
Rio tak melihat luka di kaki gadis yang ditabrak nya itu tapi malah melihat wajah gadis itu yang terlihat imut dan cantik menurut rio.
"Cantik ..." ucap rio tersenyum melihat gadis itu membuat gadis itu sedikit kesal.
Gadis itu hanya cemberut sambil terus melihat luka lecet dikaki nya.
"Apa nona baik baik saja ??" tanya rio yang langsung mendapatkan delikan maut dari gadis itu.
"Apa menurutmu aku baik baik saja dengan luka ini!!" ucapnya sambil memperlihatkan luka dikakinya.
"Maaafkan saya nona, saya benar benar tak sengaja" ucap rio sedikit menyesal.
Gadis itu melirik rio dan mobil mewah rio sedikit tergoda.
"Dia terlihat kaya " batin gadis itu yang tak lain adalah alenna yang baru saja pulang dari pasar untuk membeli beberapa kebutuhan nya.
"Sepertinya kaki ku sedikit terkilir" keluh alenna sedikit memelas.
"Mari saya akan mengantarkan nona kerumah sakit" ucap rio tampak akan memeganggi tangan alenna.
"Tak perlu tuan, saya hanya ingin segera pulang" ucap alenna.
"Baiklah mari saya antarkan nona pulang, tapi sebaiknya kita mampir ke klinik dulu setidak nya untuk memastikan keadaan nona" ucap rio.
"Baiklah, terserah kau saja" ucap alenna .
Rio tampak membantu alenna berjalan memasuki mobilnya.
Setelah memasuki mobil rio tampak mendekati alenna dan membuat alenna tampak gugup dan ternyata rio hanya ingin memasangkan sabuk pengaman alenna.
Setelah dirasa cukup rio mulai melajukan mobilnya menuju klinik terdekat.
Hening tak ada yang memulai obrolan hingga rio yang memulai mengajak alenna bicara.
"sampai lupa memperkenalkan diri, nama ku rio, nama kamu siapa???" tanya rio sedikit tersenyum.
"Saya alenna " jawab alenna tampak gugup.
"Nama yang cantik, secantik orang nya" ucap rio memuji membuat alenna tampak malu.
"Tuan sepertinya tidak perlu pergi keklinik langsung pulang saja " ucap alenna.
"Aku bukan majikan mu jadi berhenti memanggilku tuan oke" ucap rio sedikit terkekeh.
Alenna tampak tersenyum simpul membuat rio sedikit terpesona memandang alenna.
Alenna memang mempunyai wajah cantik bahkan ia lebih cantik dari lisa adik nya, hanya saja sifat alenna yang tidak sebaik lisa membuat dia sedikit susah mendapatkan kebahagiaan.
Karena setiap pria yang mencoba mendekati alenna harus sempurna sesuai keinginan alenna jadi sangat jarang bagi alenna medapatkan kebahagiaan seperti lisa yang bisa menerima pria apa adanya tanpa memandang kesempurnaan.
"Jadi dimana kamu tinggal??" tanya rio yang membuat raut wajah alenna tampak binggung.
"emm, saya tinggal di mansion daerah timur" ucap alenna pelan.
"Ahh jadi kamu masih tinggal dengan orang tua mu??" tanya rio.
__ADS_1
"Iya begitulah" ucap alenna membohongi rio.
"setidaknya aku harus mendapatkan nya dulu sebelum mengakui segalanya" batin alenna.
"Baiklah aku akan mengantarkan mu pulang" ucap rio kemudian melajukan mobil nya menuju mansion yang dimaksud alenna.
"Jadi disini mansion keluargamu???" tanya rio.
"Iya, terimakasih sudah mengantarku pulang, " ucap alenna hendak keluar tapi tangan nya ditahan oleh rio.
"Tunggu, aku akan mengantarmu masuk dan bertemu keluargamu untuk meminta maaf telah membuatmu seperti ini" ucap rio yang seketika membuat alenna gugup.
"Ti..tidak perlu , aku hanya dirumah dengan para pelayanku karena keluarga ku sibuk dengan bisnis mereka" ucap alenna tampak gugup.
"Jadi seperti itu, baiklah , emm alenna bolehkah aku meminta nomer ponselmu???" tanya rio klise sambil memberikan ponselnya pada alenna.
"Emm tentu saja, " ucap alenna kemudian mengambil ponsel rio dan mulai mengetikan nomernya.
"Terimakasih, " ucap rio menerima ponselnya.
"Terimakasih juga sudah mengantarku, aku permisi dulu " ucap alenna kemudian membuka pintu mobil dan keluar dari mobil rio.
Tampak alenna melambaikan tangan pada rio yang membalasnya dengan senyuman didalam mobil.
Mobil rio melaju meninggalkan mansion dan alenna yang masih berdiri didepan gerbang sambil tersenyum.
"Akhirnya aku mendapatkan pria kaya, " gumam alenna kemudian berjalan memasuki mansion.
"Wah wah.. hebat sekali ya baru beberapa bulan disini sudah mendapatkan pria kaya" cibir susi yang melihat alenna keluar dari mobil mewah.
"Kenapa??? kamu iri??? makanya donk perawatan biar cantik kayak aku biar banyak yang ngelirik" ucap alenna judes membuat wajah susi memerah marah.
\*
Hari ini tampak anna dan zen bersiap siap untuk pergi kedokter kandungan untuk memeriksakan bayi mereka yang masih didalam perut anna.
"Apa kau yakin ingin mengantarku???, sepertinya kau sibuk zen " ucap anna.
"Tentu saja aku sibuk sangat sibuk tapi demi istri dan calon anak ku, kesibukan ku bisa ditunda" ucap zen yang masih saja melihat kelayar ponselnya.
"Aku bisa memeriksa kan nya sendiri jika memang kau sibuk zen, jangan memaksa kan diri" ucap anna lembut dan duduk disamping zen.
"Tidak mau, pokoknya hari ini aku akan mengantarmu , aku nggak mau kamu diantar lagi sama mantan kamu itu" cibir zen sambil memandang tajam kearah anna.
"Baiklah baiklah , maafkan aku sempat menyakitimu dengan itu" ucap anna kemudian memeluk zen manja.
Zen merasakan nyaman mendapatkan pelukan anna, sungguh zen ingin merasakan ini setiap waktu bersama anna.
Anna dan zen tampak berjalan keluar menuju mobil yang sudah terparkir didepan mansion .
Disana sudah ada pang pang yang menunggu karena pang pang memang akan menjadi sopir yang akan mengantar anna dan zen.
__ADS_1
Tampak pang pang membuka kan pintu mobil untuk anna dan zen.
Pang pang melajukan mobil menuju sebuah klinik sambil sesekali melirik kearah spion melihat majikan nya yang duduk dibelakang sambil bercanda ria.
sedikit kelegaan dihati pang pang akhirnya tuan nya menemukan cinta nya setelah sebelumnya sempat menjalin hubungan dengan tania yang pang pang sediri tau jika tania hanyalah alat balas dendam zen.
Sesampainya di klinik yang cukup besar dan ternama di kota itu, anna dan zen keluar dari mobil dan berjalan memasuki klinik.
"Duduklah disini, aku akan mendaftarkan mu terlebih dahulu" ucap zen yang kemudian diangguki oleh anna.
Setelah mendaftar dan mendapatkan antrian akhirnya tiba giliran anna dan zen memasuki ruang periksa.
Keduanya disambut oleh seorang dokter obgyn yang bernama indah.
"Selamat pagi tuan nona," sapa asisten dokter yang tampak setia mendampingi dokter indah.
"Selamat pagi mbak , selamat pagi bu dokter" ucap anna ramah.
"lho ini suaminya kok ganti???" tnya dokter indah sedikit terkejut karena dia ingat waktu itu bukan zen yang mengantar.
"Saya memang suaminya sejak dulu, dia aja yang ngaku ngaku jadi suami istri saya" ucap zen sebal membuat anna sedikit gugup dan salah tingkah.
Dokter indah yang mulai merasa ada hawa hawa cemburu akhirnya mengalihkan pertanyaan dan mulai memeriksa kandungan anna.
Tampak asisten dokter indah mulai membuka perut anna yang terlihat membuncit dan diberikan lotion untuk keprluan usg.
"Wahhh bayinya sudah mulai kuat dan sehat ya didalam , " ucap dokter indah sambil memutar mutar alat usg diperut anna , tampak zen fokus melihat gerak gerik bayi nya di layar usg.
"Apa kalian ingin mengetahui jenis kelaminya ?? tanya dokter indah.
"tidak dok..." ucap anna dan zen berbarengan yang membuat dokter indah tersenyum.
"baiklah, sepertinya ingn kejutan ya" ucap dokter indah.
Selesai memeriksa tampak dokter indah menuliskan resep obat untuk ditebus anna dan zen.
Selesai memeriksa anna dan zen tampak keluar klinik dengan raut wajah yang bahagia.
Bagaimana tidak bahagia melihat calon buah hati mereka tumbuh sehat ditubuh anna.
"Jadi kemana kita setelah ini zen ???" tanya anna seusai memasuki mobil.
"aku bakalan bawa kamu kesuatu tempat dimana pertama kali kita ketemu waktu itu" ucap zen yang membuat anna menggerutkan keningnya bingung.
"kemanaa????" tanya anna binggung.
Bersambung.......
haloo readerss.....
masih ada yang nungguin ceritanya nggak ???
maafkam autthormu ini yaaa...
makasih buat yang masih setia menunggu ...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen yaaaaa