
Alenna berjalan lesu menuju ruangan zen, bukan karena alenna takut menghadap zen tapi ia masih merasa patah hati karena diputuskan oleh rio.
Ya , padahal alenna sudah berharap banyak pada rio.
Rio yang kaya raya dan bisa menuruti segala keinginannya , Rio yang akan menjadikannya seorang nyonya dan bisa terbebas dari kemiskinan yang ia derita selama ini.
Kini impianya hancur sudah , karena rio memilih pergi meninggalkanya.
Ya mau bagaimana lagi jika memang itu sudah menjadi keinginan rio, ia bisa apa.
Sekarang alenna hanya berharap bisa menemukan pria kaya lagi seperti rio yang bisa membuat dirinya menjadi nyonya nantinya.
Ceklekk....
Alenna membuka pintu ruangan zen dan terlihat disana zen sudah menunggu dengan tangan bersedekap dam menatapnya tajam.
Alenna nampak takut dan berjalan menunduk mendekat ke arah zen.
"Tuan memanggil saya??" tanya alenna pada zen.
"Ya , saya tidak mau berbasa basi dengan penghianat seperti kamu!!! lebih baik jelaskan apa motif kamu melakukan semua ini??" tanya zen sedikit emosi.
"Maksud tuan???' tanya alenna sudah terlihat pucat.
"Lebih baik kamu segera jujur dan minta maaf sebelum aku yang membongkar dan tak ada kesempatan buat mu untuk meminta maaf!!!" ucap zen sedikit keras.
"Maaf tuan maafkan saya, saya hanya dimintai tolong oleh mantan pacar saya" ucap alenna mengakui .
"Mantan pacar????" tanya zen binggung.
"Namanya rio tuan, dia meminta tolong pada saya untuk memberikan kopi yang sudah saya campur dengan obat tidur untuk satpam agar om nya bisa masuk kemansion karena om nya itu adalah ayah non anna tuan, katanya ayah non anna nggak bisa memasuki mansion ini jadi saya membantunya tuan" ucap alenna menangis karena ketakutan.
"Wahhh jadi rio bahkan menyamar sebagai kekasihmu??" ucap zen terkekeh membuat alenna terkejut dengan maksud zen.
"Dia bahkan melamar saya tuan, tapi tadi dia meminta putus " ucap alenna terisak.
"Tentu saja karena dia memang tak berniat serius denganmu" ucap zen acuh.
"Maksud tuan???" tanya alenna semakin binggung.
"Dia mendekatimu karena memang dia membutuhkan bantuanmu, jadi tentu saja kamu sekarang dicampakan karena dia sudah tak membutuhkan kamu lagi!!" ucap zen lagi membuat alenna semakin terkejut.
"Tidak mungkin tuan, dia terlihat baik dengan saya" ucap alenna tak percaya.
"Jangan bodoh hanya karena cinta alenna, dan sekarang bahkan kamu ditinggalkan padahal dia melamarmu!!" ucap zen.
"Maafkan saya tuan, maafkan kesalahan saya" ucap alenna terisak.
"Saya menyukai kejujuranmu alenna, tapi maaf saya tidak pernah memberi kesempatan pada seseorang yang sudah melakukan kesalahan"ucap zen tegas.
__ADS_1
"Jadi maksud tuan saya dipecat??" tanya alenna.
"Ya , karena saya sedang berbaik hati makanya saya hanya akan memecat kamu, biasanya saya bisa lebih kejam dari ini" ucap zen lagi.
"Maafkan saya tuan, maafkan saya ... tolong jangan memecat saya" ucap alenna bersimpuh didepan meja zen sambil menangis.
"Lebih baik kamu segera pergi dari sini sebelum saya berubah pikiran bisa melakukan hal yang lebih kejam dari ini!!" ucap zen acuh.
"Tuan ... saya mohon berikan saya kesempatan, saya berjanji tak akan mengulangi kesalahan lagi" ucap alenna tampak memohon pada zen.
"Sudah cukup alenna!!! lebih baik kamu segera pergi selagi aku masih baik dengan mu!!" ucap zen membentak kasar alenna.
Akhirnya alenna menyerah dan berjalan keluar ruangan zen.
Hari ini alenna benar benar sial sekali , diputus oleh rio dan juga dipecat dari pekerjaanya.
Semua karena rio, kalau saja ia tak menuruti keinginan rio, mungkinn semuanya tak seperti ini.
Dia tak mungkin dipecat oleh tuan zen, ya semua karena ia terlalu percaya dengan rio, alenna pikir rio mencintainya karena melamarnya tapi ini semua hanyalah tipuan belaka.
Alenna berjalan lemas menuju kamarnya untuk mengemasi barang barang nya.
Saat membuka pintu kamar, alenna melihat lisa dengan wajah khawatirnya menunggunya duduk diranjang.
"Kak..." ucap lisa saat melihat alenna memasuki kamar.
Lisa memeluk alennna.
"Sudahlah kak, mau bagaimana lagi, kakak juga bersalah, lalu apa rencana kakak??" tanya lisa.
"Aku masih belum tau lisa, mungkin sementara waktu lebih baik aku pulang kampung dan menenangkan pikiran terlebih dahulu" ucap alenna tampak membuka kopernya.
"Dari awal kan lisa udah ngasih tau kakak buat jangan terlalu percaya sama pria yang baru saja kakak kenal, kakak sih batu!!!" ungkap lisa jengkel.
"Sudahlah lisa, percuma juga menyesal tak ada gunanya" ucap alenna tampak mengusap air matanya.
"Dan juga kakak sudah ikhlas kalau kamu mau menikah dulu dan mendahului kakak" ucap alenna tersenyum.
"Kakak..." lisa menghambur kepelukan kakaknya lagi.
"Maafkan aku lisa , jika selama ini aku sudah sering jahat dengan mu" ucap alenna menyesal.
"Tak perlu meminta maaf kak, aku sayang kakak" ucap lisa .
Keduanya tersenyum bersama , kemudian lisa membantu alenna mengemasi barang barang alenna.
"Nanti biar aku sama roni yang nganterin kakak sampai terminal ya, kalau jam segini mungkin sudah tak ada kereta api" ucap lisa.
"Hmm ya baiklah, apa tidak apa apa jika kamu mengantarku??" tanya alenna takut jika lisa kena imbas dari perbuatannya.
__ADS_1
"Tidak masalah kak, tadi kak roni juga sudah bilang ingin mengajakku mengantar kakak" ucap lisa .
"Hmmm ... ya sudah kalau begitu" ucap alenna.
"ah ya lisa , kakak ingin pamitan dengan non anna dan susi" ucap alenna.
"Kak susi sedang liburan kebali kak , kalau non anna dari tadi seharian berada dikamar trus , sepertinya kakak harus meminta ijin tuan zen dulu" ucap lisa.
"Ya sudah kalau seperti itu, nanti titipkan salamku saja pada non anna ya dan juga permintaan maafku" ungkap alenna.
"Iyaa kak, sudahlah kak jangan sedih lagi hmm, lisa yakin kakak pasti bisa dapet yang lebih baik dari ini" ucap lisa menyemangati .
"Ya semoga saja" ucap alenna.
......
Roni tampak memasuki ruang kerja zen dan terlihat zen masih duduk didepan layar laptopnya.
"Tuan, saya sudah menghubungi mereka dan mereka akan menemui tuan besok pagi" ucap roni.
"Hmm baiklah" ucap zen tanpa melihat kearah roni.
"Dan juga malam ini saya ijin keluar dengan lisa karena ingin mengantarkan alenna , kakak lisa pulang kampung" ucap roni sedikit takut takut.
"Alasan klasik , huh" ucap zen tersenyum sinis kearah roni.
"Maafkan saya tuan, karena saya manusia biasa yang juga butuh cinta" ucap roni tampak terkekeh.
"Baiklah, pastikan besok pagi kalian sudah kembali" ucap zen .
"Terimakasih tuan" ucap roni kemudian meninggalkan ruangan zen.
Mungkin memang sekarang saatnya bagi anna mengetahui segalanya, semoga selalu baik baik saja batin zen berharap.
Bersambung......
Hay hay readersss....
maafkan daku yang lama update nya ...
Dua hari ngejar bikin masker lembur smpe malem smpe nggak bisa update 😁..
Semoga sehat selalu untuk kita semua..
Maakasih masih stay sama cerita akuu...
Jangan lupa like vote dan komen yaa...
Thankyouhh ... 😘😘😘
__ADS_1