MENJADI ISTRI TUAN ZEN

MENJADI ISTRI TUAN ZEN
56


__ADS_3

Pagi ini anna tampak membantu zen mengemas pakaian untuk perjalanan luar kota zen, dengan perut buncitnya anna masih telaten menyiapkan segala keperluan suaminya.


Sedangkan zen sendiri sibuk membersihkan dirinya dikamar mandi.


Zen keluar dari kamar mandi dan melihat istri kesayanganya sedang sibuk memasukan baju bajunya dikoper.


Zen mendekati istrinya dan memeluk dari belakang membuat anna tersentak kaget.


"Zen...." ucap anna kesal.


"Hmmm, sebentar saja sayang, besok kamu pasti akan merindukan ku " ucap zen manja dan malah mempererat pelukannya.


"Keringkan dulu badanmu zen, " ucap anna kesal pasalnya badan zen yang masih basah menempel dibaju anna.


Zen hanya terkekeh kemudian melepaskan pelukannya dan mencuri ciuman bibir istrinya.


"Zen..." ucap anna kesal dan zen malah berlari menuju walk in closet untuk mengenakan pakaiannya.


Zen keluar dari walk in closet dengan kemeja setelan kantornya yang membuat dia terlihat gagah.


"Aku memang tampan , berhentilah memandangi ku seperti itu" ucap zen dengan nada mengejek.


Anna mendengus kesal, ia memang terpesona dengan ketampanan zen tapi kesal kenapa zen harus memperlihatkan itu semua.


Zen mendekati anna dan memeluk anna kemudian ia jongkok didepan perut anna yang sudah membesar.


"Sayang dirumah sama mama jangan nakal ya " ucap zen sambil mengelus perut anna kemudian menciumnya.


"Nanti kalau urusanya sudah selesai langsung pulang ya" ucap anna lirih seperti tak ingin ditinggal zen.


"Tentu saja sayang, aku mana tahan lama lama jauh dari istri dan calon anakku" ucap zen menggoda anna membuat anna sedikit terkekeh.


"Kamu dirumah jangan nakal , jika ingin pergi kemana mana hubungi pang pang, dia sudah kutugaskan untuk menjagamu!!" ucap zen .


"Jadi pang pang tidak ikut denganmu???" tanya anna.


" tentu saja tidak, aku akan pergi dengan roni jadi pang pang yang akan menemanimu jika kau butuh sesuatu" ucap zen.


"Hati hati zen dan cepat pulang" ucap anna tampak gelisah.


"Apakah istriku mengkhawatirkanku??!" goda zen lagi membuat anna cemberut.


"Iya iya sayang, kamu baik baik dirumah oke , jangan telat makan dan jaga bayi kita" ucap zen kemudian mengecup kening anna.


"Apa kamu tidak akan sarapan dulu???" tanya anna.


"Sepertinya aku akan sarapan dibandara saja karena waktunya sudah mepet dan lihat roni sudah menungguku dibawah!!" ucap zen yang melihat dari jendela, mobil roni sudah terparkir didepan mansion, tapi sepertinya roni sedang menemui lisa dulu.

__ADS_1


ya tentu saja roni akan berpamitan dengan lisa terlebih dahulu.


Anna mengantarkan zen sampai depan mansion dan zen sudah memasuki mobil yang sudah ada roni didalamnya, anna melihat mobil yang ditumpangi zen melaju meninggalkan mansion.


"Semoga semua berjalan dengan lancar dan kamu segera pulang" gumam anna sambil mengelus perutnya yang membuncit.


Alenna tampak memasuki gerbang mansion dan melihat anna masih berdiri didepan mansion.


"Alenna darimana kamu???" tanya anna heran melihat alenna baru pulang sepagi ini, apa semalam ia tak pulang batin anna.


"Saya sehabis berjalan jalan nona" ucap alenna tanpa merasa bersalah.


"Sepagi ini???? dan dengan penampilan seperti ini???" tanya anna heran melihat alenna pulang dengan dress diatas lutut dan terlihat seperti habis berkencan bukan lari pagi atau sebagainya.


"Maafkan saya nona, bukankah pekerjaan saya dari pukul 8 sampai pukul 5 sore ?? jadi setelah jam bekerja bukanya tidak masalah jika saya pergi" ucap alenna santai membuat anna sedikit terkejut dengan ucapan alenna yang sedikit menyinggungnya.


"Hmm ya tentu saja, lakukakan apapun yang kamu inginkan dan aku hanya ingin taman dibelakang terawat dengan bagus !!" ucap anna menyudahi pembicaraan dengan ia memasuki mansion tapi belum sempat ia membalikaan badan alenna menjawab ucapanya .


"Tentu saja nona, jika nona tidak puas dengan pekerjaan saya nona bisa memecat saya , toh sebentar lagi saya juga memang akan mengundurkan diri dari sini" ucap alenna dengan nada sombongnya.


"Apa maksudmu??" tanya anna nampak binggung.


"Sebentar lagi saya aka menikah dengan pria kaya jadi sepertinya saya tidak akan bekerja lagi disini" ucap alenna tampak memamerkan cincin yang melingkar dijari manisnya.


"Baguslah, aku turut senang mendengarnya" ucap anna tersenyum manis kemudian memasuki mansion.


Didalam kamar anna tampak menggelengkan kepalanya tak percaya dengan ucapan alenna.


Anna masih tak habis pikir , padahal lisa adik alenna orang yang baik dan rendah hati kenapa alenna kakak lisa tampak sombong sekali seperti itu batin anna.


 



 


Kai berjalan memasuki mansion dan langsung memanggil maid yang biasanya mengurusi segala kebutuhan tania.


"Bagaimana kondisinya ??" tanya kai tampak khawatir.


"nona tania masih mengurung diri dikamarnya tuan, sedari pagi setelah diperiksa nona tak ingin makan dan tak ingin diganggu, sepertinya dia masih shock tuan" ucap maid itu nampak sedih.


"Baiklah, kamu boleh pergi" ucap kai dan langsung dituruti oleh maid itu.


Dengan langkah berani kai memasuki kamar tania yang tak dikunci.


Dia membuka pintu pelan pelan dan melihat tania berbaring meringkuk sambil memeluk kakinya.

__ADS_1


Dengan langkah pelan kai berjalan memdekati ranjang tania dan duduk disamping tania yang meringkuk dan tampak memejamkan mata.


Terlihat matanya yang sembab dan hidungnya memerah, sepertinya ia habis menangis.


Kai menyesal , sangat menyesal telah memperlakukan tania dengan tidak baik.


Ya tania wanita yang sangat ia cintai sedari dulu dan tania juga yang sudah mematahkan hatinya berkali kali sewaktu dulu.


Hanya karena sakit hati dan dendamnya pada tania ia membalaskan dengan memperlakukan tania dengan cara yang sangat tidak baik.


Kai menyesal sangat menyesal , jika ia meminta maaf akankah tania memaafkanya itulah yang sedari tadi kai pikirkan.


Tanpa kai sadari tania sudah bangun dan menatapnya penuh kebencian.


"Tania ... aku..." ucap kai tampak sulit ingin mengucapkan kata maafkan.


"Pergiii......" ucap tania lirih tanpa memandang kai.


"Aku bilang pergii" ucap tania lagi .


"Tania... aku hanya ingin..." ucap kai yang masih saja sulit .


"Bukankah memang ini keinginanmu, dan kamu berhasil, sekarang pergilah, aku tak ingin melihatmu" ucap tania.


"Aku tau kamu membenciku, aku hanya ingin mengatakan sesuatu tapi mungkin memang kamu masih belum siap jadi aku tak akan menganggumu "ucap kai dan langsung meninggalkan tania.


Didepan kamar tania tampak kai memukul kepalanya berkali kali.


"Bodoh ...bodoh...kenapa susah sekali untuk meminta maaf saja " ucap kai frustasi.


 


\*


 


Anna tampak sedang menonton tv diruang tengah dan dengan setoples cemilan yang menemaninya.


Kemudian ia mendengar bel depan berbunyi, dlilihatnya sekitar tak ada satupun maid ya mungkin karena hari ini banyak maidnya yang ijin berlibur makanya terasa sepi.


Anna berjalan mendekati pintu dan membukakanya dan betapa kagetnya anna melihat siapa yang datang.


Bahkan anna sampai melonggo tak percaya....


Bersambung......


jangan lupa vote komen dan like nya ... maksih

__ADS_1


__ADS_2