MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
Season 2 eps 14


__ADS_3

Kalian menikah atas dasar cinta kan?????" tanya Romy yang membuat Aqilla sedikit tersentak.


Degggg.....


Mendadak Aqilla merasakan perih didadanya.


"Tentu saja " bohong Aqilla mencoba menutupi dari Romy.


"Syukurlah , aku hanya tak ingin melihatmu terluka" ucap Romy tulus.


"Terimakasih, kamu memang teman terbaik ku sejak dulu" ucap Aqilla sambil tersenyum tulus.


"*Hanya teman, andai kamu tau Aqilla kalau aku menyukai mu sejak dulu" batin Romy yang tak didengar oleh Aqilla.


.....


Sementara itu dikantor Aidan terlihat uring uringan dengan para karyawan nya, bahkan karyawan yang tak bersalah pun ikut menjadi sasaran amarahnya.


Membuat para karyawan sedikit bingung dengan sikap Aidan yang berubah killer tidak seperti biasanya.


Aidan sendiri pun binggung dengan diri nya hari ini, dia merasa sangat kesal dengan sesuatu yang tak ia mengerti penyebabnya.


Apakah Aidan cemburu dengan Aqilla yang memberikan senyuman pada pria yang ada dikampus tadi ??? Ahh tidak mungkin , dirinya hanya menganggap Aqilla itu adiknya , tidak lebih jadi ia tak mungkin cemburu.


Lalu apa ini ??? dia merasa sangat kesal sekali.


Entahlah rasanya Aidan ingin segera menelepon Aqilla dan meminta penjelasan siapa pria yang mendekatinya tadi.


.....


Aqilla nampak berjalan terburu buru menuju pintu keluar kampusnya, bagaimana ia tak buru buru jika tiba tiba saja Aidan menghubunginya dan sudah menjemputnya didepan kampus, padahal kelasnya saja baru saja selesai.


Aqilla sedikit binggung dengan Aidan yang tiba tiba menjemputnya padahal ia biasanya pulang sendiri tak pernah dijemput oleh Aidan.


Aqilla tampak celinggukan dan melihat sedan mewah warna hitam yang terparkir didepan kampus.


Segera Aqilla berjalan menuju mobil dan memasuki mobil Aidan.


"Maaf ya kak lama, Qia baru aja selesai kelas, lagian kakak kok tumben jemput Qilla ???" tanya Aqilla sedikit binggung.


"Emang nggak boleh ya, kakak jemput kamu!!" ucap Aidan sedikit ketus.


"Ehh, bo .. boleh kok kak" ucap Aqilla sedikit takut karena Aidan terlihat dingin dengan nya.


"Emang kamu ada berapa kelas kok jam segini baru pulang ???" tanya Aidan dingin tanpa melihat Aqilla dan malah fokus melajukan mobilnya.


"Iya kak soalnya hari ini ada 4 kelas dan semua dosen nya berangkat" ucap Aqilla masih takut takut.


"Masa 4 kelas sampai jam segini ??? kamu berangkat dari tadi pagi lhoo Qilla, ngapain aja coba dikampus ?!!" ucap Aidan masih ketus.

__ADS_1


"Beneran emang sampai jam segini kak, soalnya jeda nya lama jadi ya sampai jam segini" ucap Aqilla menjelaskan.


"Terus kalau jeda gitu kamu ngapain aja trus sama siapa!!???" tanya Aidan seperti mengintrogasi Aqilla.


"Biasanya duduk ditaman kampus sambil baca gitu kak, " ucap Aqilla sedikit heran dengan pertanyaan Aidan yang sedikit aneh tak seperti biasanya.


"Sama siapa??! ditanya kok nggak jawab sih??!!" ucap Aidan kesal.


"Ehh anu kak, biasanya aku sendirian kok kak" ucap Aqilla sedikit takut.


Jangan jangan kak Aidan tau lagi kalau selama ini aku di bully sama temen temen kampus batin Aqilla takut.


"Yakin sedirian??" tanya Aidan selidik.


"Beneran kak, aku kan engga punya temen banyak" ucap Aqilla.


"Awas aja kalau sampai aku tau kamu bohong" ucap Aidan pelan dan masih didengar oleh Aqilla.


"Enggak kak... mana mungkin Qilla berani bohongin kakak" ucap Aqilla.


Setelah perdebatan kecil dimobil mereka akhirnya sampai disebuah restoran.


"Kok berhenti disini kak ??" tanya Aqilla .


"Ya makan disini dulu, kakak udah laper banget gara gara tadi siang nggak makan" ucap Aidan sambil melepas seatbeltnya.


"Sibuk , engga sempet" ucap Aidan keluar dari mobil dan disusul oleh Aqilla.


Padahal Aidan tidak makan siang karena seharian ini ia sangat kesal tapi ia juga tak mengerti mengapa ia sangat sekesal itu.


"Harusnya disempetin makan dong kak, walaupun sibuk" ucap Aqilla penuh perhatian.


"Hmm..." jawab Aidan membuat Aqilla sedikit binggung , apa ia bersalah sampai Aidan bersikap dingin padanya.


Apa Aidan sedang merindukan Allea hingga membuatnya bersikap dingin padanya batin Aqilla sedih.


"Kita samain aja ya makan nya " ucap Aidan sambil membuka buku menu.


"Iya kak" jawab Aqilla menurut.


Saat keduanya sedang menunggu pesanan mereka tiba, sebuah suara mengejutkan keduanya.


"Qilla, kok disini ??" tanya Romy yang datang entah dari mana.


"Ehh iya, " ucap Aqilla sedikit gugup karena melihat Aidan yang memandangnya dengan pandangan tak suka.


"Ehemm..." Aidan nampak berdehem hingga membuyarkan lamunan Romy yang sedari tadi memandang Aqilla.


"Kak kenalin ini temen kampus aku namanya Romy, Romy kenalin ini kak Aidan suami aku" ucap Aqilla nampak memperkenalkan keduanya.

__ADS_1


"Aidan, SUAMI AQILLA" ucap Aidan nampak memperjelas ucapanya.


"Romy" ucap nya datar dan keduanya nampak berjabat tangan.


"Ohh ya boleh nggak nih kalau aku gabung soalnya nggak ada temen makan juga" ucap Romy.


"Enggak, !!" ucap Aidan seketika.


"Ehm, kapan kapan aja ya rom" ucap Aqilla nampak meminta pengertian pada Romy.


Romy tampak menganggukan kepala mengerti, tadinya ia ingin mengenal suami Aqilla lebih jauh tapi sepertinya suami Aqilla nampak tak menyukai keberadaan Romy.


"Ohh oke deh, maaf udah ganggu kalian dan selamat menikmati makanan kalian" ucap Romy yang langsung meninggalkan Aqilla dan Aidan.


"Jadi kamu besok udah rencana mau makan bareng dia ???!" ucap Aidan sinis.


"Ehh engg..enggak kak " ucap Aqilla gugup.


"Kok tadi udah janjian ??!!" ucap Aidan lagi.


"Kan basa basi aja kak, soalnya kan nggak enak mau nolaknya gimana" ucap Aqilla memberikan pengertian pada Aidan.


"Halah ngapain pake acara enggak enak, dia kan juga bukan pacar kamu !!!" ucap Aidan.


"Maaf kak, kalau buat kak Aidan enggak nyaman!!' ucap Aqilla menunduk.


"Enggak nyaman banget !!" ucap Aidan sedikit keras membuat Aqilla terdiam dan melanjutkan makan yang sudah dipesankan Aidan.


Setelah makan keduanya pun memasuki mobil untuk pulang ke apartemen.


Dimobil keduanya hanya diam tanpa ada yang memulai pembicaraan.


Sampai di apartemen pun keduanya masih diam , dan tepat sebelum memasuki kamar..


"Aku enggak suka liat kamu deket deket sama cowok lain , mau bagaimana pun sekarang kamu itu udah jadi istri aku jadi seharusnya kamu tau posisi kamu" ucap Aidan kemudian memasuki kamarnya.


Aqilla cukup terkejut dan sedikit senang mendengar ucapan Aidan. Apakah Aidan cemburu pada nya ??? batin Aqilla nampak tersenyum senang.


**Bersambung....


Halooo readerrss... maaf banget up nya lama.


soalnya aku baru saja kehilangan bapak aku untuk selama lamanya 😔😭


jadi untuk para readers yang beragama islam minta doanya dan bacain alfatiha buat bapak aku...


Dan makasih banget udh stay tune sama cerita ini...


jangan lupa like vote dan comen yaa 😊**

__ADS_1


__ADS_2