MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 40


__ADS_3

Aqilla terisak didepan pusara makam sang ayah. Ia benar benar merasakan sakit dan tak tau lagi harus bersandar pada siapa.


"Ayah ... Aqilla kangen sama Ayah..." ucap Aqilla disela sela isak tangisnya.


"Aqilla salah ya ayah, Aqilla udah ngambil kebahagiaan orang lain .. Aqilla ini orang ketiga ...Aqilla udah salah selama ini ayah " ucap Aqilla sambil masih terus menangis karena ia merasakan sakit yang teramat dalam setelah melihat suaminya yang berpelukan dengan mantan kekasihnya, mantan yang seharusnya kini sudah menjadi istrinya.


Awalnya tadi memang Aqilla berangkat meninggalkan Aidan namun setelah tak terlihat Aqilla menyuruh sang sopir mengikuti kemana Aidan pergi karena ia tahu Aidan membohonginya, terlihat dari cara Aidan mengucapkan Aqilla cukup mengerti jika Aidan berbohong dan benar saja setelah Aqilla mengikuti Aidan ia mendapati Aidan masuk kekafe dan yang lebih membuat Aqilla terkejut adalah Aidan menemui mantan kekasihnya itu.


Sakitttt... itulah yang dirasakan Aqilla kini, Aidan lebih memetingkan menemui mantan kekasihnya dari pada menemaninya ke makam sang ayah.


"Ayah sama Bunda tenang aja disana, Aqilla kuat kok yah.. Aqilla bakalan kuat demi cucu Ayah sama Bunda... " Ucap Aqilla sambil mengelus perutnya dan terlihat ia meninggalkan pemakaman sang Ayah dan Bunda yang berdampingan.


....


Kini Aidan sedang berhadapan dengan papa dan mama nya meminta penjelasan tentang apa yang diceritakan oleh Allea sewaktu dikafe.


"Jadi semua itu benar ???" tanya Aidan pada kedua orang tuanya itu.


"Itu salah mereka, mereka sudah membunuh kakek dan nenekmu, jika kamu tidak mempercayai kami, datang saja kekantor polisi mereka pasti masih menyimpan data kejahatan mereka" ucap Zen santai dan Anna terlihat sedikit khawatir.


"Bukan Aidan tak mempercayai papa sama mama, Aidan cuma ingin tau kebenaran saja" ucap Aidan.


"Ya memang itulah kenyataanya" ucap Zen.


Cukup lama berbincang bincang dengan kedua orangtuanya Aidan memutuskan untuk kembali ke apartemen karena ponsel Aqilla sedari tadi tak aktif dihubungi dan juga sopir sang Mama, Aidan pikir Aqilla sudah kembali dan langsung menuju Apartemen.


"Akhirnya Aidan mengetahui semuanya pa.." ucap Anna sedih saat Aidan sudah tak terlihat disana.


"Biarakan saja Ma... lebih baik segera tahu agar bisa menerima kenyataan" ucap Zen.


"Mama pikir Aidan akan marah dengan kita.." ucap Anna .


"Mana mungkin, percaya lah Ma... Aidan bukanlah orang bodoh yang mudah saja dihasut hanya dengan perkataan" ucap Zen .


"Iya memang benar" jawab Anna kemudian merengkuh kepelukan Zen.

__ADS_1


Sedangkan itu, Aidan sudah sampai di apartemenya namun sayang, ia tak menemukan Aqilla dam benar saja memang Aqilla belum kembali.


Aidan kemudian memasuki kamar mandi untuk membersihkan badan nya dan juga menjernihkan pikiranya dengan guyuran air shower setelah seharian ini ia mengetahui kenyataan masa lalunya.


Selesai mandi, Aidan nampak berkutat didapur memyiapkan makan malam untuk Aqilla, entah mengapa Aidan akhir akhir ini sangat suka sekali memasak untuk istrinya walaupun ia juga tak mengetahui rasa masakan nya tapi ia melihat Aqilla sangat menikmati masakan buatan Aidan.


Tepat pukul 8 malam, Aidan selesai memasak dan kini menunggu Aqilla kembali sambil berusaha berkali kali mendial nomer Aqilla yang hasilnya tak ada jawaban dari Aqilla.


Pukul 9 malam pun belum kembali, kekhawatiran Aidan mulai terasa , ia mondar mandir sambil terus berusaha mendial nomer Aqilla yang tak aktif hingga ia mendengar bunyi pintu apartemen terbuka, segera saja Aidan berlari.menuju pintu.


"Sayang... kenapa baru pulang???" tanya Aidan melihat Aqilla baru saja masuk dan melepaskan sepatunya.


"Hmm maaf jika telat" ucap Aqilla dingin membuat Aidan sedikit terkejut dengan sikap dingin Aqilla.


"kamu nggak apa apa sayang???" tanya Aidan khawatir dan Aqilla hanya mengeleng kepala.


"Aku udah siapin makan malam buat kamu" ucap Aidan .


"Aku udah makan " ucap Aqilla yang langsung meninggalkan Aidan yang masih berdiri kesana.


"Kamu marah sama aku ???" tanya Aidan ragu.


"Aku mau mandi kak, habis itu ada yang mau aku bicarain sama kak Aidan " ucap Aqilla meninggalkan Aidan lagi dan yang membuat Aidan terkejut adalah Aqilla memanggilnya kak, iya dia tak salah dengar memang Aqilla memagilnya kak.


Dengan rasa penasaran dan galau melanda , Aidan penuh kesabaran menunggu Aqilla selesai mandi.


Dan kini Aqilla sudah selesai mandi serta sudah mengenakan piyama berwarna pink.


"Sayang kamu kenapa sih???" tanya Aidan pada Aqilla yang baru saja duduk disamping Aidan.


"Aku ikhlas kak, jika memang kakak masih mencintai kak Allea dan ingin kembali dengan kak Allea , Aqilla bener bener enggak apa apa" ucap Aqilla membuat Aidan sangat terkejut.


"Apa maksud kamu sayang.??.." Tanya Aidan .


"Kak Aidan nggak usah pura pura nggak tau dan binggung, Aqilla udah semuanya.." ucap Aqilla .

__ADS_1


"Apa yang kamu tau??" tanya Aidan yang masih binggung dengan maksud Aqilla.


"Aku tadi siang liat kakak ketemu dengan kak Allea dan ngeliat kalian berdua... berpelukan.." ucap Aqilla lirih.


"Ohhh jadi kamu tadi ngikutin aku " ucap Aidan santai.


"Aku nggak nyangka kakak ketemuan sama kak Allea " ucap Aqilla dengan nada sedih mendengar jawabann santai Aidan.


"Aku ketemu dia udah 2x... pertama dia tiba tiba kekantor dan kedua ini tadi karena dia bilang ada yang mau dia omongin penting" ucap Aidann.


"Dan kakak sampai pelukan ???" tanya Aqilla.


"Apa istri kakak ini cemburu ???" goda Aidan seketika membuat pipi Aqilla merona.


"Enggak cuma mau minta penjelasan sama kakak aja" jawab Aqilla jutek.


"Gini lhoo sayang, tadi emang dia ngajak ketemuan mau ngmongin masalah penting makanya aku samperin dan awalnya aku mau ngajak kamu tapi aku inget kamu pngen ke makam ayah makanya aku engga ngajakin, dan kalau masalah pelukan itu aku tiba tiba aja dipeluk dan aku sama sekali engga ngebales, dia bilang itu pelukan terakhir karena mulai sekarang dia nggak akan gangguin aku lagi" ucap Aidan menjelaskan dan tampak terlihat raut wajah malu milik Aqilla.


"Aku nggak tau kalau sekarang istriku juga cemburuan" ucap Aidan mengoda Aqilla.


"Aku nggak cemburu cuma mau minta penjelasan aja..." ucap Aqilla mengelak


"Kamu nggak perlu khawatirin apapun sayang, sekarang aku seutuhnya milik kamu, hanya kamu yang aku syang dan selalu aku jaga sampai kapanpun.." ucap Aidan sambil membelai rambut Aqilla.


"Maaf udah salah paham.." ucap Aqilla menyesal.


"Jadi ini yang bikin kamu ngambek sampe matiin hp " ucap Aidan sebal.


"maaf sayang.." ucap Aqilla nyengir.


"Padahal aku udah siapin makan malam buat kamu.." ucap Aidan.


"Aku udah makan gimana dong.." ucap Aqilla pura pura terlihat menyesal padahal aslinya ia lega karena sudah makan diluar jadi tak memakan masakan Aidan lagi ...


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2