikir zen sudah mulai menerima nya , dia pikir zen sudah mulai mencintainya , tapi melihat anna hamil saja malah membuat zen menjauhinya.
ย
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
ย
"Mulai sekarang kau akan bekerja ditaman ini, dan merawat taman ini, siram bunga bunga ditaman ini dan pastikan tidak ada tanaman yang rusak karena itu akan membuat tuan zen marah" jelas susi pada alenna.
"Ya" jawaban itu yang alenna ucapkan sedari tadi saat mendapatkan penjelasan dari susi bahkan terkadang alenna memutar bola matanya jenggah karena bosan mendapatkan perintah perintah dari susi yang juga hanya pembantu di mansion itu.
"Apa kau mengerti???" ucap susi.
"Tentu saja" ucap alenna datar.
"Baiklah , mulailah bekerja sekarang " perintah susi kemudian meninggalkan alenna.
Belaggu banget sih jadi orang, sama sama pembantu juga gerutu Alenna.
Alenna kemudian mulai mengerjakan apa yang sudah dijelaskan susi , sejujurnya alenna malas sekali melakukan pekerjaan ini tapi demi keinginanya agar bisa terwujud , ia harus rela kuku kuku cantiknya harus rusak karena merawat tanaman.
ย
๐๐๐๐๐๐
ย
Zen ingat dia belum berbicara dengan anna sejak semalam, zen kemudian mengambil ponselnya dan hendak menelepon anna, belum sempat ia menelepon anna , pintu ruangan nya sudah dibuka wanita cantik dan seksi yang tak lain adalah tania.
Zen menggurungkan niatnya untuk menghubungi anna.
"Apa kau sudah sembuh???" tanya zen pada wanita yang kini sudah duduk dipangkuan nya itu.
"tentu saja setelah kau meninggalkan ku" ucap tania cemberut.
"Maafkan aku, tapi bisakah kita duduk disofa saja , sepertinya kaki ku mulai lelah menopang tubuhmu yang semakin gendut ini" goda zen yang seketika membuat tania bertambah cemberut.
Tania tak menggubris ucapan zen malah semakin menjatuhkan tubuhnya dan memeluk zen erat.
Zen hanya bisa menghela nafas lelah, sejujurnya zen mulai tak nyaman dekat dengan tania.
"Ayolah , aku lelah " keluh zen lagi.
"Apakah kau tak merindukan ku hmmm???'' tanya tania .
"Apakah kau melupakan status kita, kita sudah sama sama menikah tania, ayolah kita berusaha mencintai pasangan kita " ucap zen.
"Apakah kau sudah mulai mencintainya???" tanya tania.
__ADS_1
"Jangan dijawab " ucap tania lagi membuat zen tampak menghela nafas lagi.
"Karena aku tau jawaban mu akan menyakitiku" ucap tania lirih.
"Ayo kita bermain , aku merindukan mu " bisik tania sambil membuka kancing atas kemeja zen.
"Aku lelah tania , jangan memaksaku" ucap zen menghentikan tangan tania yang berusaha melepaskan kancing bajunya.
"Aku menginginkan mu zen , sangat" bisik tania lagi.
Zen hanya diam tak merespon ucapan tania.
Hingga dering telepon menggagetkan keduanya.
"Ok baiklah " ucap zen dalam telepon.
"Maafkan aku tania , sepertinya aku harus menemui klien ku, pulanglah jangan menungguku" ucap zen, tania tampak berdiri dengan wajah cemberutnya.
"Aku akan menunggu mu disini" ucap tania dengan nada kesal.
" terserah kau saja " ucap zen dingin kemudian keluar meninggalkan tania diruangan nya sendiri.
Tania tampak kesal dengan perlakuan zen.
Semua karena wanita itu!!! Sepertinya aku harus memberinya pelajaran batin tania kemudian tersenyum menyerigai.
ย
๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ๐ฑ
ย
Selesai membersihkan diri ,sarapan anna sudah tersedia dimeja, nasi goreng telur ceplok, roti bakar coklat dan segelas susu.
Dengan semangat anna menghampiri makanan itu dan menyuapkan satu sedok nasi goreng kemulutnya, satu sendok tak ada respon apapun akhirnya anna menghabiskan satu piring nasi goreng, setelah habis entah mengapa anna merasa ingin mual dan ia berlari kekamar mandi memuntahkan yang baru saja ia makan.
"Sayang , kamu ingin makan apa??? Jangan seperti ini, jangan membuat mama sedih karena terus memuntahkan makanan" ucap anna sambil mengelus perutnya.
Anna berjalan lemas menuju ranjang nya , diraihnya ponsel yang ada dimeja , tak ada satupun notif dari zen suaminya , padahal saat saat seperti ini yang anna butuhkan perhatian dari zen , tapi mengapa zen malah menjauhinya .
Tak terasa satu bulir air mata jatuh dipipinya.
Ia merasa sangat sedih dengan kenyataan hidupnya.
Keluarga yang meninggalkan nya tanpa kabar , sekarang zen yang mulai berubah.
Entah dia harus apa.....
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
__ADS_1
Bersambung.....
jangan lupa like vote dan komentnya ... makasih semua....