
"Hmm aku juga nggak rela mah.. " ucap Allea membuat tania terkejut.
"Maksud kamu apa Allea ?" tanya Tania sedikit terkejut dengan ucapan Allea.
"Yaa aku nggak rela aja Aidan nikah sama anak pembantu gitu.." jelas Allea.
"Bukanya itu malah membuatmu lebih mudah untuk mendapatkan Aidan kembali ???" ucap Tania .
"Apa yang kalian bicarakan???' tanya Kai yang tiba tiba datang membuat Tania dan Allea terkejut, Allea langsung menundukan kepalanya.
"Eh Udah pulang mas,?? ni aku lagi bahas masalah baju yang baru aku belii tadi " ucap Tania sedikit gugup takut Kai akan mendengar pembicaraannya tentang Aidan sedangkan Allea hanya menunduk.
"Jangan pernah berharap untuk kembali atau mengharapkan Aidan jika kamu masih punya harga diri karena semua ini salah kamu Allea, Papah udah nggak mau malu lagi didepan Zen kalau sampai kamu muncul dan berusaha merebut Aidan kembali !!'' ucap Kai sedikit keras membuat Allea menciut.
Setelah mengucapkan kata kata kejam pada Allea, Kai nampak berjalan meninggalkan Tania dan Allea.
"Udah tenang aja sayaang, Mama bakalan selalu dukung dan bantuin kamu " ucap Tania.
"Makasih Mah..." balas Allea kemdian memeluk Tania.
...
"Kamu yakin sayang nggak apa apa aku tinggal kerja ???' tanya Aidan pada Aqilla dipagi hari saat Aqilla menyiapkan sarapan untuk Aidan.
"Nggak apa apa sayang... lagian kan aku juga mau kuliah, nggak enak kalau libur lama lama lagi pula bentar lagi kan aku mau cuti kuliahnya jadi aku mau ngejar ketinggalan aku yang kemarin" ucap Aqilla mencoba memberi pengertian pada Aidan.
"Hmm ya sudah selama kamu baik baik aja, aku nggak mau kamu kenapa napa.." ucap Aidan sambil memasukan sesedok nasi goreng kemulutnya.
"Iya sayang..." ucap Aqilla senang dengan perhatian Aidan.
Keduanya menghabiskan sarapan kemudian berangkat bersama sama, seperti biasa Aidan mengantarkan Aqilla terlebih dahulu.
"Nanti kalau kenapa napa langsung hubungi aku ya sayang, aku nggak mau kalau sampai terjadi apa apa dengan baby kita" ucap Aidan dan Aqilla mengangguk paham.
Aqilla memasuki area kampus dan terlihat tomy teman nya sudah menunggu didepan gerbang sambil menampilkan senyuman khasnya.
__ADS_1
"Hay Qilla gimana kabarnya ??" tanya Tomy.
"Hay... aku baik, kamu nggak ada kelas kok disini ?? " tanya Aqilla.
"Emm ... masih nanti jam 9 sih, oh ya aku turut berduka cita yaa atas meninggalnya ayah kamu ??" ucap Tomy tulus yang dibalas anggukan oleh Aqilla.
"Makan dulu kekantin yukk ???" ajak Tomy.
"Aku udah sarapan tadi, ini juga ada kelas sebentar lagi, aku duluan yaa.." ucap Aqilla nampak pergi meninggalkan Tomy.
Aqilla memang sengaja menhindari Tomy karena ia takut jika Aidan tau akan terjadi kesalahpahaman dihubungan mereka yang kini sudah sangat baik.
...
Aidan berjalan memasuki kantornya yang membuat para karyawannya menunduk hormat padanya.
"Bapak ada tamu dan sudah ditunggu diatas..." ucap sekertaris Aidan saat Aidan melewati meja kerja sekertarisnya.
"Siapa ???" tanya Aidan penasaran ada yang ingin menemuinya sepagi ini.
Aidan berjalan memasuki ruanganya dengan raut wajah yang biasa, sama sekali tak ada ketegangan ataupun keterkejutan diwajah Aidan.
Aidan membuka pintu ruangan nya dan melihat Allea sedang berdiri disamping meja kerjanya sambil memegangi bingkai kecil foto pernikahan nya dengan Aqilla.
Allea yang melihat Aidan memasuki ruangan nampak tersenyum kearah Aidan dan meletakan bingkai ke tempat asalnya.
"Aidan...." ucap Allea tampak melebarkan senyumnya.
"Ngapain kamu kesini sepagi ini ???" tanya Aidan .
"Emm aku sengaja pengen ketemu kamu, pengen tau kabar kamu ???" ucap Allea.
"Hmm aku baik baik saja, " ucap Aidan sedikit cuek kemudian ia berjalan menuju meja kerjanya.
"Aku mau minta maaf..." ucap Allea dengan nada penyesalan.
__ADS_1
"Minta maaf buat apa ??" tanya Aidan .
"Aku ninggalin pernikahan kita " ucap Allea.
"Hmm nggak masalah buat aku... itu hak kamu juga..." ucap Aidan sinis.
"Aku nggak bermaksud ninggalin kamu Aidan aku cuma...." ucap Allea terpotong.
"Udahlah ... buat apa juga kamu jelasin ke aku, semuanya udah berakhir buat aku dan sekarang aku juga udah bahagia sama Aqilla jadi kalau kamu nggak ada kepentingan lagi lebuh baik kamu keluar ...!!" ucap Aidan sambil sibuk pada berkas berkasnya.
"Aku tau kamu masih sakit hati sama aku... kapanpun kamu rindu sama aku, aku bakalan selalu ada buat kamu, aku pulang dulu" ucap Allea dengan percaya dirinya kemudian hendak mengecup pipi Aidan namun Aidan menghindar.
"Okay... bye Aidan..." ucap Allea mencoba tegar ketika kecupanya ditolak mentah mentah oleh Aidan.
"Huft...." Aidan nampak menghela nafas lega melihat Allea sudah pergi dari ruanganya.
Segera ia menghubungi sekertarisnya.
"Mulai besok atau kapanpun kalau wanita itu datang lagi jangan pernah biarkan dia masuk keruangan ku !!! " ucap Aidan tegas.
"Baaik baik pak " jawab sang sekertaris yang langsung ditutup panggilanya oleh Aidan.
Aidan terlihat pusing, mengapa Allea harus datang lagi dihidupnya disaat semuanya sudah baik baik saja.
Disaat Aidan bisa mulai menerima Aqilla sebagai istrinya, mengapa Allea masa lalunya malah kembali dan membuatnya kembali merasakan perasaan itu.
Ini salah, Aidan harus bisa tegas, Aidan harus bisa menjaga hati dan perasaanya untuk Aqilla. ya hanya untuk Aqilla, istri terbaiknya yang tak pernah meninggalkannya dalam keadaan apapun, walaupun sebenarnya ia masih penasaran alasan Allea meninggalkannya tapi ia sudah tak mau ambil pusing lagi.
Aidan ingin fokus pada Aqilla istrinya..
ya harus karena Aqilla sedang mengandung darah daging Aidan..
**BERSAMBUNG.....
jangn lupa like vote dan komen yaa 😘**
__ADS_1